Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERANAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER KERJA SAMA DAN KEDISIPLINAN MAHASISWA PGSD Restuina, Corry
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 8 No. 1 (2025):, Januari 2025
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut guru untuk kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran di kelas. Pembelajaran yang dilakukan selama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan kognitif peserta didik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan permainan gobak sodor dalam upaya membentuk karakter kerja sama dan kedisiplinan mahasiswa khususnya mahasiswa prodi PGSD. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan mengamati dan menggali informasi langsung di lapangan. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, observasi dan wawancara terstruktur. Lokasi penelitian di Universitas Quality Medan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Berdasarkan pengamatan awal diketahui bahwa di lokasi tersebut masih belum memanfaatkan permainan tradisional secara optimal. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Tahap-tahap penelitian secara garis besar dibagi kedalam tiga bagian, yaitu; 1) Tahapan persiapan/pra-lapangan, 2) Tahapan pekerjaan lapangan, dan 3) Tahapan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan :1) Saat ini permainan modern lebih banyak digunakan dibandingkan dengan permainan tradisional. 2) Permainan Gobak Sodor sebagai salah satu permainan tradisional dari D.I Yogyakarta ini telah berhasil menjadi salah satu media membentuk karakter kedisiplinan mahasiswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK PADA MATA PELAJARAN PKN MATERI PANCASILA KELAS V SD NEGERI 067243 Rezeki, Ulfah Sari; Restuina, Corry; Br Sembiring, Sabda Seriani; Br Marpaung, Yeni Seftiani
Jurnal Curere Vol 9, No 1 (2025): Pengaruh Model Student Facilitator And Explaining Terhadap Literasi Baca Tulis S
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/jc.v9i1.1548

Abstract

Pendidikan merupakan sarana terpenting untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara, hal ini karena pendidikan merupakan proses budaya yang bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 dinyatakan bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untukmewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Artinya, pendidikan di sekolah merupakan proses yang terencana dan mempunyai tujuan, sehingga segala sesuatu yang dilakukan oleh guru dan peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran. Melalui proses pendidikan terencana diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar yang kondusif serta proses belajar yang menyenangkan, dengan tujuan peserta didik dapat mengembangkan potensi diri. Melihat tujuan dari pendidikan nasional tersebut, maka efektivitas pembelajaran harus ditingkatkan, karena proses pembelajaran memegang peran penting dalam menghasilkan atau menciptakan lulusan yang berkualitas.
EFEKTIVITAS METODE TEAM QUIZ BERBANTU BAHAN AJAR DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS Restuina, Corry; Sirait, Ana Tasya; Marbun, Yolan Dita; Saragih, Ade Aprilia Putri; Rajagukguk, Paskah M.; Tamba, Pernandina
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 8 No.2 (2025):, Juli 2025
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Team Quiz berbantu Bahan Ajar dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran IPS yang masih didominasi metode ceramah, sehingga siswa menjadi pasif dan kurang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di salah satu sekolah dasar negeri di kota Medan, yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan metode Team Quiz dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi partisipasi aktif dan soal evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan partisipasi aktif siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode Team Quiz menunjukkan peningkatan keaktifan dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan bekerja sama dalam kelompok. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa motode Team Quiz efektif dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa pada pembelajaran IPS di sekolah dasar.
PELESTARIAN BUDAYA LOKAL SEBAGAI BENTUK IMPLEMENTASI ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT Restuina, Corry; Damanik, Maelisa Putri; Tarihoran, Maria Gabriela; Tarigan, Cherly Br; Purba, Parida Paskah; Tungkup, Cinthya O Lumban; Simamora, Gerarda Riris Marito; Sitompul, Rosmeika
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In Press)
Publisher : FKIP Universitas Al Washliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v12i1.1377

Abstract

Preserving local culture is a strategic step in maintaining national identity amidst the rapidly evolving tides of globalization, modernization, and digitalization, particularly in the 2024–2025 period. Basic Social and Cultural Sciences (BSCS) plays a crucial role in fostering public awareness of the social and cultural values ​​that exist and thrive in their environment. Modern developments pose serious challenges to local culture, such as shifting values, weakening cultural identity, and diminishing awareness among the younger generation about regional cultural heritage. If these conditions are not balanced with ongoing preservation efforts, national identity could potentially suffer degradation. This study aims to examine the relevance of ISCS to local cultural preservation efforts and the role of the community, educational institutions, and social communities in maintaining cultural sustainability. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach through literature review and social observation of cultural phenomena in the community. The results of the study indicate that preserving local culture not only functions as an effort to preserve cultural heritage but also plays a role in character formation, strengthening social values, increasing tolerance, and fostering community cultural responsibility.Thus, the implementation of ISBD through the preservation of local culture becomes an important foundation in building a society that is cultured, has character, and has high social awareness amidst changing times. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi ISBD dalam upaya pelestarian budaya lokal serta peran masyarakat, lembaga pendidikan, dan komunitas sosial dalam menjagakeberlanjutan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studiliteratur dan observasi sosial terhadap fenomena budaya di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelestarianbudaya lokal tidak hanya berfungsi sebagai upaya menjagawarisan budaya, tetapi juga berperan dalam pembentukankarakter, penguatan nilai sosial, peningkatan sikap toleransi, serta penumbuhan tanggung jawab budaya masyarakat. Dengandemikian, implementasi ISBD melalui pelestarian budaya lokalmenjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berbudaya, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah perubahan zaman
MANYIKAPI BUDAYA SEKS BEBAS DAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH Restuina, Corry; Nadapdap, Eliana; Surbakti, Binariani; Tamba, Maria Agatha; Saragih, Gita Christy; Sinaga, Junius Okta Fianus; Silaen, Helen Rianti Br; Barus, Meyci Amelia Br
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In Press)
Publisher : FKIP Universitas Al Washliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v12i1.1378

Abstract

Fenomena seks bebas dan kekerasan di lingkungan sekolah merupakan permasalahan sosial dan budaya yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi, serta perubahan nilai moral di kalangan remaja. Interaksi sosial yang semakin terbuka, pengaruh teman sebaya, intensitas penggunaan media sosial, lemahnya kontrol keluarga, serta minimnya pendidikan seksual yang komprehensif menjadi faktor utama yang mendorong munculnya perilaku menyimpang pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena seks bebas dan kekerasan di lingkungan sekolah dari perspektif sosial dan budaya, serta menganalisis faktor penyebab dan dampaknya terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan pendidikan remaja. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa seks bebas dan kekerasan di sekolah berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental remaja, mengganggu proses pembelajaran, serta mencerminkan lemahnya peran kontrol sosial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan karakter, pendidikan moral, serta pendidikan seksual yang sehat dan bertanggung jawab guna mencegah dan menanggulangi permasalahan tersebut. Kata kunci: seks bebas, kekerasan, remaja, lingkungan sekolah, masalah sosial dan budaya.