Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Namun, praktik penilaian PAI di sekolah masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang berfokus pada aspek kognitif, sehingga belum optimal dalam mengukur dan mendorong internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif model penilaian reflektif sebagai alternatif penilaian yang mampu meningkatkan pemahaman nilai Pendidikan Agama Islam pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta prosiding seminar yang relevan dan diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran database ilmiah, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan disintesis secara deskriptif-kualitatif. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa model penilaian reflektif memiliki karakteristik utama berupa keterlibatan aktif siswa dalam mengevaluasi pengalaman belajarnya melalui refleksi diri. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penilaian reflektif mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses penilaian, memperdalam pemahaman nilai PAI secara kontekstual, mendorong internalisasi nilai dan kesadaran moral, serta mendukung pembentukan karakter Islami secara holistik. Selain itu, model penilaian reflektif dinilai selaras dengan paradigma penilaian autentik dan implementasi Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada penguatan karakter. Dengan demikian, penilaian reflektif direkomendasikan sebagai pendekatan strategis dalam pembelajaran PAI untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna, holistik, dan berorientasi pada pembentukan kepribadian siswa.