Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Value Engineering Sebagai Strategi Efisiensi Dengan Optimalisasi Local Resource Proyek Konstruksi (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung Guest House di Sumba Timur, NTT) Moh Tahsis, Ahmad Farid Ardiansyah, S.T., M.T.; Jhon Jhohan Putra K.D; Syaripin; Vanadani Pranantya
AGREGAT Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i1.26099

Abstract

Persaingan dalam dunia industri konstruksi menuntut perusahaan dan kegiatan proyek kontruksi untuk melakukan efisiePersaingan dalam dunia industri konstruksi menuntut perusahaan dan kegiatan proyek kontruksi untuk melakukan efisiensi dan penghematanterkait biaya konstruksi. Salah satu usahanya ialah dengan menerapkan Value Engineering (VE), yakni suatu metode penghematan denganmerubah komponen pekerjaan tertentu dengan komponen yang lebih efisien namun tetap mempertahankan fungsi, kualitas, dan performa.Pengembangan analisis ide kreatif komponen pekerjaan yang memberikan kontribusi biaya terbesar berpotensi untuk dilaksanakan. Dengan Perubahan Komponen pekerjaan Arsitektur yang memiliki kontribusi dalam efisiensi anggaran biaya. Komponen pekerjaan yangmemberikan kontribusi biaya terbesar adalah pekerjaan Arsitektur seperti pekerjaan Atap Bitumen, dengan perubahan jenis Atap Bitumen menjadi atap Metal (Spandex) lapis Pasir memiliki kontribusi penghematan dari segi Anggaran Biaya yang signifikan. kemudian komponen pekerjaan Plafon, pekerjaan Dinding dan pekerjaan Lantai juga memiliki kontribusi untuk dilaksanakan VE. Penghematan ini dilakukandengan mengganti komponen pekerjaan Arsitektur dengan Optimalisasi Local Resource. Penerapan Value Engineering memiliki kontribusi dalam efisiensi dari segi anggaran pekerjaan. Sebelum dilaksanakan VE anggaran pekerjaan Rp. 32,000,000,000.00 sedangkan setelahdilaksanakan VE anggaran berkurang menjadi Rp. 28,869,108,847,574. Dengan demikian, didapat besar persentase penghematan terhadap keseluruhan pekerjaan sebesar 9,78 %.nsi dan penghematan terkait biaya konstruksi. Salah satu usahanya ialah dengan menerapkan Value Engineering (VE), yakni suatu metode penghematan dengan merubah komponen pekerjaan tertentu dengan komponen yang lebih efisien namun tetap mempertahankan fungsi, kualitas, dan performa. Pengembangan analisis ide kreatif  komponen pekerjaan yang memberikan kontribusi biaya terbesar berpotensi untuk dilaksanakan. Dengan Perubahan Komponen pekerjaan Arsitektur yang memiliki kontribusi dalam efisiensi anggaran biaya. Komponen pekerjaan yang memberikan  kontribusi biaya terbesar adalah pekerjaan Arsitektur seperti pekerjaan Atap Bitumen, dengan perubahan jenis Atap Bitumen menjadi atap Metal Spandex) lapis Pasir memiliki kontribusi penghematan dari segi Anggaran Biaya yang signifikan. kemudian  komponen pekerjaan Plafon, pekerjaan Dinding dan pekerjaan Lantai juga memiliki kontribusi untuk dilaksanakan VE. Penghematan ini dilakukan dengan mengganti komponen pekerjaan Arsitektur dengan Optimalisasi Local Resource. Penerapan Value Engineering memiliki kontribusi dalam efisiensi  dari segi anggaran pekerjaan.  Sebelum dilaksanakan VE anggaran pekerjaan Rp. 32,000,000,000.00 sedangkan setelah dilaksanakan VE anggaran berkurang menjadi Rp. 28,869,108,847,574.  Dengan demikian, didapat besar persentase penghematan terhadap keseluruhan pekerjaan sebesar 9,78 %.
Simulation of Tidal Inundation along the Northern Coast of Central Java (Pantura) Using GISBased Analysis Hilma Wasilah Robbani; Adelia Nur Isna Kartikasari; Vanadani Pranantya; Niswah Selmi Kaffa
GEOID Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v20i2.8772

Abstract

The northern coast of Java Island (locally known as Pantura) is a strategically important area, particularlyin the distribution sector. However, its topographical characteristics and proximity to the Java Sea make it vulnerableto the threat of tidal inundation. Moreover, environmental factors such as sea level rise, land subsidence, and coastalabrasion further exacerbate its susceptibility to flooding. The phenomenon of tidal inundation, locally referred to asrob, occurs when seawater overflows onto low-lying coastal areas during high tides. The rob phenomenon significantlyimpacts the socio-economic conditions of coastal communities, disrupting daily activities and damaging criticalinfrastructure. This study simulates potential inundation using a uniform Highest High Water Level (HHWL) scenarioof 1.2 meters to estimate flood depth and spatial extent. The modeling approach applies a consistent water surfaceelevation across the study area, without considering storm surge and hydrodynamics, resulting in generalizedinundation patterns. The methodology follows the Technical Guidelines for Disaster Risk Assessment issued byIndonesia’s National Disaster Management Agency (BNPB) and integrates various spatial datasets, including landcover data from Sentinel Land Cover by ESRI, topographic data from the Shuttle Radar Topography Mission (SRTM)Digital Elevation Model (DEM), and maximum tidal height data processed using the Admiralty method. The analysisshows that, assuming a Highest High Water Level of 1.2 meters, Kendal Regency, Brebes Regency, and SemarangCity are the most affected areas in terms of both flood depth and extent. The inundated areas are estimated at 3,744.91hectares in Kendal Regency, 2,880.58 hectares in Brebes Regency, and 513.17 hectares in Semarang City. Thissituation could become more severe in the event of storm surge, extreme weather, or climate anomalies if timely andeffective mitigation measures are not implemented. These findings are expected to provide a strong foundation forpolicymakers to formulate targeted, data-driven, and sustainable mitigation strategies to protect communities andinfrastructure along Java’s northern coastal region.