Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Hukum Tentang Pemilu: Meningkatkan Kesadaran Dan Kecerdasan Pemilih Pemula Pada Pemilu Tahun 2024 di Kalangan Siswa SMA/SMK Muhammadiyah Kota Palembang Helmi Ibrahim; Hendri S; Arif Wisnu Pratama; Muhammad Novrianto; Dea Justicia Ardha; Sarah; Dian Puspa Iwari
Jurnal Aksi Dosen dan Mahasiswa Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Aksi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jadmas.v1i1.397

Abstract

Konsep politik negara Indonesia, pemilu salah satu proses yang diselenggarakan setiap lima tahun, baik untuk memilih Anggota Legislatif maupun untuk memilih Eksekutif yaitu Presiden dan wakil Presiden. Anggota legislatif yang dipilih dalam pemulu lima tahun tersebut, terdiri dari anggota legislatif pusat/parlemen. Negara yang demokratis negara yang mementingkan dan mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi maupun golongan dan dalam setiap pengambilan kebijakan selalu melihat aspirasi masyarakat. Masyarakat adalah pemeran utama dalam sebuah Negara demokrasi memiliki peranan yang penting. Peranan masyarakat dalam Negara demokrasi adalah turut serta dan berpartisipasi dalam pemilu. Masyarakat memiliki peran yang sangat kuat dalam proses penentuan pemilihan wakil rakyat baik eksekutif dan legislatif baik dipemerintah pusat maupun daerah. Oleh karena itu, perlunya meyelenggarakan pendidikan politik kepada masyarakat agar pada saat pelaksanaan pesta demokrasi tidak asal pilih dan hanya ikut-ikutan saja. Dengan mengadakan Pendidikan politik yang baik akan menciptakan masyarakat yang cerdas sehingga mereka tidak lagi mengalami ketidaktahuan terhadap calon wakil rakyat yang mereka pilih. Dengan demikian, apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat dapat diwujudkan dan dapat dilaksanakan oleh pemerintah. Oleh sebab itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang menganggap perlu untuk memberkan pemahaman kepada masyarakat dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu berupa penyuluhan hukum tentang meningkatkan kesadaran dan kecerdasan pemilih pemula pada Pemilu tahun 2024 di kalangan siswa SMA/SMK Muhammadiyah Kota Palembang.
Kader Posyandu Sebagai Aset Pertahanan Negara dalam Penanggulangan Ancaman Stunting Muhammad Novrianto; Ari Pitoyo Sumarno; Edy Saptono
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.9496

Abstract

Stunting in Indonesia presently constitutes a strategic threat that may undermine the nation's people resources and national resilience. Posyandu cadres operate at the forefront and fulfill a vital function. They frequently encounter structural impediments that hinder their proper functioning. This study seeks to examine the function of Posyandu cadres through the lens of a national defense paradigm, aiming to clarify conceptual discrepancies in the current literature. The research employed a systematic literature review to evaluate and integrate results from many pertinent scholarly journals. The investigation verified that the acknowledged function of cadres is ineffective due to ongoing structural problems, including capacity deficiencies and insufficient incentives. Significantly, it was discovered that there was no discourse connecting the role of cadres to the notion of national defense, highlighting a deficiency in coherence within academic research. This paper presents a novel conceptual framework characterizing cadres as "human security agents." This indicates a transition in policy focus from social programs to strategic expenditures in non-military security infrastructure.
Kesenjangan dalam Praktik Pengelompokan Peserta Didik dan Implikasinya terhadap Keadilan Pembelajaran Gian Olivia Putri; Dwika Andreano; Muhammad Novrianto; Linardo Pratama
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student grouping is a common strategy implemented in schools to manage diverse learning abilities and enhance instructional effectiveness. However, in practice, student grouping often creates disparities that affect educational equity. This study aims to comprehensively examine student grouping practices and their implications for equity in learning based on national and international research findings. This study employs a qualitative approach using a literature review method, analyzing various scholarly sources such as journal articles, undergraduate theses, master’s theses, and research reports published between 2015 and 2025. Data were analyzed using descriptive content analysis to identify forms of student grouping, emerging disparities, and their impacts on students’ academic, social, and psychological dimensions. The findings indicate that ability- or achievement-based grouping tends to widen learning gaps, particularly for students from disadvantaged socioeconomic backgrounds. Additionally, rigid and permanent grouping practices often lead to labeling and stigmatization, which negatively affect students’ motivation and learning experiences. Therefore, more flexible and inclusive grouping approaches, supported by differentiated instruction, are necessary to balance equity and effectiveness in learning. This study is expected to contribute to educators’ and policymakers’ understanding of designing fair and inclusive student grouping practices that address the diverse needs of all learners.   Keywords: Student Grouping, Ability Grouping, Educational Equity, Learning Disparities, Differentiated Instruction   Abstrak Pengelompokan peserta didik merupakan salah satu strategi yang umum diterapkan di sekolah untuk mengelola keberagaman kemampuan belajar dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Namun, dalam praktiknya, pengelompokan peserta didik sering kali menimbulkan kesenjangan yang berdampak pada keadilan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif praktik pengelompokan peserta didik serta implikasinya terhadap keadilan pembelajaran berdasarkan hasil penelitian nasional dan internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, skripsi, tesis, dan laporan penelitian yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi bentuk pengelompokan peserta didik, kesenjangan yang muncul, serta dampaknya terhadap aspek akademik, sosial, dan psikologis peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelompokan berbasis kemampuan atau prestasi akademik berpotensi memperlebar kesenjangan pembelajaran, terutama bagi peserta didik dari latar belakang sosial ekonomi rendah. Selain itu, praktik pengelompokan yang bersifat permanen cenderung memunculkan labelisasi dan stigma yang berdampak negatif terhadap motivasi dan pengalaman belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengelompokan yang lebih fleksibel dan inklusif melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi guna menyeimbangkan prinsip pemerataan dan keadilan pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam merancang praktik pengelompokan peserta didik yang lebih adil dan berpihak pada kebutuhan seluruh peserta didik.   Kata kunci: Pengelompokan Peserta Didik, Ability Grouping, Keadilan Pembelajaran, Pemerataan Pendidikan, Pembelajaran Berdiferensiasi.