Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN MODEL DIRECT LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD KRISTEN LETODA Pitanlakor, Nisye A.; Rumtutuly, Fransheine; Ratumanan, Stelie D.; Septory, Jekriel
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatakan hasil belajar siswa kelas IV SD Kristen Letoda dengan penggunaan pembelajaram model direct learning. Metode yang diguakan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Kristen Letoda yang berjumlah 20 Orng di antranya 12 Orang siswa perempuan dan siswa laki-laki berjumlah 8. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. hasil tes akhir siklus II menunjukan bahwa, terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I yang mencapai ketuntasan klasikal sebesar pada tes awal 10% mengalami peningkatan pada siklus I 70% pada siklus II menjadi 100% %, pada siklus II. Hal ini menujukan bahwa penerapan model pembelajaran direct learning berdampak positif terhadap proses pembelajaran IPS di kelas IV SD Kristen Letoda.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS V SD KRISTEN PATTI R. Romsery, Naomi; Kilikily, Cristianti C.; Ratumanan, Stelie D.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.46460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa. Model Penelitian ini menggunakan (PTK) Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus dalam empat kali pertemuan dan setiap siklus meliputi: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Kristen Patti yang berjumlah 27 orang terdiri dari 12 laki-laki, dan 15 perempuan. Penelitian ini dilaaksanakan pada bulan Mei 2025. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes uraian, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Kualitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu rubrik penilaian hasil belajar siswa, dan lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. Setelah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning adanya peningkatan keterampilan menulis cerita pendek. Ketika target ketuntasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan setela kegiatan pembelajaran setelah kegiatan pembelajaran tes awal adalah 54,85% kemudian kegiatan pembelajaran siklus I. Kemampuan menulis cerita pendek meningkat dengan rata-rata 65,33%, selanjutnya pada kegiatan penyempurnaan pada pembelajaran siklus II kemampuan menulis cerita pendek meningkat menjadi rata-rata 83,07%. Dengan demikian, berdasarkan analisis yang dilakukan menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek pada siswa SD Kristen Patti.
Problematika Managemen Pembelajaran Bahasa dan Sastra Serta Isu-Isu Dalam Menilai, Mengkritisi, dan Mensintesis Temuan Ratumanan, Stelie D.; Rahman, H.
Honoli of Journal Primary Teacher Education Vol 2 No 1 (2021): Honoli of Journal Primary Teacher Education
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/honoli.2.1.30-47

Abstract

Keterampilan komunikasi merupakan aspek penting yang harus dikuasai peserta didik, khususnya dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra. Keterampilan ini mendukung kemampuan abad 21 seperti kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Melalui Bahasa dan Sastra, peserta didik dapat mengidentifikasi informasi akurat, menyaringnya, dan menggunakannya untuk pengembangan diri. Namun, pembelajaran Bahasa dan Sastra masih menghadapi berbagai tantangan. Optimalisasi literasi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi. Diperlukan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa menemukan informasi secara mandiri, menghubungkan materi dengan kehidupan nyata, dan berinteraksi dalam suasana yang menyenangkan.