Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Educational Evaluation: Types, Processes, Challenges, and Implications for Educational Policy Arbeni, Wawan; Naomira, Dinda; Syahrapi, Ridho Bayu; Pratiwi, Rika; Molita, Pinkan; Halim, Abdul
Holistic Science Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Nasional Holistic Sciences
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar NOMOR AHU-0003295.AH.01.07 TAHUN 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/hs.v5i1.833

Abstract

Educational evaluation is a crucial element in the learning process that aims to assess the effectiveness and quality of education. In this context, evaluation is not only a measurement of learning outcomes, but also includes a comprehensive analysis of various aspects that affect the educational process. Evaluation can be defined as a systematic process to determine the value of an activity or object based on certain criteria. The evaluation process includes several important stages, including evaluation planning, data collection, data analysis, and report preparation. Evaluation also serves as a tool to identify strengths and weaknesses in the learning process, as well as contributing to the development of curriculum and educational policies. Although evaluation is important, there are still many challenges faced, such as lack of resources and stakeholder resistance. Therefore, strategic solutions are needed to improve the effectiveness of educational evaluation.
Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam Arbeni, Wawan; Yani, Ade Najira; Bilbina, Alzaiti; Naomira, Dinda; Bagaskara, Muhammad Katon; Syahrapi, Ridho Bayu
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1352

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah sarana dalam rangka untuk menumbuhkembangkan kemampuan individu supaya nantinya bisa menjadi individu yang mempunyai iman, taqwa, perilakukreatif dan mandiri. Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler penting untuk dilakukan, karena kegiatan intrakurikuler di rasa masih kurang dalam mengembangkan potensi peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Sejauh mana Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam terlaksana. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan penentuan tema, pencarian, penyeleksian literatur, analisis dan interpretasi, penyusunan draf, dan diseminasi hasil. Pada penelitian yang dilakukan menggunakan 8 artikel dari seleksi 13 kajian pada tiga hal yaitu kondisi dan pelaksanaan, tantangan, dan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kegiatan ekstrakurikuler PAI mencakup pengajian, shalat berjamaah, kegiatan sosial, dan kompetisi keagamaan. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, minat siswa yang rendah, dan kurangnya dukungan dari pihak sekolah dan masyarakat menghambat efektivitas program. Untuk meningkatkan partisipasi siswa, diperlukan strategi seperti pengembangan kurikulum yang relevan, peningkatan kualitas pembina, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.
Transforming Character Education Through Integrated Islamic School Culture: Evidence From SMP It An-Naas Binjai Naomira, Dinda; Hemawati, Hemawati
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.680

Abstract

Abstrak Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, fenomena krisis moralitas remaja semakin mencuat sebagai tantangan nyata dalam pendidikan. Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama Islam menjadi solusi yang signifikan dalam mengatasi masalah tersebut. Namun, meskipun banyak penelitian yang mengkaji pendidikan karakter, masih terdapat kekurangan dalam hal pemahaman mengenai bagaimana budaya organisasi di sekolah Islam terpadu dapat berperan sistemik dalam membentuk karakter religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme implementasi budaya sekolah berbasis nilai Islam dalam pembentukan karakter religius siswa di SMP IT An-Naas Binjai, Sumatera Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 18 informan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang berbasis nilai Islam, melalui mekanisme manajemen program Bina Pribadi Islam (BPI), habituasi ritual keagamaan, serta internalisasi nilai-nilai multikultural Islam, berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter siswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya model pendidikan karakter Islam yang mengintegrasikan konsep Ta'dib, teori habituasi Lickona, dan multikulturalisme Islam dalam satu sistem budaya kelembagaan yang koheren. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Budaya Sekolah Islam, Pendidikan Islam, Multikulturalisme Islam, Pembentukan Karakter Religius. Abstract The moral decline among adolescents, exacerbated by the pervasive influence of digital technology, poses a significant challenge for educational institutions to transform beyond mere knowledge transmission. While religiously grounded character education has been widely explored, there remains a substantial gap in understanding how the organizational culture of integrated Islamic schools functions systemically as a character-forming ecosystem at the junior secondary level. This study aims to analyze the implementation mechanisms of an Islamic value-based school culture in shaping the religious character of students at SMP IT An-Naas Binjai, North Sumatra. Employing a descriptive-analytical qualitative approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews with 18 informants, and documentary analysis. The findings reveal that the school’s culture, through mechanisms such as the management of the Bina Pribadi Islam (BPI) program, the habituation of daily religious rituals, and the internalization of multicultural Islamic values, significantly contributes to character formation. Theoretically, this study enriches the integrated Islamic character education model by merging the concept of Ta'dib, Lickona's habituation theory, and Islamic multiculturalism into a coherent institutional culture system. Keywords: Character education, Islamic school culture, Islamic education, Islamic multiculturalism, Religious character development.