Denisa Amni Nabilah Amin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Aswaja An-Nahdliyah Dalam Pembentukan Karakter Moderat Mahasiswa Muslim Devi Rahmawati; Denisa Amni Nabilah Amin; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5434

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) dalam membentuk karakter moderat mahasiswa Muslim di era kontemporer. Moderasi beragama menjadi isu strategis dalam menghadapi tantangan radikalisme dan ekstremisme yang mengancam keharmonisan kehidupan berbangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada mahasiswa Muslim yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan berbasis Aswaja An-Nahdliyah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Aswaja An-Nahdliyah memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan karakter moderat mahasiswa Muslim melalui tiga aspek utama: pertama, internalisasi nilai-nilai tawassuth(moderasi), tawazun (keseimbangan), dan tasamuh (toleransi) dalam kehidupan sehari-hari; kedua, penerapan metodologi manhaj Nahdlatul Ulama yang mengutamakan dialog, musyawarah, dan pendekatan kultural dalam menyelesaikan persoalan keagamaan dan kemasyarakatan; ketiga, pengembangan sikap inklusif dan pluralis yang menghargai keberagaman sebagai sunnatullah. Penelitian ini memberikan rekomendasi pentingnya integrasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kurikulum pendidikan tinggi dan program pembinaan karakter mahasiswa sebagai upaya preventif terhadap penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda Muslim.
PENGUASAAN TAJWID DENGAN METODE AN-NAHDLIYAH DALAM PEMBELAJARAN YANBU'A KELAS 4 TPQ RAUDHLOTHUT THULLAB KEMIRI MOJOTENGAH WONOSOBO Ria Tri Hartini; Nur Lu’lu’ul Maknunah; Rindiana Rindiana; Denisa Amni Nabilah Amin; Muhammad Khairy Abdullah Dzaky; Fatkhurrohman Fatkhurrohman
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.8217

Abstract

This study aims to describe the implementation of the An-Nahdliyah method in Yanbu’a learning, identify the supporting and inhibiting factors affecting tajwid mastery, and analyze the effectiveness of the An-Nahdliyah method in improving the tajwid mastery of fourth-grade students at TPQ Raudhlothut Thullab Kemiri Mojotengah Wonosobo. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that: 1) the implementation of the An-Nahdliyah method in fourth-grade Yanbu’a learning is carried out in a structured and consistent manner through classical learning, emphasizing rhythmic beats (ketukan), imitation (taqlid), and repetition. The learning process begins with the teacher providing correct recitation examples in accordance with tajwid rules, followed by collective rhythmic recitation, individual reading practice, and direct correction of errors related to letter articulation (makhraj), letter characteristics, and recitation rules. This method functions as a habituation process to accustom students to reciting the Qur’an in a tartil manner and in accordance with tajwid principles. 2) the supporting factors for tajwid mastery include the competence of teachers in applying the An-Nahdliyah rhythmic technique, students’ enthusiasm and motivation, a conducive learning environment, and a regular learning schedule. Meanwhile, the inhibiting factors include differences in students’ initial abilities, limited instructional time, less optimal individual guidance, and a lack of recitation practice at home. 3) the effectiveness of the An-Nahdliyah method in improving tajwid mastery is categorized as good, as indicated by increased accuracy in letter articulation, application of letter characteristics, and tajwid rules such as mad, nun sakinah, and mim sakinah. Nevertheless, the improvement in tajwid mastery has not been evenly achieved among all students, indicating the need for reinforcement through individual guidance as a complement to classical learning in order to achieve more optimal results.
PRAKTIK KEAGAMAAN KOMUNITAS RIFA’IYAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA Rifana Azzahra; Imas Amanatu Zahro; Denisa Amni Nabilah Amin; Muhammad Khairy Abdullah Dzaky; Robingun Suyud El Syam
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6693

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik keagamaan Komunitas Rifa’iyah dan relevansinya dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Komunitas Rifa’iyah dikenal dengan tradisi keagamaannya yang khas, seperti pembacaan khusus dalam ritual sehari-hari, penekanan pada perilaku moral, ketaatan kepada guru agama, dan komitmen terhadap tasamuh dan perilaku damai, seperti yang dijelaskan dalam penelitian sebelumnya. Praktik-praktik ini memiliki potensi yang kuat dalam mendukung nilai-nilai moderasi beragama, khususnya dalam aspek komitmen nasional, toleransi, dan anti-kekerasan. Nilai-nilai tasamuh dan tata krama sosial yang menjadi ciri khas komunitas ini juga telah terbukti memperkuat hubungan sosial antaragama. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan tinjauan pustaka. Empat indikator moderasi beragama dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu komitmen nasional, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodasi budaya lokal, menjadi dasar analisis. Temuan menunjukkan bahwa praktik utama Komunitas Rifa’iyah, seperti pembiasaan ibadah berjamaah, penguatan moral, dan penghormatan kepada guru, sangat relevan dengan prinsip-prinsip moderasi beragama. Lebih lanjut, nilai-nilai tawazun dan tasamuh yang diajarkan dalam komunitas tersebut mendorong pembentukan sikap keagamaan yang inklusif dan saling menghormati perbedaan. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal seperti yang dilakukan Komunitas Rifa’iyah memainkan peran penting dalam memperkuat moderasi keagamaan di Indonesia dan menjaga keharmonisan sosial di tengah keragaman masyarakat.