Studi ini meneliti dampak Perang Salib, khususnya penaklukan Jerusalem oleh tentara Salib pada tahun 1099, terhadap institusi keuangan Islam, yaitu Baitul Maal. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur dan analisis historiografi terhadap kronik Latin dan Arab, serta data arkeologi, artikel ini menunjukkan bahwa meskipun tidak terdapat bukti eksplisit mengenai pembakaran Baitul Maal, pola penjarahan sistemik terhadap aset-aset administrasi negara mengindikasikan terjadinya kerusakan yang signifikan. Temuan ini mengungkap bagaimana konflik militer merusak stabilitas fiskal dan ekonomi pemerintahan Muslim lokal, sekaligus memberikan wawasan penting bagi kajian sejarah konflik dan institusi ekonomi Islam.