Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

POLA PIKIR MISTIS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN: STUDI KUALITATIF PADA INDIVIDU DENGAN KARAKTERISTIK SCHIZOTYPAL Muhyiddin Ar Raaji; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 5 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Mei 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i5.1863

Abstract

Magical thinking is an individual's tendency to believe in cause-and-effect relationships that are not based on empirical evidence, but rather on subjective or symbolic beliefs. This characteristic is often found in individuals with schizotypal tendencies, who have unique cognitive patterns in interpreting reality. This study aims to understand how magical thinking influences the decision-making process in individuals with schizotypal characteristics. The study used a qualitative approach through in-depth interviews with three respondents who exhibited magical thinking tendencies in their daily lives. The results showed that magical thinking influences how individuals assess risks, interpret events, and make choices, especially when decisions are based on intuition, symbols, or personal beliefs. These findings suggest that the decision-making process in individuals with schizotypal characteristics is influenced not only by rational considerations but also by subjective interpretations of the meaning of experiences. This research is expected to provide a deeper understanding of the relationship between magical thinking and cognitive dynamics in the decision-making process.
Strategi Guru Dalam Mendukung Regulasi Emosi Anak Dengan Autism Spectrum Disorder Muhammad Thoriq Huwaidi; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Maret - April 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i1.663

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan penting yang mendukung perkembangan sosial dan keberhasilan pembelajaran anak; namun, anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) sering mengalami kesulitan dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara adaptif, sehingga berdampak pada partisipasi mereka di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan yang tepat terhadap regulasi emosi anak dengan ASD di sekolah inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam mendukung regulasi emosi anak dengan ASD di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengalaman dan praktik guru. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang guru yang secara langsung mendampingi anak dengan ASD dalam kegiatan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pemahaman guru terhadap karakteristik emosi anak, penciptaan lingkungan belajar yang terstruktur dan aman secara emosional, penggunaan strategi pembelajaran, pendekatan empatik, tantangan yang dihadapi guru, serta kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa dukungan regulasi emosi anak dengan ASD memerlukan pendekatan yang terstruktur, empatik, dan kolaboratif, serta menekankan peran penting guru dalam pendidikan inklusif`.
Pengalaman Menjadi People pleaser Pada Individu Dengan Karakter Agreeableness Tinggi Denada Yuliza; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 3 (2026): Edisi Juli - Agustus 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i3.701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman menjadi people pleaser pada individu dengan karakter agreeableness tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif partisipan secara mendalam. Subjek penelitian berjumlah tiga responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria memiliki tingkat agreeableness tinggi dan kecenderungan perilaku people pleasing. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan agreeableness tinggi memiliki kecenderungan kuat untuk membantu dan menyenangkan orang lain sebagai bentuk empati dan upaya menjaga hubungan sosial. Namun, mereka juga mengalami kesulitan dalam mengatakan “tidak”, yang dipengaruhi oleh rasa tidak enak, takut mengecewakan orang lain, serta keinginan menghindari konflik. Faktor yang memengaruhi perilaku tersebut meliputi faktor internal seperti kepribadian dan empati, serta faktor eksternal seperti lingkungan sosial. Perilaku people pleaser memberikan dampak positif berupa hubungan sosial yang harmonis, namun juga berdampak negatif seperti kelelahan emosional, stres, dan burnout. Meskipun demikian, partisipan menunjukkan upaya untuk mengelola perilaku tersebut dengan menetapkan batasan diri dan menyeimbangkan kebutuhan pribadi dengan orang lain. Kesimpulannya, karakter agreeableness yang tinggi berperan dalam munculnya perilaku people pleaser, sehingga diperlukan kemampuan asertivitas dan self-boundaries agar individu dapat menjaga kesejahteraan diri tanpa mengabaikan hubungan sosial.