Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ADAT POPOLO (MAHAR) DALAM PERKAWINAN PADA MASYARAKAT KULISUSU DI KELURAHAN LAKONEA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA (1689-2017) Jumsir, Jumsir; Hadara, Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.63 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i2.9838

Abstract

ABSTRAK:  Masalah pokok yang dalam penelitian ini adalah meliputi: 1) Bagaimana bentuk-bentuk perkawinan pada masyarakat Kulisusu di Kelurahan Lakonea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara (1689-2017)? 2) Apa yang menjadi alat-alat Popolo dalam perkawinan pada masyarakat Kulisusu di Kelurahan Lakonea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara (1689-2017)? 3) Bagaimana mekanisme pembayaran Popolo dalam perkawinan pada masyarakat Kulisusu di Kelurahan Lakonea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara (1689-2017)?            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terbagi atas tiga tahap yaitu: 1) Heuristik (Pengumpulan sumber), 2) Verifikasi  (Kritik Sumber), 3) Historiografi (Penulisan Sejarah).            Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Bentuk-bentuk perkawinan pada masyarakat Kulisusu yakni: a) Perkawinan pinag adalah suatu bentuk perkawinan yang di dahului dengan adat pelamaran dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan, b) Perkawinan lari bersama (mekapolaisako), dan c) Perkawinan paksa (mehunbuni) perkawinan ini terjadi karena adanya sebab khusus, misalnya si laki-laki mengacam si perempuan agar mau menikah dengannya bila tidak dia akan di bunuh sama laki-laki tersebut. 2) Alat-Alat Popolo pada masyarakat kulisusu adapun perangkat Popolo yaitu kain kaci (kaci), kain sarung (sawu) dan kalung emas (enu bulawa). 3) Mekanisme pembayaraan Popolo dalam perkawinan dari setiap golongan masyarakat Kulisusu yakni: a) Mekanisme pembayaran popolo  dari golongan yang  sama struktur sosial masyarakat kulisusu, terdiri atas tiga golongan dan setiap golongan masyarakat berbeda popolo (mahar perkawinan) yakni: (1) Pembayaran popolo antara golongan kaomu dan golongan kaomu, (2) Pembayaran popolo antara golongan walaka dan golongan walaka, (3) Pembayaran popolo antara golongan papara dan golongan papara. b) Mekanisme pembayaran popolo dari golongan yang berbeda yakni: (1) Pembayaran popolo antara golongan kaomu dan golongan walaka, (2) Pembayaran popolo antara golongan kaomu dan golongan papara, (3) Pembayaran popolo antara golongan walaka dan golongan papara,(4)   Pembayaran popolo dengan oranga luar golongan masyarakat kulisusu. dengan tunai dan terutang terkecuali diluar dari masyarakat Kulisusu harus tunai. Kata Kunci: Bentuk, Alat, Mekasnis Pembayaran, Popolo
Kecerdasan Spiritual dan Peran PAI dalam Meningkatkan Kualitas Kehidupan Siswa Jumsir, Jumsir; Amaluddin, Amaluddin; Zamri, Zamri; Rizal, Muhammad; Sudarmin, Sudarmin
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1119

Abstract

Kecerdasan spiritual (SQ) merupakan salah satu dimensi kecerdasan manusia yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan peningkatan kualitas kehidupan siswa, terutama di lingkungan pendidikan. Dalam konteks pendidikan agama Islam (PAI), peran pendidikan agama dalam mengembangkan SQ sangat besar, karena PAI tidak hanya menanamkan pengetahuan agama, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual yang akan membentuk kepribadian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran PAI dalam meningkatkan kualitas kehidupan siswa melalui pengembangan kecerdasan spiritual mereka. Penelitian ini menggunakan studi literatur yang memfokuskan pada sumber-sumber teoretis dan empiris mengenai hubungan antara kecerdasan spiritual dan pendidikan agama di sekolah-sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dapat meningkatkan kualitas kehidupan siswa dalam aspek pribadi, sosial, dan akademik. PAI memiliki peran yang signifikan dalam membantu siswa memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang tepat, PAI dapat menjadi sarana yang efektif untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan seimbang.
Model Penilaian Reflektif untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Siswa Ramli, Rosmiati; Jumsir, Jumsir; Kadang, Harni; S, Anita; Taro, Darmawati; Hasmi, Hasmi; Hasnita, Hasnita
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1359

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Namun, praktik penilaian PAI di sekolah masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang berfokus pada aspek kognitif, sehingga belum optimal dalam mengukur dan mendorong internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif model penilaian reflektif sebagai alternatif penilaian yang mampu meningkatkan pemahaman nilai Pendidikan Agama Islam pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta prosiding seminar yang relevan dan diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran database ilmiah, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan disintesis secara deskriptif-kualitatif. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa model penilaian reflektif memiliki karakteristik utama berupa keterlibatan aktif siswa dalam mengevaluasi pengalaman belajarnya melalui refleksi diri. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penilaian reflektif mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses penilaian, memperdalam pemahaman nilai PAI secara kontekstual, mendorong internalisasi nilai dan kesadaran moral, serta mendukung pembentukan karakter Islami secara holistik. Selain itu, model penilaian reflektif dinilai selaras dengan paradigma penilaian autentik dan implementasi Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada penguatan karakter. Dengan demikian, penilaian reflektif direkomendasikan sebagai pendekatan strategis dalam pembelajaran PAI untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna, holistik, dan berorientasi pada pembentukan kepribadian siswa.