Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengalaman Mahasiswa Menggunakan Self-Compassion untuk Menghadapi Stres Akademik Khoirul Rizki Khotimah; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i2.614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan   pengalaman mahasiswa dalam menggunakan self-compassion untuk menghadapi stres akademik. Stres akademik merupakan tekanan psikologis yang muncul akibat tuntutan akademik yang melebihi kemampuan individu, dan jika tidak dikelola dapat menurunkan motivasi serta kesejahteraan mental siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan 3 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh sebagai partisipan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-compassion menjadi mekanisme koping adaptif yang membantu siswa mengelola stres akademik melalui penerimaan diri, kesadaran emosi, dan sikap penuh kebaikan terhadap diri sendiri. Selain itu, dukungan sosial dari teman dan keluarga memperkuat kemampuan siswa untuk menjaga keseimbangan psikologis dan mengembangkan ketahanan emosional. Temuan ini menegaskan bahwa self-compassion tidak hanya berfungsi sebagai konsep moral, tetapi juga sebagai keterampilan emosional yang dapat dilatih untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan tinggi untuk mengintegrasikan pelatihan self-compassion dalam program pendampingan psikologis sebagai upaya preventif terhadap stres akademik.
Pengalaman Pasien Diabetes dalam Menjalani Pola Hidup Sehat dan Dukungan Keluarga Teuku Nabhan Zuhdi; Sri Nurhayati Selian
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): February: Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v4i1.2008

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease with a steadily increasing prevalence in Indonesia. This condition not only affects physical health but also requires patients to make significant lifestyle changes to maintain stable blood glucose levels. Efforts to adopt a healthy lifestyle such as regulating diet, exercising regularly, and managing stress are often met with various challenges. In this context, family support plays a crucial role in helping patients adapt and remain consistent in self-management. This study aims to describe the experiences of type 2 diabetes patients in maintaining a healthy lifestyle and the forms of family support they receive. A qualitative phenomenological approach was used, involving three participants undergoing outpatient treatment at RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed thematically. The findings show that patients face challenges in maintaining dietary control, consistent exercise, and emotional balance. However, family support such as reminding patients to take medication, providing healthy meals, and offering emotional motivation serves as a key factor that strengthens patients’ commitment to a healthy lifestyle. The study concludes that the success of diabetes management is highly influenced by active family involvement. Therefore, educational and health intervention programs should integrate families as essential partners in supporting patients with diabetes.
Pengalaman Remaja Broken Home Dalam Memaknai Pola Asuh Orangtua Dan Kesehatan Mental Annahdiati Nur; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana remaja dari keluarga broken home mengevaluasi gaya pengasuhan dan bagaimana hal tersebut memengaruhi kesehatan mental mereka. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif fenomenologis. Tiga remaja, berusia 15 hingga 18 tahun, yang pernah mengalami perpisahan orang tua dipilih untuk penelitian ini menggunakan metode seleksi bertujuan. Pendekatan analisis interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk memeriksa data, yang dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan wawancara mendalam. Temuan studi membuktikan jika perpisahan orangtua menyebabkan perubahan pola asuh yang cenderung menjadi permisif atau otoriter. Remaja yang mendapatkan dukungan emosional, kasih sayang, dan komunikasi terbuka menunjukkan kestabilan emosi yang lebih baik. Sebaliknya, kurangnya dukungan emosional berdampak pada munculnya perasaan kesepian, kecemasan, dan kebingungan identitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hubungan emosional dan komunikasi orangtua–anak lebih berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja dibandingkan keutuhan struktur keluarga
Makna Stres Akademik terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa: Sebuah Studi Kualitatif Riyadi, Muhammad Fajar; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6462

Abstract

Mahasiswa rentan mengalami stres akademik akibat tuntutan tugas, tekanan sosial, dan keterbatasan waktu. Kondisi ini tidak hanya mengganggu performa belajar, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam hubungan antara stres akademik dan kesehatan mental mahasiswa dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Tiga mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh dipilih sebagai informan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik muncul dari beban tugas berlebih, ekspektasi keluarga dan dosen, serta keterampilan manajemen waktu yang terbatas. Dampaknya meliputi kelelahan emosional, kecemasan, sulit tidur, mudah tersinggung, penurunan motivasi, dan kecenderungan menarik diri. Namun, strategi koping adaptif seperti manajemen waktu, relaksasi, journaling, aktivitas spiritual, serta dukungan sosial terbukti membantu mereduksi tekanan tersebut. Penelitian ini menegaskan adanya hubungan negatif antara stres akademik dan kesehatan mental mahasiswa, sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan institusi dalam menyediakan layanan konseling dan pelatihan pengelolaan stres.
Menjelajahi Makna Citra Tubuh dalam Membentuk Kepercayaan Diri di Kalangan Mahasiswi Asmaul Husna; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6656

Abstract

Platform sosial media membentuk persepsi masyarakat tentang apa yang dianggap “cantik” dan “ideal”. Tubuh langsing, kulit cerah, wajah simetris, serta gaya hidup tertentu sering kali dijadikan patokan nilai estetika yang harus dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna citra tubuh (body image) dan bagaimana persepsi tersebut memengaruhi kepercayaan diri mahasiswi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis deskriptif, penelitian ini melibatkan tiga mahasiswi aktif sebagai partisipan yang memiliki latar belakang sosial dan pengalaman pribadi berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipatif, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat antara body image dan kepercayaan diri. Mahasiswi yang memiliki body image positif menunjukkan penerimaan diri yang tinggi, pandangan realistis terhadap tubuh, serta rasa percaya diri yang stabil dalam berinteraksi sosial. Sebaliknya, body image negatif berkaitan dengan munculnya rasa minder, ketidakpuasan terhadap tubuh, dan penurunan kepercayaan diri, terutama ketika terpapar komentar sosial dan media. Faktor lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya, serta media sosial, terbukti berperan signifikan dalam membentuk persepsi tubuh. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerimaan diri (self-acceptance), literasi media, dan dukungan sosial sebagai faktor pelindung dalam membangun kepercayaan diri yang sehat di kalangan mahasiswi.
GAMBARAN STRES PADA REMAJA YANG MENGALAMI KECANDUAN JUDI ONLINE Zhafran Arrazaq; Sri Nurhayati Selian
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6770

Abstract

Fenomena yang semakin marak saat ini adalah judi online, yang mana dapat di akses melalui ponsel pintar dan perangkat digital masing-masing individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh kecanduan judi online terhadap stres pada remaja. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan tiga subjek remaja yang mengalami kecanduan judi online. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan judi online memberikan dampak signifikan terhadap tingkat stres remaja, yang ditandai dengan perasaan cemas, gelisah, mudah marah, sulit tidur, serta munculnya rasa bersalah dan penyesalan. Faktor penyebab utama kecanduan adalah rasa penasaran, pengaruh teman, dan dorongan untuk mendapatkan uang dengan cepat. Sedangkan, dampak stres terlihat pada aspek emosional, sosial, akademik, dan finansial.  
Pengalaman Self-Harm pada Remaja Putri dengan Kesehatan Mental yang Buruk Umairatu nisa; Sri Nurhayati Selian
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan penting yang ditandai dengan pembentukan identitas diri serta paparan terhadap tekanan emosional dan sosial. Ketika remaja gagal mengelola tekanan tersebut, kesehatan mental mereka dapat terganggu dan memicu munculnya perilaku maladaptif seperti self-harm. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kesehatan mental yang buruk dapat memicu perilaku melukai diri sendiri pada remaja perempuan, serta mengidentifikasi faktor psikologis, sosial, dan keluarga yang berpengaruh. Tiga partisipan perempuan berusia 15–17 tahun dengan riwayat self-harm diwawancarai menggunakan pedoman semi-terstruktur. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola dan makna utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik keluarga, tekanan akademik, dan hubungan sosial yang tidak sehat menyebabkan tekanan emosional, rasa hampa, dan kesulitan mengendalikan emosi negatif, sehingga self-harm menjadi mekanisme koping sementara. Penelitian ini menegaskan bahwa self-harm merupakan ekspresi dari penderitaan emosional yang tidak terselesaikan. Empati, komunikasi keluarga, dan kesadaran kesehatan mental penting untuk pencegahan dan penanganan.