Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Komunikasi Persuasif Melalui Program Tebar Huffadz Taufikkurrohman, Diki; Ahmad Habibul Muiz; Reka Gunawan; Luluk Fikri Zuhriah
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v10i1.12548

Abstract

The Tebar Huffadz program is a mosque-based initiative aimed at disseminating Qur'anic education within the community. This study seeks to analyze the persuasive communication strategies employed in the Tebar Huffadz program at Masjid Ibadurrahman Cembor, as well as to assess their effectiveness in enhancing community engagement and addressing existing social barriers. Adopting a qualitative approach with a case study design, this research focuses on the persuasive communication strategies implemented in the program. Data were collected through observations, in-depth interviews with the mosque’s management board (takmir), religious figures, and community members involved, as well as through program documentation. The findings reveal that the persuasive communication strategies used in this program include a personal approach to religious leaders, the use of familiar terminology within the community, and message delivery rooted in local and socio-religious values. These strategies have proven effective in introducing and implementing mosque-based programs in environments with strong religious affiliations. The utilization of community-recognized terminology, the involvement of religious leaders as primary communicators, and message delivery that prioritizes social and spiritual values are the key factors behind the program’s success
Inklusi sosial berbasis masjid, studi perspektif penerima manfaat program warung makan gratis di masjid pemuda konsulat surabaya Qulub, Firman Achsanul; Saleh, Isa; Gunawan, Reka; Taufikkurrohman, Diki; Ifansyah, M. Syukur; Ibrahim, Muh. Syahril Sidiq
MADINAH Vol 12 No 1 (2025): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v12i1.3459

Abstract

Masjid tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat layanan sosial yang inklusif. Namun, masih banyak masjid yang belum sepenuhnya mengakomodasi keberagaman kebutuhan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi tiga dimensi inklusi sosial yakni akses, partisipasi, dan pemberdayaan dalam program Warung Makan Gratis (WMG) di Masjid Pemuda Konsulat Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi akses tercermin dalam keterbukaan informasi dan kemudahan fisik dalam menjangkau program. Dimensi partisipasi terlihat dari keterlibatan aktif penerima manfaat dalam pelaksanaan dan pengembangan program. Sementara itu, dimensi pemberdayaan terwujud dalam transformasi positif yang dialami penerima manfaat dari sisi sosial, ekonomi dan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program WMG merupakan contoh konkret dari praktik inklusi sosial berbasis masjid yang berhasil menjangkau kelompok rentan secara luas. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur inklusi sosial dalam konteks keagamaan serta menawarkan model praktik baik yang dapat direplikasi oleh masjid atau lembaga keagamaan lainnya.
Kepemimpinan Spiritual Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Rifki Zaidan, Muhammad; Qisom, Shobikhul; Taufikkurrohman, Diki
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 7, No 2 (2025): TADBIR: JURNAL MANAJEMEN DAKWAH FDIK IAIN PADANGSIDIMPUAN
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tadbir.v7i2.17444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kepemimpinan spiritual terhadap motivasi kerja di lingkungan masjid. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data dari karyawan dan volunteer di masjid. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares (PLS) menggunakan perangkat lunak Smart PLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap motivasi kerja di masjid. Pemimpin yang menerapkan kepemimpinan spiritual dengan konsisten dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan memotivasi karyawan untuk bekerja dengan lebih baik. Pemilihan sampel dilakukan secara teliti untuk memastikan keterwakilan populasi untuk hasil yang baik. Penelitian ini tidak sepenuhnya sempurna, namun studi ini telah memberikan kontribusi berharga dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Implikasi dari penelitian ini antara lain untuk praktik pengelolaan masjid, di mana pemimpin dapat menerapkan kepemimpinan spiritual untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan dan volunteer.Kata Kunci: Kepemimpinan Spiritual, Motivasi Kerja, Masjid Al falah
DAKWAH KRITIS TOKOH BAIDURI DALAM SERIAL BIDAAH Maftukhatul Azizah; Widadi; Taufikkurrohman, Diki; Luluk Fikri Zuhriyah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.671

Abstract

Penelitian ini membahas representasi keberanian dakwah dalam tokoh fiktif Baiduri dalam serial Malaysia berjudul Bidaah. Serial ini menggambarkan resistensi terhadap penyimpangan agama yang dilakukan oleh pemimpin sekte berkedok simbol keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana karakter Baiduri menjadi agen dakwah kritis melalui keberanian menolak pengkultusan, melindungi keluarga, membentuk kolaborasi perlawanan, serta mempertahankan prinsip Islam di bawah tekanan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi dan naratif, serta menggunakan perspektif dakwah kritis sebagai kerangka teoritik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Baiduri merepresentasikan bentuk dakwah simbolik dan transformatif yang menggabungkan kejujuran, keteguhan, empati, dan kritik terhadap kekuasaan religius yang menyimpang. Media fiksi, dalam hal ini serial Bidaah, terbukti efektif sebagai ruang alternatif dakwah yang mampu membangun kesadaran sosial dan spiritual secara reflektif dan kontekstual. Kajian ini membuka ruang baru bagi pengembangan teori dan praktik dakwah melalui media populer serta memperkuat narasi peran perempuan sebagai subjek aktif dalam perjuangan keislaman.
Inklusi sosial berbasis masjid, studi perspektif penerima manfaat program warung makan gratis di masjid pemuda konsulat surabaya Qulub, Firman Achsanul; Saleh, Isa; Gunawan, Reka; Taufikkurrohman, Diki; Ifansyah, M. Syukur; Ibrahim, Muh. Syahril Sidiq
MADINAH Vol 12 No 1 (2025): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v12i1.3459

Abstract

Mosques not only serve as places of worship but also hold great potential as centers of inclusive social services. However, many mosques have yet to accommodate the diverse social needs of the community fully. This study aims to examine the implementation of the three dimensions of social inclusion access, participation, and empowermentin the Free Meal Program (Warung Makan Gratis). This research employs a descriptive qualitative approach with a case study method, collecting data through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that the access dimension is reflected in open information and physical ease of reaching the program. The participation dimension is shown through the active involvement of beneficiaries in the implementation and development of the program. Meanwhile, the empowerment dimension is manifested in the positive transformation experienced by beneficiaries in social, economic, and spiritual aspects. This study concludes that the Free Meal Program represents a concrete example of mosque-based social inclusion practices that successfully reach vulnerable groups. These findings contribute to the development of literature on social inclusion in religious contexts and offer a replicable model of good practice for other mosques or religious institutions