Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kenyamanan Termal Siswa Pada Ruang Kelas (Studi Kasus: SMAN 08 Gowa) Duminggu, Priscilla Agatha; Mulyadi, Rosady; Ishak, Taufik
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 27 No 1 (2023)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052023.01

Abstract

Sekolah Menengah Atas Negeri 08 Gowa merupakan salah satu sekolah Menengah Atas yang terletak di Kabupaten Gowa, Kelurahan Romang Lompoa. Ruang kelas yang dimiliki sebanyak 31 kelas dan memiliki ruang ruang lainnya. Ruang belajar SMA Negeri 08 Gowa memiliki bukaan jendela yang membuat keluar masuknya udara tidak sempurna, sehingga ruang kelas diperkirakan kurang nyaman untuk digunakan oleh para pelajar maupun pengajar. Diantara banyaknya bukaan hanya ada sebagian bukaan jendela yang bisa dibuka-tutup selebihnya menggunakan kaca mati. Adapun hal yang membuat ruang kelas kurang nyaman yaitu di depan ruang kelas kurangnya penggunaan vegetasi, sehingga membuat ruang kelas menjadi terasa panas. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis persepsi siswa pada kondisi lingkungan termal SMA Negeri 08 Gowa dengan menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif didukung oleh software Ecotect Analysis 2011 untuk menganalisis desain ruang kelas. Data yang dianalisis dengan software Ecotect dimasukkan dahulu letak geografis dan data iklimnya lalu membuat 3D model dan pengisi properti material yang digunakan. Kemudian, 3D model dianalisis menggunakan software Ecotect dan data persepsi di analisis menggunakan software IBM SPSSV Versi 16.0. Kemudian, hasil dari simulasi akan dituangkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian ini secara keseluruhan menunjukan bahwa ruang kelas di SMAN 08 Gowa memiliki rata-rata temperatur 29°C, dapat dikategorikan ruang kelas ini berada di ambang batas kenyamanan termal. Berdasarkan persepsi siswa-siswi SMAN 08 Gowa, merasakan panas di dalam ruang kelas dikarenakan bukaan di dalam ruang kelas kurang optimal.
Kondisi Lingkungan Termal Ruang Kelas Sekolah Menengah di Area Suburban pada Masa Pandemi COVID-19 Mulyadi, Rosady; Hamzah, Baharuddin; Bangsawan, Nurul Jamala; Asniawaty; Ishak, MUhammad Taufik; Taufik, Yusaumi Ramadhanti Fitri; Syukri , Muhammad Rijal; Bachtiar, Andi Ahmad Fauzan; Nurhasanah; Duminggu, Priscilla Agatha
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i1.69

Abstract

Saat pemerintah mulai membolehkan kembali tatap muka di kelas, sebagaimana protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, perangkat pendingin udara di dalam ruangan (air conditioner/AC) tidak lagi digunakan dan beralih menggunakan penghawaan alami. Kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah terhadap kondisi lingkungan termal di ruang kelas yang berpotensi memengaruhi kenyamanan termal siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi lingkungan termal di ruang kelas di area suburban pada masa pandemi COVID-19. Survei dilakukan untuk mendapatkan data kondisi lingkungan termal mulai pukul 08:00 - 13:00 WITA. Hasil survei memperlihatkan kondisi temperatur udara (Ta)  rata-rata 29.80°C, kelembaban relatif (RH) rata-rata 67.71%, kecepatan aliran udara (V) rata-rata 0.05m/s, Mean Radian Temperature (MRT) rata-rata 29.67°C dan temperatur operatif (Top) rata-rata 29.72°C. Hasil analisis menggunakan CBE Thermal Comfort Tool dengan metode PMV (Predicted Mean Vote) memperlihatkan bahwa saat pagi hari, sensasi termal yang dirasakan “sedikit hangat” (slightly warm), seiring peningkatan temperatur, penurunan kelembaban, dan kecepatan aliran udara di siang hari maka temperatur operatif (Top) pun meningkat yang menyebabkan sensasi termal berubah menjadi “panas” (warm) dengan nilai PMV, PPD, dan SET yang meningkat pula. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi lingkungan termal di ruang kelas tidak memenuhi standar ASHRAE-55.