Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan Angin pada Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan Budi Prasetya; Kris Sujatmoko; Dharu Arseno; Yuyun Siti Rohmah; Tri Nopiani Damayanti; Sugondo Hadiyoso
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8480

Abstract

Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah (HK) dikenal sebagai lembaga pendidikan modern yang sudah mulai banyak mengenal teknologi, tidak hanya fokus ke pelajaran keagamaan saja, namun perhatian juga terhadap mata pelajaran eksak seperti Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Aktivitas ektrakurikuler juga dikembangkan, sehingga bisa dikatakan jam operasional Pesantren adalah 24 jam. Akibat operasional selama 24 jam ini, maka biaya operasional Ponpes sangat tinggi terutama dalam penyediaan catu daya listrik. Selama ini belum dicoba alternatif pembangkitan catu daya karena keterbatasan pengetahuan dan anggaran pengadaan. Pada tahun 2023 sudah dimulai inisiasi kerjasama antara Telkom University dengan Ponpes HK, salah satu kebutuhan Ponpes HK yaitu pengadaan pembangkit listrik tenaga surya dan jika memungkinkan juga pembangkit listrik tenaga angin. Berdasarkan permintaan tersebut, maka kami tim dosen dari Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Ilmu Terapan menyambut baik permintaan tersebut dengan merencanakan kegiatan pengabdian Masyarakat dengan Mitra Sasar adalah Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Kegiatan telah dilakukan selama 2 semester dengan program implementasi pembangkit listrik tenaga surya dan angin di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Kegiatan ini berkolaborasi dengan PT Sasamu Energy Perkasa (PT SEP). PT SEP adalah Perusahaan penyedia peralatan catu daya Listrik dari Jakarta, direktur dari PT SEP adalah alumni Universitas Telkom. Dengan adanya kolaborasi ini, manfaat yang dirasakan oleh Mitra Sasar menjadi lebih banyak, selain memperoleh alternatif catu daya Listrik, bisa juga sebagai bagian proses pembelajaran civitas akademika Madrasah Aliah Ponpes HK.
Implementasi Ketahanan Pangan dengan Urban Farming di KWT Mekar Arum Mewangi, GBA 3, Bojongsoang, Kab. Bandung Sugondo Hadiyoso; Muhammad Farhan Alghifari Chaniago Saputro; Yuyun Siti Rohmah; Budi Prasetya
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 1 (2025): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i1.9310

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu penting yang menjadi program pemerintah Indonesia. Ketahanan pangan bersifat mendesak, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, populasi yang terus bertambah, serta yang tidak kalah penting adalah keterbatasan lahan pertanian. Implementasi ketahanan pangan melalui urban farming menjadi solusi inovatif dalam menghadapi keterbatasan lahan dan meningkatkan kemandirian pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengkaji pelaksanaan urban farming oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Arum Mewangi di Griya Bandung Asri 3, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Tujuannya adalah menerapkan penelitian berkaitan dengan urban farming dalam mendorong ketahanan pangan mandiri serta memberdayakan ibu-ibu dalam kegiatan pertanian perkotaan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan pendampingan kelompok. Selain implementasi, tim juga memberikan pelatihan pembibitan sayuran hidroponik. Hasil kegiatan ini diharapkan urban farming tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan lokal tetapi juga memperkuat partisipasi perempuan dalam pengelolaan sumber daya pertanian. Sistem yang diimplementasikan dilengkapi dengan sensor-sensor untuk mendeteksi suhu air, suhu udara, dan kelembapan sekitar sehingga kondisi lingkungan hidroponik dapat terus termonitor. Dengan memanfaatkan lahan terbatas secara optimal, KWT Mekar Arum Mewangi berharap dapat menciptakan model ketahanan pangan berbasis komunitas yang berkelanjutan dimulai dari lingkup kecil.
Antena Slot Waveguide Segi Empat Segala Arah pada Frekuensi 2.4 GHz Sri Hardiati; Yuyu Wahyu; Hanindya Permatasari; Budi Prasetya R.
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v16.46-51

Abstract

Antena diharapkan memiliki desain dengan konstruksi yang lebih mudah, murah dan efisien. Antena slot waveguide adalah antena gelombang mikro. Antena ini berupa suatu waveguide yang mempunyai slot–slot membentuk array dan terletak pada dinding waveguide untuk memperoleh gain tinggi. Dalam paper ini dibahas mengenai eksperimen antena slot waveguide segi empat (rectangular) dengan enam slot yang tersusun secara paralel sepanjang waveguide dan beroperasi pada frekuensi 2.4 GHz. Hasil pengukuran dari antena slot waveguide ini diperoleh karakteristik antena dengan spesifikasi bandwidth sebesar 33 MHz pada batas nilai VSWR ≤ 1.5. Antena slot waveguide ini menghasilkan pola radiasi omnidireksional dengan gain sebesar 4.121 dBi pada frekuensi operasi 2.4 GHz. Sehingga antena tersebut dapat diestimasikan layak untuk diimplementasikan pada sistem Wi-Fi dan system komunikasi lain dengan frekuensi operasi 2.4 GHz.
Comparative Quality of Services and Resource Utilization Analysis of Free5GC and Open5GS in Resource-Constrained Private 5G Networks Naufal Hanan Lutfianto; Budi Prasetya; Vivi Monita
Journal of Information System and Informatics Vol 8 No 2 (2026): April
Publisher : Asosiasi Doktor Sistem Informasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63158/journalisi.v8i2.1513

Abstract

This research compares the performance of two widely used open-source 5G core (5GC) platforms, Free5GC and Open5GS, in a resource-constrained private network environment. While previous studies have mainly focused on feature comparison or large-scale deployments, performance under limited computational resources has received less attention, particularly for small-scale enterprise use cases. In this work, both platforms are integrated with UERANSIM to emulate end-to-end 5G communication and evaluated under dynamic user equipment (UE) scaling. Each 5GC instance and simulator component is allocated one CPU core and 2 GB of memory. Performance is assessed using key Quality of Service (QoS) metrics, including throughput, latency, packet loss, and resource utilization (CPU and memory), under both TCP and UDP traffic. The results show that Open5GS consistently provides better performance than Free5GC. It achieves up to 10.58 Mbps throughput compared to 9.22 Mbps and maintains lower latency around 0.72–0.73 ms, while Free5GC reaches up to 1.20 ms as the number of UEs increases. In addition, Free5GC reaches high CPU utilization earlier under increasing load. These differences are mainly related to its microservice-based architecture, which introduces additional processing overhead.
Pelatihan Pembelajaran Koding untuk Guru-guru SDN 005 dan SDN 058 Babakan Ciparay Kota Bandung Budi Prasetya; Kris Sujatmoko; Dharu Arseno; Yuyun Siti Rohmah
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2952

Abstract

Era digital telah mengubah paradigma pendidikan, termasuk di tingkat sekolah dasar. Pembelajaran koding atau pemrograman kini menjadi salah satu keterampilan abad 21 yang perlu dikenalkan sejak dini. SDN 005 dan 058 Babakan Ciparay di Kota Bandung menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan pembelajaran koding ke dalam kurikulum karena keterbatasan kemampuan guru dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan komprehensif kepada guru-guru di kedua sekolah dasar tersebut tentang pembelajaran koding yang sesuai untuk siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan meliputi workshop intensif, pelatihan hands-on, pendampingan berkelanjutan, dan evaluasi program. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep computational thinking, penggunaan platform pembelajaran koding untuk anak seperti Scratch Jr dan Blockly, serta strategi integrasi pembelajaran koding dalam mata pelajaran yang sudah ada. Jumlah peserta yang hadir adalah 46 guru dari kedua sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi digital guru, membekali mereka dengan keterampilan mengajar koding, dan pada akhirnya meningkatkan literasi digital siswa sejak dini. Keberlanjutan program dijamin melalui pembentukan komunitas belajar guru, penyediaan modul pembelajaran, dan kerjasama jangka panjang dengan sekolah mitra. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terciptanya generasi siswa yang memiliki kemampuan computational thinking dan siap menghadapi tantangan era digital.
Performance Degradation Analysis of WLAN-Based Train-to-Ground Communication in Jakarta LRT ABRAHAM DHAYAN JONATHAN; ERNA SRI SUGESTI; BUDI PRASETYA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 14, No 3: Published July 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v14i3.303

Abstract

Operational disruptions on the Jakarta Light Rail Transit (LRT) during 2023–2025 indicate issues related to the signal loss between the train's communication system and surface radio devices. This research investigates the causes of signal loss through field testing, simulations, and theoretical analysis. Field testing showed a measured Received Signal Level (RSL) of approximately −79 dBm, while simulation results with Atoll and theoretical approaches ranged from −70 to −65 dBm and −50.62 to −66.18 dBm. Coverage analysis based on Atoll simulation revealed signal-free areas between adjacent Wireless Radio Units (WRUs), leading to a loss of connectivity for 1.12 second. The SINR values obtained, ranging from 2 to 8 dB, resulted in a BER of up to 10⁻² and a PER of 100%, as simulated using MATLAB. Doppler analysis confirms slow fading conditions, showing that the train's mobility factor has no effect.