Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Normalisasi Sungai Berbasis Ekosistem dengan Pengelolaan Eceng Gondok yang Berkelanjutan Lutfi, Raihansyah; Hutagalung, Yorio Arwandi Wisdom; Pratama, Dimas; Mardiansyah, M Rizki; Tarigan, Anggun Kinanti; Annisa, Annisa; Wahyuni, Ida; Yusriyana, Yusriyana; Ananda, Silvia; Nuryana, Nuryana; Yulinazira, Ulfa; Angela, Angela; Fikry, Muhammad
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.21101

Abstract

Normalisasi sungai berbasis ekosistem menjadi pendekatan berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan lingkungan akibat pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali. Sungai Alue Masyik di Desa Alue Gunto, Kecamatan Syamtalira Aron, mengalami pendangkalan dan penyempitan aliran akibat akumulasi eceng gondok, yang berpotensi meningkatkan risiko banjir serta menurunkan kualitas ekosistem perairan. Program normalisasi sungai yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi dampak negatif tersebut melalui pengelolaan eceng gondok yang sistematis dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan penumpukan eceng gondok berdampak positif terhadap kelancaran aliran sungai, pemulihan ekosistem, serta peningkatan kualitas air. Pengelolaan yang terkontrol, termasuk pemangkasan rutin dan pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan kompos, berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi pencemaran akibat pembusukan tanaman. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan eceng gondok meningkatkan kesadaran lingkungan serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Pemanfaatan eceng gondok sebagai kompos tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Program normalisasi sungai ini memiliki dampak luas, baik dari segi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Peningkatan kualitas air mendukung keberlanjutan ekosistem perairan dan sektor perikanan, sementara manfaat ekonomi dari kompos dan hasil pertanian yang lebih baik turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, tantangan utama dalam pengelolaan eceng gondok adalah perlunya pemeliharaan rutin untuk mencegah pertumbuhan kembali yang tidak terkendali. Oleh karena itu, keberlanjutan program ini memerlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
THE EFFECT OF ENVIRONMENTAL ADAPTATION, HUMAN DEVELOPMENT INDEX AND INFLATION ON PROVINCIAL AND URBAN ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA Tarigan, Anggun Kinanti; Mellita Sari, Cut Putri
Journal of Malikussaleh Public Economics Vol. 8 No. 2 (2025): JOURNAL OF MALIKUSSALEH PUBLIC ECONOMICS
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jompe.v8i2.24192

Abstract

This study aims to analyze how the Environmental Quality Index, Human Development Index, and Inflation affect Economic Growth at the provincial level in Indonesia. This study uses panel secondary data from 34 provinces in Indonesia for the period 2020 to 2024, obtained from official publications of the Central Statistics Agency (BPS) and the Ministry of Environment and Forestry (MoEF). To achieve the research objectives, a panel data regression analysis method was used with a Fixed Effect Model (FEM) approach processed using the Eviews-12 program. The results of the study show that partially, the variables of the Environmental Quality Index, Human Development Index, and Inflation have a positive and significant effect on economic growth, respectively. Simultaneously, these three variables also have a positive and significant effect on economic growth in Indonesia. These findings confirm that efforts to improve environmental quality, accelerate human development, and maintain inflation stability have an important role in encouraging sustainable economic growth at the regional level.