Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Principle of Da'wah at-Tafhim la Talqin in the Da'wah of Arrazy Hasyim from the Perspective of Jum'ah Amin 'Abdul Aziz Marya Ulfa; Lilis Muchlisoh; Achmad Zaki Ghufron; Maftukhatul Azizah; Moh. Ali Aziz; Alfiansyah Husin
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Mei : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/kpi.v6i2.1703

Abstract

This study analyzes the principle of da'wah at-Tafhim la Talqin in Arrazy Hasyim's da'wah on Youtube entitled "How Noble the Prophet SAW is!" This principle prioritizes on providing understanding (at-Tafhim), invitation, and guidance rather than lecturing (talqin), mocking, and judging in delivering da'wah messages that leave an impression on da'wah partners. The analysis method in this study is Miles and Huberman's content analysis by reducing data, then the data is presented according to categories, then conclusions are drawn. Aiming to find out the constructive meaning of the principle of at-Tafhim la Talqin in Arrazy Hasyim's da'wah, the results of the study show that the at-Tafhim approach in Arrazy Hasyim's videos is able to build understanding and awareness of da'wah partners in understanding and carrying out religious messages.  It shows that this approach becomes an effort to convey communicative and educational messages to all groups of societies.
DAKWAH KRITIS TOKOH BAIDURI DALAM SERIAL BIDAAH Maftukhatul Azizah; Widadi; Taufikkurrohman, Diki; Luluk Fikri Zuhriyah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.671

Abstract

Penelitian ini membahas representasi keberanian dakwah dalam tokoh fiktif Baiduri dalam serial Malaysia berjudul Bidaah. Serial ini menggambarkan resistensi terhadap penyimpangan agama yang dilakukan oleh pemimpin sekte berkedok simbol keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana karakter Baiduri menjadi agen dakwah kritis melalui keberanian menolak pengkultusan, melindungi keluarga, membentuk kolaborasi perlawanan, serta mempertahankan prinsip Islam di bawah tekanan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi dan naratif, serta menggunakan perspektif dakwah kritis sebagai kerangka teoritik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Baiduri merepresentasikan bentuk dakwah simbolik dan transformatif yang menggabungkan kejujuran, keteguhan, empati, dan kritik terhadap kekuasaan religius yang menyimpang. Media fiksi, dalam hal ini serial Bidaah, terbukti efektif sebagai ruang alternatif dakwah yang mampu membangun kesadaran sosial dan spiritual secara reflektif dan kontekstual. Kajian ini membuka ruang baru bagi pengembangan teori dan praktik dakwah melalui media populer serta memperkuat narasi peran perempuan sebagai subjek aktif dalam perjuangan keislaman.