Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Pengaruh Economic Value Added, Market Value Added, dan Return Saham Terhadap Price to Book Value Kumairoh, Rini; Widiastuti, C. Tri; Setiawati, Ira
JAB (Jurnal Akuntansi & Bisnis) Vol 11, No 01 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : JAB (Jurnal Akuntansi & Bisnis)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47686/jab.v11i01.769

Abstract

This research seeks to assess the influence of Economic Value Added, Market Value Added, and Stock Returns on the Price to Book Value of energy sector firms listed on the Indonesia Stock Exchange from 2021 to 2023.  The used technique is a quantitative approach using a causal-comparative research design.  This study employs secondary data obtained from the financial statements of energy sector firms, available on the official websites of IDX and Indopremier.com. “The population of this research comprises all energy sector businesses listed on the IDX, whereas the sample consists of 38 companies chosen using a purposive selection procedure based on particular criteria.  This research identifies Economic Value Added (X1), Market Value Added (X2), and stock returns (X3) as independent variables, with Price to Book Value (Y) serving as the dependent variable.  Panel data regression, classical assumption evaluations, t-tests, and coefficient of determination analyses are used for data analysis.  Data processing is conducted with EViews 12 software.  The study's findings reveal that Economic Value Added does not significantly influence Price to Book Value, whereas Market Value Added and stock returns do have a considerable impact on Price to Book Value.  Keywords: EVA, MVA, Stock Return, Energi Sector
PENGEMBANGAN MESIN PENGIRIS DI UKM BRAMBANG GORENG “BERKAH ARSTYADI” SEMARANG Heri Yudiono; Dwi Widjanarko; Bunyamin Bunyamin; Hanif Hidayat; C. Tri Widiastuti; David Badi’ul Chikam; Muhammad Arrry Yanto; Khusaeni Khusaeni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45614

Abstract

Perkembangan bisnis kuliner makanan di Kota Semarang berdampak meningkatnya permintaan bawang merah goreng. Permintaan bawang merah goreng juga berdampak pada produktifitas di UKM brambang goreng “Berkah Arstyaji”. Untuk meningkatkan produktifitas dan kualitasnya berdasar permitaan customer, UKM tersebut menggunakan mesin tepat guna mesin pengiris bawang merah. Namun dalam penggunaannya selama ini ternyata masih menyimpan permasalahan yang perlu upaya penyelesaiannya. Permasalahan tersebut adalah ketidak seragaman hasil irisan bawang merah yang berdampak pada kualitas bawang goreng yang tidak homogen dan produktifitasnya kurang. Ketidak seragaman hasil irisan biasannya diselesaikan dengan alat serut tangan. Hasil survey lapangan ditemukan penyebab ketidak seragaman hasil irisan bawang merah disebabkan posisi pisau pengiris yang terpasang mendatar (0 derajat) pada disk mesin, sedangkan kurangnya produktifitas karena menggunkan mata pisau tunggal. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan mesin perajang bawang merah di pelaku UKM Brambang Goreng “Berkah Arsetyaji” Semarang. Solusi untuk mengatasi permasalahan UKM tersebut adalah mengembangkan mesin pengiris bawang merah dengan posisi sudut pisau pengiris 45 derajat, menggunakan mata pisau jamak (dua pisau), putaran motor yang dapat diatur, dan efisien listrik yang digunakan. Metode pelaksanaan yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan UKM Brambang Goreng “Berkah Arsetyaji” mencakupi survey lapangan, perancangan mesin, fabrikasi mesin, uji coba mesin, pelatihan, dan pendampingan. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat memberikan hasil bahwa adanya peningkatan kuantitas dan kualitas hasil irisan bawang merah yang berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas brambang goreng yang dihasilkan dam pemenuhan kebutuhan customer yang terus meningkat.
OPTIMALISASI LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI GENERASI Z DALAM KOPERASI MERAH PUTIH DI KELURAHAN KARANGANYAR GUNUNG SEMARANG C. Tri Widiastuti; Efriyani Sumastuti; Ika Indriasari; Nur Latifah Dwi Mutiara Sari; Risqi Dian Saputra; Eva Yuliana Putri; Na?s Suroyya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1970-1977

Abstract

Rendahnya literasi keuangan pada Generasi Z menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi dalam lembaga keuangan, termasuk koperasi. Kondisi ini juga terjadi di Kelurahan Karanganyar Gunung, Kota Semarang, di mana minat generasi muda terhadap Koperasi Merah Putih masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan literasi keuangan sebagai strategi dalam meningkatkan partisipasi Generasi Z dalam koperasi. Metode yang digunakan adalah participatory empowerment, di mana peserta aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, penerapan IPTEK, evaluasi, serta keberlanjutan. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang yang merupakan Generasi Z dengan latar belakang pelajar, mahasiswa, dan pemuda karang taruna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi keuangan yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test dan post-test sebesar 30%. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi anggota muda koperasi dari 10 orang menjadi 18 orang serta terbentuknya 5 kader literasi keuangan sebagai agen edukasi berkelanjutan. Program ini juga menghasilkan luaran berupa modul literasi keuangan berbasis koperasi dan pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi. Dengan demikian, penguatan literasi keuangan melalui pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi Generasi Z dalam koperasi
How Literacy and Savings Link Digital Finance to Sustainability? Efriyani Sumastuti; C.Tri Widiastuti; Ika Indriasari; Antono Herry Purnomo Adhi
Economics Development Analysis Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v15i1.35159

Abstract

This study analyzes how digitalization, financial inclusion, and financial literacy affect business savings and the sustainability of culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Central Java, Indonesia. Data from 210 MSME owners were examined using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that digitalization and financial inclusion significantly increase business savings, thereby enhancing MSME sustainability. Financial literacy does not directly affect sustainability but moderates the relationship between savings and sustainability, strengthening the effectiveness of savings utilization. The model shows strong explanatory power, with R² values of 0.37 for business saving and 0.90 for sustainability. The Importance–Performance Map Analysis identifies financial literacy and digitalization as highly important yet moderately performing variables, marking them as priorities for policy development. Overall, the findings highlight that MSME sustainability in Central Java depends on integrating digital finance, inclusive access, and sound saving behavior, supported by financial literacy. The study provides policymakers and financial institutions with practical insights for designing integrated digital finance and literacy programs that strengthen MSME resilience and regional economic growth.
Model Literasi Keuangan–Business Saving sebagai Dasar Penyusunan Blueprint Intervensi Digital UMKM Efriyani Sumastuti; C. Tri Widiastuti; Ika Indriasari; Antono Herry Purnomo Adhi; Ali Imron; Rizka Ariyanti
Solusi Vol. 24 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i2.14105

Abstract

UMKM sering menghadapi keterbatasan pengelolaan arus kas, pencatatan keuangan, dan kesiapan adopsi digital, sehingga rentan terhadap guncangan dan penurunan keberlanjutan usaha. Studi ini penting dilakukan karena intervensi yang dirancang perlu berbasis bukti mengenai mekanisme yang paling berpengaruh, agar program peningkatan literasi dan digitalisasi  dapat dioperasionalkan secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model literasi keuangan–business saving sebagai dasar penyusunan blueprint intervensi digital UMKM. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh dari pelaku UMKM melalui survei kuesioner. Literasi keuangan diukur melalui kemampuan memisahkan keuangan pribadi dan usaha, melakukan pencatatan transaksi, merencanakan arus kas, menyusun anggaran, serta memahami pemanfaatan produk keuangan manual maupun digital. Business saving merepresentasikan kebiasaan menyisihkan dana usaha, pembentukan dana cadangan, penetapan target jumlah yang ditabung, aturan penggunaan, dan orientasi reinvestasi. Adopsi digital keuangan mengukur penggunaan pembayaran dan transfer digital serta pencatatan digital sederhana dalam aktivitas usaha. Keberlanjutan usaha menggambarkan ketahanan terhadap guncangan, stabilitas operasional, kemampuan adaptasi, serta orientasi keberlanjutan. Analisis dilakukan menggunakan PLS-SEM untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antar konstruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam mendorong business saving dan memperkuat keberlanjutan usaha, dan business saving menjadi jalur mediasi utama bagaimana literasi keuangan dapat meningkatkan ketahanan usaha. Adopsi digital keuangan tidak selalu berkorelasi positif terhadap keberlanjutan, sehingga penerapan aspek digital perlu mempertimbangkan kesiapan dan konteks operasional UMKM. Temuan ini menegaskan bahwa blueprint intervensi sebaiknya memprioritaskan literasi keuangan terapan dan pembentukan tabungan usaha, sedangkan komponen digital diposisikan sebagai enabler sederhana untuk monitoring dan pencatatan agar tidak menambah beban kompleksitas serta biaya bagi UMKM.
Perilaku Pengelolaan Keuangan Pada Pengguna ShopeePayLater: Peran Literasi Keuangan, Sikap Keuangan, dan Self-Control Iin Dwi Ayuningtyas; C. Tri Widiastuti; Rita Meiriyanti
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i2.319

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pengguna ShopeePayLater dengan self-control sebagai variabel moderasi pada Generasi Z di Kabupaten Rembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 228 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan, sedangkan sikap keuangan tidak berpengaruh signifikan. Self-control mampu memoderasi pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan, namun dengan arah moderasi yang memperlemah. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam membentuk pengelolaan keuangan yang baik, sementara self-control turut memengaruhi hubungan antara literasi dan sikap keuangan dengan perilaku pengelolaan keuangan pengguna ShopeePayLater.
Green Economy Adoption and Profitability: The Serial Mediation of Smart Tourism and Business Saving Dwi Prastiyo Hadi; Efriyani Sumastuti; C. Tri Widiastuti; Rizka Ariyanti; Ali Imron
Ilomata International Journal of Management Vol. 7 No. 4 (2026): October 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v7i4.2236

Abstract

Tourism micro and small enterprises (SMEs) in Central Java, Indonesia, face increasing pressure to adopt green economy practices while maintaining profitability in a competitive and digitally transforming tourism environment. This study examines whether smart tourism capability and business saving behaviour explain the relationship between green economy adoption and profitability among tourism SMEs in Semarang City and Pekalongan Regency. The novelty of this study lies in developing and testing a serial mediation model linking Green Economy → Smart Tourism → Business Saving → Profitability, thereby integrating sustainability orientation, tourism-related digital capability, and internal financial behaviour in a single explanatory pathway. Using a cross-sectional survey of 250 tourism SME owners/managers, the data were analysed using PLS-SEM with reflective constructs measured on a 5-point Likert scale. The results show that green economy adoption was positively associated with smart tourism capability (β = 0.431, p < 0.001), smart tourism capability was positively associated with business saving behaviour (β = 0.273, p < 0.001), and business saving behaviour was positively associated with profitability (β = 0.243, p = 0.015). Green economy adoption was not directly associated with profitability in this sample (β = −0.141, p = 0.100), whereas the serial indirect effect through smart tourism capability and business saving behaviour was statistically supported (β = 0.029, p = 0.046). These findings suggest that green economy adoption may become financially meaningful when supported by tourism-related digital capability and disciplined business saving behaviour. Practically, tourism SMEs and local policymakers should integrate green-transition initiatives with smart tourism enablement and basic cash-flow and saving routines. Given the cross-sectional and self-reported design, the findings should be interpreted as evidence of an associated serial indirect pathway rather than definitive causal sequencing.