Ayu Rizkia Silviana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Feminism in the Poem Tukhotibu Al-Mar’ah Al-Miṣriyah by Malak Hifni Nasif Based on Michael Riffaterre's Semiotics Concepts Ayu Rizkia Silviana; Supardi
Islah: Journal of Islamic Literature and History Vol. 4 No. 1 (2023): Islah: Journal of Islamic Literature and History
Publisher : Faculty of Ushuluddin, Adab, and Humanities Universitas Islam Negeri Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/islah.v4i1.25-40

Abstract

This article aims to describe the application of Michael Riffaterre's semiotic theory to the poem Tukhatibu al-Mar'ah al-Miṣriyah by Malak Hifni Nasif, an Egyptian-born feminist fighter. This study uses a qualitative descriptive method that focuses on narrative accompanied by detailed sentence descriptions.  The results of this study show that through heuristic and hermeneutic readings it is revealed that the poem reflects the poet's message or advice to Egyptian women in 1900, in which many women began to leave their headscarves as a symbol of feminism.  The matrix is ​​in the form of the poet's hopeful advice for Egyptian women.  The model is in the form of the feminist movement, and the Variants are found in the 2nd, 3rd, 5th, 7th and 9th stanzas, as well as the Hipogram in this poem, which is a book by the previous poet entitled "an-Nisaiyat".
KONSEP WASATHIYAH ISLAM DALAM KONTEKS GLOBALISASI DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Ayu Rizkia Silviana; Mukh Nursikin
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 3 No 1 (2025): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia terdiri atas masyarakat yang majemuk. Kemajemukan tersebut jika tidak disikapi secara tepat akan menimbulkan berbagai persoalan. Konsep agama yang inklusif perlu ditanamkan supaya tidak menimbulkan radikalisme, ekstremisme, terorisme. Konsep tersebut yaitu Wasathiyah atau moderasi beragama. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan kajian tentang konsep Wasathiyah pendidikan agama islam dalam konteks globalisasi dan multikultural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka. Proses pelaksanaan penelitian sebagai berikut: (1) reduksi data, menyeleksi data dengan kategori tertentu; (2) penyajian data, data temuan penelitian dipaparkan secara sistematis dan jelas; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, tantangan pendidikan Islam di era globalisasi yaitu (a) kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi; (b) demokratisasi; dan (c) kemerosotan moral. Kedua, terdapat tiga pilar dalam menangkal radikalisme, (1) pilar adil; (2) pilar keseimbangan; dan (3) pilar toleransi. Ketiga, terdapat tiga strategi dalam memperkuat moderasi beragama, (1) memperkuat konsep moderasi; (2) mengembangkan muatan kurikulum; dan (3) mengoptimalkan pembelajaran pendidikan agama islam. Keempat, terdapat karakter yang perlu ditanamkan dalam pendidikan di era globalisasi yaitu (1) Tawasuth (pertengahan); (2) Tatsamuh (toleran); (3) Tawazun (seimbang); dan (4) I’tidal (konsisten, tegas dan berlaku adil).