Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN PERNIKAHAN USIA DINI, PENGETAHUAN IBU DAN PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI DESA SUKADANA KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Nur Fitriana Zahra; Aena Mardiah; Musyarafah; Artha Budi Susila Duarsa
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 2 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/9yt0sv87

Abstract

Stunting adalah pertumbuhan tinggi badan anak tidak sesuai umur akibat kekurangan gizi kronis yang dipicu oleh faktor langsung dan tidak langsung. Pernikahan usia dini, pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga menjadi faktor tidak langsung yang memicu stunting sehingga memberikan dampak jangka pendek terhadap pertumbuhan dan dampak jangka panjang terhadap kecerdasan serta dapat memperburuk masalah penyakit kronis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi stunting di Desa Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah dan mengetahui ada tidaknya hubungan antara pernikahan usia dini, pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional jumlah sampel 198 responden dengan tehnik simple random sampling dengan mengisi kuesioner dalam pengambilan data. Hasil penelitian menggunakan uji Chi square didapatkan nilai p-value pernikahan usia dini sebesar 0,000 (<0,005), pengetahuan ibu sebesar 0,000 (<0,005) dan pendapatan keluarga sebesar 0,001 (<0,005). Terdapat hubungan antara pernikahan usia dini, pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting di Desa Sukadana Kecatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.
HUBUNGAN PERNIKAHAN USIA DINI, PENGETAHUAN IBU DAN PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI DESA SUKADANA KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Nur Fitriana Zahra; Aena Mardiah; Musyarafah; Artha Budi Susila Duarsa
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/xrpdw987

Abstract

Stunting adalah pertumbuhan tinggi badan anak tidak sesuai umur akibat kekurangan gizi kronis yang dipicu oleh faktor langsung dan tidak langsung. Pernikahan usia dini, pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga menjadi faktor tidak langsung yang memicu stunting sehingga memberikan dampak jangka pendek terhadap pertumbuhan dan dampak jangka panjang terhadap kecerdasan serta dapat memperburuk masalah penyakit kronis lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui prevalensi stunting di Desa Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah dan mengetahui ada tidaknya hubungan antara pernikahan usia dini, pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting. Metode penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional jumlah sampel 198 responden dengan tehnik simple random sampling dengan mengisi kuesioner dalam pengambilan data. Hasil penelitian menggunakan uji Chi square didapatkan nilai p-value pernikahan usia dini sebesar 0,000 (<0,005), pengetahuan ibu sebesar 0,000 (<0,005) dan pendapatan keluarga sebesar 0,001 (<0,005). Terdapat hubungan antara pernikahan usia dini, pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting di Desa Sukadana Kecatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.
PERAN PENGETAHUAN GIZI IBU, RIWAYAT ASI EKSKLUSIF, DAN TINGGI BADAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS PENIMBUNG, LOMBOK BARAT Putu Chandra Dewi; Diani Sri Hidayati; Sulatun Hidayati; Aena Mardiah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/sdxrp236

Abstract

Prevalensi stunting di Kabupaten Lombok Barat dilaporkan sebesar 22,7%. Salah satu puskesmas dengan angka stunting yang menonjol adalah Puskesmas Penimbung (prevalensi 11%). Beberapa faktor risiko yang diduga berperan antara lain umur ibu saat hamil, riwayat pemberian ASI eksklusif, pengetahuan ibu tentang gizi, dan tinggi badan ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Penimbung, Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 173 ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Penimbung. Responden dipilih secara simple random sampling. Data mengenai tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan tinggi badan ibu dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square. Dari analisis ditemukan bahwa 7 balita (4,0%) berasal dari ibu dengan tingkat pengetahuan gizi rendah; hubungan antara pengetahuan ibu dan kejadian stunting signifikan secara statistik (p = 0,004). Sebanyak 7 balita (4,0%) tidak menerima ASI eksklusif; riwayat pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan stunting (p = 0,025). Selain itu, terdapat 12 balita stunting yang ibunya bertubuh pendek, dan hubungan tinggi badan ibu dengan stunting juga signifikan (p = 0,017). Tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan tinggi badan ibu kemungkinan merupakan faktor risiko penting terkait kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Penimbung, Lombok Barat.
HUBUNGAN JUDI ONLINE DENGAN POLA TIDUR PADA DEWASAMUDA DI DESA TERUWAI KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Melissa Adelia Sukardi; Danang Nur Adiwibawa; Irwan Syuhada; Aena Mardiah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/48baxa18

Abstract

Pola tidur yang buruk, ditandai dengan durasi, kualitas, dan waktu istirahat yang tidak memadai, dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Kecanduan judi daring (online gambling) merupakan salah satu faktor risiko yang berpotensi mengganggu pola tidur melalui berbagai mekanisme, seperti paparan cahaya biru, stres finansial, dan perilaku begadang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku judi daring dan pola tidur pada dewasa muda. Studi kuantitatif ini menggunakan pendekatan potong lintang (cross-sectional study) dengan melibatkan 103 dewasa muda di Desa Teruwai, Kabupaten Lombok Tengah. Responden dipilih secara acak menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk menentukan signifikansi hubungan dengan tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 103 responden, 49 (47,6%) memiliki riwayat judi daring. Ditemukan adanya pola tidur yang terganggu pada 34 responden (37,8%), pola tidur ringan pada 16 responden (26,7%), dan pola tidur baik pada 33 responden (35,6%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat judi daring dan pola tidur yang terganggu pada populasi dewasa muda di wilayah studi. Dewasa muda yang memiliki riwayat perilaku judi daring di Desa Teruwai lebih cenderung mengalami pola tidur yang terganggu. Temuan ini menyoroti pentingnya intervensi dan edukasi mengenai risiko kesehatan yang terkait dengan judi daring, terutama dalam kaitannya dengan kualitas tidur.
HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG (UNDERWEIGHT) PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR PANTAI NIPAH Baiq Amira Fatmaharani; Aena Mardiah; Velia Maya Samodra; Artha Budi Susila Duarsa
Jurnal Kesehatan Vol. 3 No. 12 (2026): Jurnal Kesehatan (JK)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20253958

Abstract

Background: Underweight or insufficient nutrition is a nutritional issue in toddlers that can be detected earlier than stunting and wasting. Early growth disturbances in children are characterized by weight faltering, where the weight does not increase according to standards. If left unaddressed, it can lead to underweight, progress to wasting, and eventually result in stunting. Sociodemographic factors can influence the occurrence of underweight, encompassing educational levels of parents, parental knowledge, family size, and family income. Objective: To determine the relationship between sociodemographic factors and the incidence of underweight among toddlers in the Nipah Coastal Area. Method: This research is a quantitative study using a cross-sectional design. The study population consists of all parents with toddlers in the Nipah Coastal Area, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Cluster random sampling was used to select the sample. The significance level was set at a p-value of <0.05. Results: The study indicates that there is no significant relationship between the father's educational level (p-value = 0.794), mother's educational level (p-value = 0.686), and family income (p-value = 0.528) with the occurrence of underweight. However, there is a significant relationship between parental knowledge level (p-value = 0.000) and family size (p-value = 0.001) with the occurrence of underweight. Conclusion: Based on the statistical tests conducted, there is a relationship between parental knowledge level, and family size with the incidence of underweight in toddlers in the Nipah Coastal Area. Meanwhile, no relationship was found between the father's educational level, mother's educational level, and family income with the occurrence of underweight in toddlers in the Nipah Coastal Area.
Hubungan Dukungan Keluarga, Kualitas Tidur, Stres Akademik dengan Gangguan Kecemasan pada Siswa SMAN 1 Sumbawa Besar Dema Ratu Zulfiah; Aena Mardiah; Yolly Dahlia; Ronanarasafa Ronanarasafa
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i2.8352

Abstract

Anxiety disorders are common mental health problems among adolescents, particularly high school students who face academic demands, social pressure, and emotional changes. Family support, sleep quality, and academic stress are considered factors related to students’ anxiety levels. This study aimed to examine the relationship between family support, sleep quality, academic stress, and anxiety disorders among students of SMAN 1 Sumbawa Besar. An analytical study with a cross-sectional design was conducted involving 114 students selected through stratified random sampling. Data were collected using the Perceived Social Support–Family (PSS-Fa), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Educational Stress Scale for Adolescence (ESSA), and Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42). Bivariate analysis was performed using the chi-square test, while multivariate analysis employed binary logistic regression. Bivariate results indicated significant associations between family support, sleep quality, academic stress, and anxiety disorders (p < 0.05). However, multivariate analysis revealed that only family support and sleep quality were significantly associated with anxiety disorders, while academic stress was not significant after controlling for other variables. These findings suggest that anxiety prevention efforts should prioritize strengthening family support and improving sleep quality, alongside academic stress management within the school environment.
Hubungan Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan, dan Status Gizi Terhadap Infeksi Cacing Usus Di SDN 3 Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur Diah Kadek Sulistyawati; Aena Mardiah; Fahriana Azmi
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i3.6944

Abstract

Parasitic worm infections in the intestines remain a major public health concern among children, particularly in areas where hygiene practices and environmental cleanliness are still lacking. Primary school-aged children are more susceptible because they often come into direct contact with soil and tend to have suboptimal personal hygiene behaviors. These infections may disrupt the body’s ability to absorb nutrients and can adversely affect overall nutritional status. Several factors are thought to contribute to the risk of infection, including individual hygiene practices, environmental sanitation conditions, and nutritional status. This study was conducted to examine the relationship between personal hygiene, environmental sanitation, and nutritional status with the occurrence of intestinal helminth infections among students of SDN 3 Pringgabaya, East Lombok Regency. The research applied a cross-sectional approach and involved 37 respondents who met predetermined inclusion and exclusion criteria. Information on hygiene practices and environmental sanitation was collected using questionnaires. Nutritional status was assessed through anthropometric measurements based on Body Mass Index for Age (BMI-for-Age), while infection status was determined באמצעות microscopic examination of stool samples. The results indicated that 8 respondents (21.6%) were infected. Most participants demonstrated good personal hygiene (81.1%), adequate environmental sanitation (64.9%), and normal nutritional status (62.2%). Statistical analysis showed a significant relationship between personal hygiene (p=0.000) and environmental sanitation (p=0.001) with the incidence of infection, whereas nutritional status was not significantly associated (p=0.323). Therefore, improving hygiene practices and maintaining proper environmental sanitation are crucial preventive measures against intestinal helminth infections.