Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MAHASISWA KKN MENGEDUKASI SISWA GENERASI ALPHA TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Sari, Dessy Erliani Mugita; Alifah, Zukhailatul; Hidayah, Siti Nur; Cahyani, Putri Ragita; Setyawati, Putri; Ifada, Elmira Okta Novia; Sari, Sefi Ela; Wildayanti, Wildayanti; Zulkarya, Luvita Gabriel; Lailiyah, Syarofatul
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes), Edisi Juni 2025
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/jupkes.v4i2.56

Abstract

DBD merupakan penyakit endemis yang masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama pada kelompok usia anak-anak yang memiliki tingkat kekebalan tubuh rendah dan rentan terhadap infeksi virus dengue. Data menunjukkan bahwa angka kejadian dan kematian tertinggi akibat DBD terjadi pada anak-anak, terutama yang berusia 1–14 tahun. Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor risiko penyebaran penyakit ini, sehingga diperlukan intervensi edukatif untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pencegahan DBD. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa Sekolah Dasar (SD) tentang bahaya Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), sekaligus mengenalkan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga mengenalkan peran apoteker kepada anak-anak melalui program edukasi yang dikemas secara menarik dan interaktif. Kegiatan edukasi dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Program Studi S-1 Farmasi melalui rangkaian penyuluhan interaktif di SD Negeri 02 dan 04 Kandangmas, Kudus. Edukasi meliputi penjelasan tentang gejala, penularan, dan cara pencegahan DBD dengan metode ceramah, diskusi interaktif, video animasi, dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa dan partisipasi aktif selama proses edukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang menarik dapat memberikan dampak positif dalam membentuk perilaku preventif pada anak usia sekolah.
MENGENAL PERTOLONGAN PERTAMA : EDUKASI SISWA SD LEWAT KEGIATAN INTERAKTIF Sari, Dessy Erliani Mugita; Zulkarya, Luvita Gabriel; Pujiastuti, Endra; Islamiyati, Ricka; Setyawati, Putri; Dewi, Syawwalina; Hidayah, Siti Nur; Cahyani, Putri Ragita
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.575

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa, terutama dalam keterampilan pertolongan pertama dasar, sebuah pendekatan edukatif yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Januari 2025 dan melibatkan 60 siswa kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri 2 Kandang Mas. Pertolongan pertama (P3K) merupakan upaya awal yang sangat penting dalam mencegah kondisi korban memburuk sebelum menerima pertolongan medis lebih lanjut. Namun, pemahaman tentang pertolongan pertama di kalangan siswa sekolah dasar masih sangat terbatas, terutama dalam mengenali keadaan darurat ringan dan tindakan awal yang tepat. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya pelatihan atau pendidikan sistematis tentang pertolongan pertama di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi S1 Farmasi, Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama, Kudus melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi interaktif bertema "Memahami Pertolongan Pertama" yang ditujukan kepada siswa SD Negeri 02 Kandangmas, Kudus. Kegiatan edukasi dilaksanakan oleh mahasiswa program studi S1-Farmasi Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus melalui serangkaian persiapan survei lokasi, penyiapan materi edukasi, penyediaan alat peraga, media simulasi, dan konsumsi mahasiswa. Tahap pelaksanaan, yang meliputi ceramah interaktif, simulasi langsung tindakan pertolongan pertama seperti penanganan luka ringan, luka bakar, epilepsi, mimisan, pingsan dan tersedak. serta permainan edukatif untuk mempertajam pemahaman mahasiswa. Tahap evaluasi, yang dilaksanakan melalui kuis, tanya jawab, dan observasi langsung keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa yang signifikan, ditandai dengan kemampuan mereka menyebutkan langkah-langkah penanganan luka ringan dan memperagakan teknik dasar pertolongan pertama secara mandiri melalui simulasi.