Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Komposisi Massa Bahan Baku dan Temperatur pada Steam Reformer terhadap Jumlah Produksi Bio-Hydrogen dengan Menggunakan Software ASPEN HYSYS V.10.0 Dermawan, Rizki Kurnia; Fathoni, Rif'an; Irawan, Anton
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v2i1.1634

Abstract

Proses pada pabrik bio hidrogen dari bio oil terbagi menjadi beberapa unit, yaitu unit dehidrooksigenasi, unit pemisahan, unit steam reforming, unit water gas shift, dan unit pemurnian. Penelitian ini menjelaskan tentangpengaruh perbandingan komposisi massa metana (CH4) dengan steam (H2O) serta pengaruh perbedaan temperatur pada unit steam methane reforming untuk melihat pengaruh pada produksi bio hidrogen. Penelitian ini dikerjakan menggunakan software simulasi proses Aspen Hysys v.10.0. Dengan menggunakan variabel temperatur pada steam reformer (800 °C, 850 °C, 900 °C, 950 °C, 1000 °C) dan variabel perbandingan komposisi massa steam dengan methane (CH4), yaitu 1:2, 1:1,25, 1:3, 1:3,5, 1:4. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan pengaruh komposisi steam dan metana berbanding lurus dengan jumlah bio hidrogen yang dihasilkan. Serta, pengaruh perbedaan temperatur pada reaktor steam reformer berbanding lurus dengan jumlah produksi hidrogen. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah produksi bio hidrogen terbaik 1300 kg/jam.Kata kunci: Aspen HYSYS, Bio Oil, Bio Hidrogen
ISTIBD?L WAKAF:: KOMPARASI PEMIKIRAN ABU ISH?Q AL-SYAIR?Z? DAN ZAKARIYY? AL-ANSH?R? Siti A'isyah; Rif'an Fathoni
Jurnal Penelitian Ilmiah INTAJ Vol. 4 No. 2 (2020): misty
Publisher : LP3M IAI Al-Qolam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/intaj.v4i2.448

Abstract

this study is a review of Islamic law regarding the problem of using unproductive waqf assets, thus giving rise to the practice of istibdal waqf. The data studied were the fatwas of the Shafi`iyyah scholars, namely Abu Ishaq as-Syairazi and Sheikh Zakaria al-Ansari and then compared them using content analysis techniques. This analysis aims to understand deeply and critically about the contents of the fatwa relating to the issue. The data used are generated from reading fiqh books, both classical and contemporary, focused on the fatwas contained in the works of the two scholars above. The data is collected and then used as a legal comparison. in legal istinb?th, both Zakaria al-Ansari and Abu Ishaq as-Syairazi followed Imam Shafi`i in the process of selecting the arguments as well as the methods used. In the discussion of istibd?l waqf, the argument used is the hadith narrated by Ibn Umar about waqf by Umar ibn Khattab and the provisions contained therein. However, there are differences in the fatwas given regarding istibdal waqf. According to al-Syairazi, if the waqf is a mosque, it is not allowed at all. Because it is still possible to pray or i`tik?f in it even though it is destroyed. But if it is non-mosques, there are two opinions: First, it cannot be for the same reason as a mosque. Second, it is permissible to sell and then use the money to buy the same waqf property, rather than letting it go to waste. Zakaria al-Ansari saw waqf cannot be replaced, either a mosque or a non-mosque. However, if there is a damaged mosque, there is a fear of collapsing, or there is a fear of vandalism, then it is possible to tear down the mosque and then rebuild the mosque, which is located near the first mosque, using the remains of the mosque that was torn down.
PEMANFAATAN KULIT SINGKONG SEBAGAI BAHAN BAKU ARANG AKTIF DENGAN VARIASI KONSENTRASI NaOH DAN SUHU Ariyani Ariyani; Putri A. R.; Eka R. P.; Fathoni R.
Konversi Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v6i1.2992

Abstract

Abstrak- Arang aktif dapat dibuat dari berbagai macam bahan baku salah satunya adalah kulit singkong karena kulit singkong memiliki kandungan karbon sebesar 59,31%. Salah satu pemanfaatan arang aktif adalah sebagai adsorben pada pemurnian air sungai. Arang aktif kulit singkong dibuat dengan proses karbonisasi pada suhu yaitu 300°C, 500°C, dan 700°C di dalam furnace. Arang aktif yang telah dikarbonisasi akan diaktifkan dengan variasi konsentrasi NaOH yaitu 0,1 N; 0,2 N; dan 0,3 N dengan waktu perendaman selama 24 jam. Kemudian dikontakkan dengan air sungai selama 30 menit dan dianalisa penyerapan logam Fe dan Mn pada air sungai. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil terbaik untuk penyerapan logam Fe yaitu pada suhu 700°C dan konsentrasi NaOH 0,3 N didapatkan konsentrasi penyerapan sebesar 0 mg/mL (tidak terdeteksi), sedangkan untuk logam Mn pada suhu 300°C dan konsentrasi NaOH 0,3 N didapatkan konsentrasi penyerapan sebesar 0,213 mg/mL. Kata kunci: arang aktif, kulit singkong, Fe, Mn                                                         Abstract- Active charcoal can be made from a variety of raw materials, one of which is the cassava skin because the skin has a carbon content of cassava 59,31%. One of the utilization of active charcoal is as adsorbents on purification of river water. Active charcoal cassava peels are made with the process of carbonization temperature 300ºC, 500ºC, and 700ºC in the furnace. Active charcoal that has been in the carbonization is enabeld NaOH concentrations variations 0,1 N; 0,2 N; and 0,3 N with a time of immersion for 24 hours. Then in contact with river water right for 30 minutes and analyzed metal absorption of Fe and Mn in the river water. This research it can be concluded that the best results for the absorption of metals Fe, namely at a temperature 700ºC and rhe concentration of NaOH 0,3 N obtained concentration absorption of 0 mg/mL (not detected), while for metal Mn at temperatures of 300ºC and the concentration of NaOH 0,3 N obtained concentration absorption of 0,213 mg/mL.   Keywords: active charcoal, cassava peels, Fe, Mn
ADSORPSI LOGAM Cu (II) DAN Fe (II) MEGGUNAKAN KERTAS KORAN BEKAS Mardiah Mardiah; Rif’an Fathoni
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 2 DESEMBER 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.463 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i2.952

Abstract

Salah satu parameter yang menentukan kualitas pencemaran air adalah kandungan logam berat seperti tembaga (Cu) dan Besi (Fe). Paparan logam berat dapat mengakibatkan penyakit kanker pada manusia, apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Oleh karena itu, logam ini perlu untuk diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke air permukaan atau pun sebagai air bersih. Pada penelitian ini telah diproduksi adsorben dari kertas koran bekas. Metode adsorpsi dipilih karena metode ini merupakan proses yang sederhana dan efektif untuk mengurangi kadar logam berat. Sedangkan kertas koran bekas memiliki kandungan selulosa yang telah lama diketahui mempunyai potensi yang cukup signifikan karena kemampuan adsorpsi nya .Penelitian ini meliputi dua tahap yaitu tahap pertama adalah pembuatan adsorben dari kertas koran bekas. Kertas koran bekas dilarutkan dalam larutan natrium hidroksida 10% untuk mengurangi berbagai kotoran seperti debu dan tinta. Pada tahap kedua, parameter yang telah diujikan adalah dosis adsorben dan waktu kontak. Setelah tahap adsorpsi selesai, larutan disaring dan dianalisa dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Dari hasil penelitian persen removal Cu (II) tertinggi 99,31 % dan Fe (II) 99,99% dan dari persamaan adsorpsi Ishoterm Langmuir diperoleh kapasitas adsorpsi maksimal (Q) pada 2182 μg/g untuk Cu (II) dan 1552 μg/g untuk Fe (II).
PEMBUATAN GLUKOSA DARI KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) DENGAN PROSES HIDROLISIS Agatha Permatasari Mayang; Reni Puspita Sari; Rif'an Fathoni
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i1.5608

Abstract

Kulit Pisang merupakan salah satu limbah yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu kandungan kulit pisang kepok adalah pati (karbohidrat). Pati kulit pisang dapat terkonversi menjadi gula dengan metode hidrolisis. Penelitian ini bertujuan mengkonversi pati kulit pisang kepok menjadi glukosa dan mencari hasil yang optimal dari kadar glukosa, yield dan pH. Proses hidrolisis menggunakan H­2SO4 dengan waktu reaksi (20, 40, 80, dan 60 menit) dan Rasio pati kulit pisang kepok (5, 10, dan 15 gram). Hasil penelitian menunjukkan hasil optimal terdapat pada 10 gram rasio pati kulit pisang kepok di menit ke 60 dengan kadar glukosa sebesar 0,073 ppm, yield 2,4358 % dan pH 6,5.
PENGARUH KOMPOSISI MASSA BAHAN BAKU DAN TEMPERATUR PADA STEAM REFORMER TERHADAP JUMLAH PRODUKSI BIO-HYDROGEN Rizki Kurnia Dermawan; Ari Susandy Sanjaya; Rif'an Fathoni; Anton Irawan; Yazid Bindar
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.939 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v2i1.3372

Abstract

Proses pada pabrik bio hidrogen dari bio oil terbagi menjadi beberapa unit, yaitu unit dehidrooksigenasi, unit pemisahan, unit steam reforming, unit water gas shift, dan unit pemurnian. Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh perbandingan komposisi massa metana (CH4) dengan steam (H2O) serta pengaruh perbedaan temperatur pada unit steam methane reforming untuk melihat pengaruh pada produksi bio hidrogen. Penelitian ini dikerjakan menggunakan software simulasi proses Aspen Hysys v.10.0. Dengan menggunakan variabel temperatur pada steam reformer (800 °C, 850 °C, 900 °C, 950 °C, 1000 °C) dan variabel perbandingan komposisi massa steam dengan methane (CH4), yaitu 1:2, 1:1,25, 1:3, 1:3,5, 1:4. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan pengaruh komposisi steam dan metana berbanding lurus dengan jumlah bio hidrogen yang dihasilkan. Serta, pengaruh perbedaan temperatur pada reaktor steam reformer berbanding lurus dengan jumlah produksi hidrogen. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah produksi bio hidrogen terbaik 1300 kg/jam.Kata kunci: Aspen HYSYS, Bio Oil, Bio Hidrogen
Pembuatan Karbon Aktif Dari Cangkang Kelapa Sawit Dengan Variasi Waktu Aktivasi Indah Wahyuni; Rif'an Fathoni
Jurnal Chemurgy Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Chemurgy-Juni 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.189 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v3i1.2776

Abstract

Cangkang kelapa sawit merupakan salah satu limbah padat dari komoditi perkebunan kelapa sawit. Salah satu produk yang dapat dibuat dari limbah cangkang kelapa sawit adalah karbon aktif yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui Penelitian ini dillakukan untuk mengetahui pengaruh variabel waktu aktivasi terhadap analisa kadar air, zat mudah menguap, dan kadar abu pada karbon aktif. Pada penelitian ini digunakan variabel waktu aktivasi 2 jam dan 4 jam serta menggunakan NaOH 1 N. Hasil dari penelitian ini didapatkan kadar air sebesar 2,92%, Kadar Abu 1% dan  Hasil penelitian ini berupa karbon aktif yang memiliki kadar 2,92%, kadar abu 1%dan zat mudah menguap 3% pada saat watu aktivasi 2 jam. Didapatkan hasil analisa kadar air sebesar 4,3%, kadar abu 3 % dan zat mudah menguap 9% pada saat waktu aktivasi 4 jam.
KEMAMPUAN ADSORPSI LOGAM BERAT Cu DENGAN MENGGUNAKAN ADSORBEN KULIT JAGUNG (Zea Mays) Agus Anggriawan; M. Yanggi Atwanda; Nurhazizah Lubis; Rif'an Fathoni
Jurnal Chemurgy Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Chemurgy-Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.706 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v3i2.3581

Abstract

Secara umum adsorpsi merupakan suatu proses pemisahan bahan dari campuran gas maupun cairan, bahan yang harus dipisahkan ditarik oleh permukaan adsorben padat lalu diikat oleh gaya-gaya yang berkerja pada permukaan tersebut. Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang paling sering digunakan untuk menjerap zat-zat tertentu pada suatu larutan seperti kandungan logam. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai adsorben adalah kulit jagung. Kulit jagung memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai adsorben guna menyerap kandungan ion logam yang terkandung di dalam suatu larutan. Penelitian ini menggunakan NaOH dan H2O2 sebagai aktivator karbon kulit jagung terhadap adsorpsi kadar logam dalam larutan CuSO4. Dimana diketahui kadar awal kedua larutan CuSo4 sebesar 15 mg/L. Lalu dilakukan adsorpsi dengan adsorben karbon dari kulit jagung tanpa diaktivasi diperoleh penurunan, kadar CuSo4 sebesar 80%. Selanjutnya dilakukan adsorbsi dengan adsorben karbon aktif dari kulit jagung diperoleh hasil kadar CuSo4 sebesar 0,00 mg/L dengan penurunan sebesar 100%. Hal ini disebabkan karena didalam kulit jagung memiliki kandungan selulosa yang dapat dengan baik menyerap kandungan logam.Kata Kunci : Adsorpsi, Adsorben, Kulit Jagung, Aktivator
PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENCAMPURAN DENGAN GLISEROL TERHADAP KUALITAS EDIBLE FILM DARI LABU KUNING DAN KITOSAN Rif'an Fathoni; Rizka Marlina; Rifaido Herlan; Vyra Kredha Nagari
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Chemurgy-Desember 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i2.5898

Abstract

Edible film merupakan bahan pengemas yang dapat digunakan sebagai pengganti plastik, terutama sebagai bahan pengemas makanan. Edible film memiliki sifat yang mudah terurai dan hidrofilik. Edible film yang marak digunakan di pasaran biasanya dapat dikonsumsi secara langsung seperti pada pembungkus sosis, pembungkus permen, dan masih banyak lagi. Edible film biasanya dibuat dengan bahan baku pati seperti pati gandum, jagung, kentang, tapioka, dan labu kuning. Labu kuning mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan edible film, hal ini dikarenakan labu kuning sangatlah banyak dijumpai di negara Indonesia dan ketersediaan sumber dayanya sangat melimpah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar air yang terkandung di dalam edible film, kelarutan edible film terhadap air, dan mengetahui apakah edible film dari pati labu kuning memiliki sifat biodegradable, dengan variabel bebas suhu dan waktu pada saat pencampuran dengan gliserol. Kadar air yang dihasilkan yakni 40%, persentase kelarutan edible film terhadap air yang dihasilkan yakni 57,680% dan sifat biodegradasi pada edible filmyang dihasilkan yakni dapat terdekomposisi dengan baik.Kata Kunci: Biodegradable, Edible Film, Labu Kuning, Pati, Pati Labu Kuning
KEMAMPUAN ADSORPSI LOGAM BERAT Cu DAN Pb DENGAN MENGGUNAKAN ADSORBEN KULIT JAGUNG (Zea Mays) Lutfi Nurohmah; Paradila Apriliani Wulandari; Rif'an Fathoni
Jurnal Chemurgy Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Chemurgy-Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.21 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v3i2.3579

Abstract

Limbah kulit jagung memiliki potensi yang sangat besar dalam pengaplikasiannya sebagai adsorben dengan aktivasi menggunakan HCl. Adsorpsi merupakan suatu proses pengikatan adsorbat pada permukaan adsorben. Kemampuan kulit jagung sebagai adsorben dapat mengikat adsorbat pada logam timbal dan tembaga pada suhu dan pH yang tepat. Pengukuran kadar logam menggunakan analisa Sprektroskopi Serapan Atom. Variabel suhu yang digunakan 400oC dan 500oC sedangkan pH yang digunakan 2;2,5;3;3,5 dan 4. Kemampuan peyerapan logam timbal yang diadsorbsi diperoleh 0 mg/L dari semula 24,8 mg/L pada pH 2;2,5;3;3,5 dan 4 dan suhu 400 oC. dan untuk logam tembaga mengalami penurunan kadar logam dari semula 18,7 mg/L pada pH 2;2,5;3;3,5 dan suhu 500 oC pada pH 2,5 diperoleh 12,5 mg/L .Semakin tinggi suhu maka semakin tinggi penyerapan logam dan semakin netral pH semakin tinggi penyerapan terhadaplogam.Kata Kunci : Adsorben, Kulit Jagung, Penurunan Kadar, pH, suhu.