Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Factors Causing Pending Medical Record Claims For Inpatients At Tidar Public Hospital Magelang Yeni Tri Utami; Tominanto Tominanto; Dita Amalina Sari
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology Proceeding of the 3rd International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.948 KB) | DOI: 10.47701/icohetech.v3i1.2273

Abstract

A pending claim is a claim that is returned by the BPJS Health verifier to the hospital for revision which will later be resubmitted. This study aims to determine the factors causing pending claims at Tidar Hospital, Magelang City 2021. This research is a descriptive study, with a retrospective approach. The sample is 805 claim files that have pending claims using the saturated sample technique. The research instrument was interview guide and observation guide. Data processing with classification, editing, and data presentation in the form of text and tabulation. The implementation of BPJS claims at Tidar Public Hospital, Magelang has been implemented and has implemented the existing SOPs. The classification of pending BPJS claims for inpatients at Tidar Public Hospital, Magelang, includes: Coding, Clinical, and Administrative. The causes of pending claims for medical records of inpatients at Tidar Public Hospital, Magelang, among others, are because the Man element is an officer related to the implementation of claims, Material is the completeness of the claim requirements file, and Machine is the supporting facilities and infrastructure in the service. The claim implementation at Tidar Public Hospital, Magelang, has been carried out in accordance with the existing SOP, but there are still files that are returned by BPJS for repairs because the Coding, Clinical, and administrative aspects are caused by Man, Material, Machine factors. The author suggests that coding training should be held for special officers for BPJS claims, Conducted socialization of Incomplete Filling of Medical Records (KLPCM) to Medical Personnel who collaborate with medical records to improve quality and reduce the impact of pending claims due to clinical aspects, It is advisable to update the system to reduce the impact of systems that often have errors and slow networks because they can interfere with hospital service activities.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita di Posyandu Ngadi Asih Surakarta Darah Ifalahma; Yeni Tri Utami; Fadly Alfenia Irawati; Tirla Puspita Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1333

Abstract

Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting, yaitu mulai dari saat pembuahan di dalam rahim ibu sampai anak berusia 2 tahun. Pemantauan (Skrining) ini ditujukan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak dan menemukan secara dini gangguan tumbuh kembang sehingga dapat ditindaklanjuti segera agar hasilnya lebih baik.Analisis situasi di Posyandu Ngadi Asih Kelurahan Kadipiro Banjarsari Surakarta ditemukan permasalahan yang ada yaitu terbatasnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam menggunakan intrumen Stimulasi Deteksi Duni Tumbuh Kembang (SDIDTK). Dalam catatan buku notulen kegiatan pada setiap pelaksanaan posyandu jarang dilakukan pemantauan tumbuh kembang balita. Kegiatan pengabdian berprioritas pada optimalisasi peran kelompok kader posyandu dalam deteksi dini tumbuh kembang balita. Program ini dilakukan dengan cara pelatihan penggunaan instrument SDIDTK Tahap I (manual) dan Tahap II menggunakan Aplikasi Pendeteksi Dini Tumbuh Kembang Balita. Kemudian dilakukan pendampingan penilaian SDIDTK saat kegiatan posyandu. Tujuan program ini adalah kader mampu menerapkan SDIDTK dalam program posyandu serta dapat membantu tugas kader dalam pemantauan tumbuh kembang anak secara efisien. Metode pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan pendekatan edukasi yang berupa pemberian pelatihan kecakapan (skill) kepada kader Posyandu sejumlah 20 orang. Metode ini dilaksanakan dengan 5 (lima) rencana kegiatan utama yaitu persiapan, sosialisasi, pelaksanaan (pelatihan dan pendampingan), evaluasi dan terminasi. Hasil kegiatan ini adalah sebagian besar kader mampu menggunakan instrumen SDIDTK secara manual dan dengan aplikasi, kader berkomitmen pemantauan tumbuh kembang dilaksanakan pada setiap jadwal posyandu.
OPTIMALISASI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK DENGAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS BERBASIS WEB Warsi Maryati; Yeni Tri Utami
Jurnal LINK Vol 19, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i1.9387

Abstract

Teknologi informasi berkembang sangat pesat, tidak terkecuali di bidang pelayanan kesehatan. Rekam Medis Elektronik merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas dan keamanan layanan kesehatan, mengurangi kejadian buruk bagi pasien, mengurangi biaya, mengoptimalkan pelayanan, meningkatkan penelitian klinis, dan memperoleh luaran klinis yang lebih baik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem informasi rekam medis berbasis website untuk meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan di klinik. Metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat di klinik ini yaitu penyediaan perangkat keras (hardware), implementasi perangkat lunak (software) berupa aplikasi pelayanan pendaftaran dan pengelolaan rekam medis berbasis website, serta pelatihan penggunaan aplikasi aplikasi pelayanan pendaftaran dan pengelolaan rekam medis berbasis website kepada petugas. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu rekam medis elektronok mampu mengurangi waktu tunggu pelayanan kepada pasien sehingga kepuasan pasien terhadap pelayanan di klinik meningkat. Pengetahuan dan penerimaan petugas kesehatan di klinik juga meningkat setelah mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan, sehingga dapat menjamin keberlanjutan program ini.
Faktor Penyebab Perbedaan Selisih Klaim Negatif Tarif Ina-Cbgs dengan Tarif Riil di RSUD Dr. Moewardi: Factors Causing Differences in Difference between Ina-Cbgs Rates of Negative Claims and Real Tariffs at RSUD Dr. Moewardi Yeni Tri Utami; Nabilatul Fanny
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.605

Abstract

RSUD Dr. Moewardi sebagai rumah sakit tipe A di wilayah Surakarta pada Tribulan 1 2020 didapatkan hasil selisih klaim negatif dari 2680 berkas tersebut sebesar Rp.-14.813.367.921. Salah satu kasus yang menyebabkan selisih negatif tinggi adalah kasus obgyn dengan tindakan Cesarean Section yaitu sejumlah 73 berkas yang menyebabkan selisih negatif sebesar Rp.-361.971.358. Besarnya biaya selisih negatif ini dapat menyebabkan Rumah sakit mengalami kerugian. Metode dalam penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan menggunakan cross sectional yaitu meneliti data secara langsung pada saat penelitian. Populasi penelitian adalah berkas klaim BPJS pada Triwulan ke 1 pada bulan Januari-Maret 2020 yang mempunyai selisih Negatif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan metode Purposive sampling dengan kriteria inklusi berkas klaim yang memiliki selisih negatif kasus obgyn dengan tindakan Cesarean Section dengan kode Ina-Cbgs (O-6-11-I, O-6-11-II, O-6-11-III) dan kriteria eksklusi berkas klaim negatif dengan kasus obgyn tidak menggunakan tindakan Cesarean Section dan berkas klaim negatif dengan kasus bukan obgyn. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 73 berkas. Analisis faktor penyebab perbedaan besarnya selisih klaim negatif yang terdiri dari Kelas perawatan, Severity level, LOS (Length Of Stay), dan Jumlah diagnosis komplikasi akan diuji menggunakan One way ANOVA dengan menggunakan program IBM SPSS 22. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kelas perawatan nilai p-value tidak signifikan karena 0,338 >0,05, severity level nilai p-value tidak signifikan karena 0,796 >0,05, Los (Length Of Stay) nilai p-value signifikan karena 0,000 <0,05, jumlah diagnosis komplikasi nilai p-value tidak signifikan karena 0,443 >0,05. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkatan LOS dengan besaran selisih klaim negatif antara biaya riil dengan tarif Ina-Cbgs. Tidak terdapat perbedaan tingkatan kelas, severity level, dan jumlah diagnosis komplikasi dengan besaran selisih klaim negatif antara biaya riil dengan tarif Ina-Cbgs.
Peningkatan Kualitas Pencatatan dan Pelaporan Data Pelayanan Posyandu Balita Sari Kencana 1 dan 2 di Desa Pentur Simo Boyolali Yeni Tri Utami; Siti Farida
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): September : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v2i3.615

Abstract

Posyandu is a forum between professional services from health workers and community participation in overcoming public health problems, especially in efforts to reduce infant mortality. According to the 2022 Central Statistics Agency (BPS) report, Indonesia has an infant mortality rate of 16.9 per 1,000 live births. Posyandu Sari Kencana 1 dan 2 and 2, Pentur Village, Simo, and Boyolali shelter 2 RWs consisting of 5 RTs, namely RT 001–RT 005, with a total of 60–80 toddlers. This Posyandu has 10 cadres who assist in the process of implementing activities. In implementation, problems were found regarding a lack of service quality, especially data recording, which was still manual and unsystematic. In this service activity, service records are implemented into the posyandu register book (printed) and Ms. Exel and toddler posyandu cards for recording and reporting, which can be used to help posyandu performance in data and information management so that it can be carried out clearly, regularly, and quickly, which can later support smooth operations and policy making.
KARAKTERISTIK PASIEN PREECLAMPSIA DAN ECLAMPSIA DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Yeni Tri Utami; Darah Ifalahma; Hesti Restillahiya
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.262 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1259

Abstract

Berdasarkan hasil survei pasien dengan diagnosis Preeclampsia dan Eclampsia tahun 2018 mengalami peningkatan dan tahun 2019 mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien rawat inap dengan diagnosis Preeclampsia dan Eclampsia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Sampel yang digunakan total populasi pasien rawat inap dengan diagnosis Preeclampsia sebanyak 289 dan Eclampsia sebanyak 16. Instrument penelitian berupa pedoman observasi dan wawancara. Persentase karakteristik pasien Preeclampsia berdasarkan kelompok umur tertinggi 26-35 tahun yaitu 143 pasien (49,48%), pekerjaan tertinggi swasta yaitu 125 pasien (43,25%), pendidikan tertinggi SMA yaitu 124 pasien (42,91%), wilayah tertinggi Surakarta yaitu 129 pasien (44,64%), cara bayar tertinggi BPJS yaitu 171 pasien (59,17%) dan lama dirawat tertinggi 1-3 hari yaitu 188 pasien (65,05%). Persentase karakteristik pasien Eclampsia berdasarkan kelompok umur tertinggi 26-35 tahun yaitu 9 pasien (56,25%), pekerjaan tertinggi swasta yaitu 6 pasien (37,5%), pendidikan tertinggi SMA yaitu 8 pasien (50%), wilayah tertinggi Surakarta dan Sukoharjo yaitu 5 pasien (31,25%) cara bayar tertinggi BPJS yaitu 11 pasien (68,75%) dan lama dirawat tertinggi lama dirawat 1-3 hari dan 4-6 hari yaitu 7 pasien (43,75%). Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta sebaiknya melakukan analisis secara berkala tentang suatu penyakit, hal ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit.Kata kunci : Karakteristik, Preeclampsia, Eclampsia
KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS CEDERA DAN EXTERNAL CAUSE DI RSUD IR. SOEKARNO SUKOHARJO Yeni Tri Utami; Nunik Maya Hastuti; Aprilia Sari
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.696 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keakuratan kode diagnosis cedera danexternal cause di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Metode penelitian secara deskriptif denganpendekatan retrospektif. Jumlah sampel 189 DRM dari 358 DRM populasi yang didapatkandengan teknik simple random sampling. Pengolahan data dengan collecting, editing, tabulatingdan penyajian data. Analisis dilakukan secara deskriptif. Keakuratan kode diagnosis cederasebesar 135 dokumen pasien cedera akurat dengan persentase 71% dan 54 dokumen tidak akuratdengan persentase 29%. Keakuratan kode external cause sebesar 22 dokumen akurat denganpersentase 12% dan 167 dokumen tidak akurat dengan persentase 88%. Faktor-faktor yangberkaitan dengan ketidakakuratan kode diagnosis cedera dan external cause yaitu tenaga medis(dokter) dalam pemberian diagnosis kurang jelas sehingga coder harus konfirmasi kepada tenagamedis yang bersangkutan, tenaga rekam medis (coder) juga kurang teliti dalam memberikan kodedan karena petugas kesehatan lainnya (perawat IGD) yang menuliskan keterangan penyebabpasien cedera tidak lengkap. Kesimpulan dalam penelitian bahwa tingkat keakuratan kodediagnosis cedera sudah baik akan tetapi untuk kode external cause di RSUD Ir. SoekarnoSukoharjo masih rendah, sehingga coder apabila terdapat keterangan external cause yang kuranglengkap, sebaiknya tetap melakukan pengodean dengan cara koordinasi dengan unit terkait agarmenghasilkan kode yang akurat.