Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN FAO (FOOD AND AGRICULTURE ORGANIZATION) DALAM MENGUPAYAKAN KETAHANAN PANGAN DI PAPUA NEW GUINEA TAHUN 2021-2023 Feneshia Judhit Judanti; Christian H.J de Fretes; Indra Wisnu Wibisono
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran FAO sebagai organisasi internasional dalam mengupayakan ketahanan pangan dalam upaya penanganan kerawanan pangan di Papua New Guinea pada tahun 2021-2023. Diketahui tahun 2021-2023 pemenuhan bahan makanan yang berkelanjutan belum stabil bahkan cenderung menurun, kondisi kerawanan pangan ini terjadi akibat berbagai faktor seperti bencana alam tanah longsor di beberapa wilayah, mengalami curah hujan ekstrim yang menyebabkan banjir pada tahun 2024, serta penyalahgunaan penebangan hutan dalam skala besar. Akibatnya masyarakat memiliki keterbatasan terhadap akses pemenuhan pangan yang berkelanjutan yang mengakibatkan food insecurity, 44,4% balita memiliki status kekurangan gizi akibat dari kerawanan pangan. Dengan adanya bantuan pemrograman dalam sektor pertanian serta bantuan peningkatan pengelolaan sumber daya alam oleh Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai organisasi internasional. Kerjasama ini bertujuan untuk menekan kerawanan pangan yang meningkat karena mayoritas mata pencaharian masyarakat dalam sektor pertanian, kurangnya bantuan dari pemerintah serta kesadaran masyarakat, kesejahteraan dan kualitas hidup secara berkelanjutan akan mengkhawatirkan. Dengan menggunakan teori liberalisme institusional dan konsep organisasi internasional, food security, ketahanan pangan, penelitian ini menganalisis di wilayah Papua New Guinea. Hasil dari penelitian ini menunjukan FAO memiliki beberapa bantuan yang berfokus seperti pada peningkatan sumber daya alam, pembangunan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan di Papua New Guinea
Diplomasi Kuasi Mediasi Tiongkok dalam Menjembatani Penyelesaian Konflik Tigray dan Pemerintah Ethiopia Tahun 2020-2022 Theresia Kariani Yolin; Indra Wisnu Wibisono; Roberto Octavianus Cornelis Seba
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v4i2.4859

Abstract

The Tigray conflict and the Ethiopian Government in 2020-2022 were mainly motivated by dissatisfaction with the policies of Prime Minister Abiy Ahmed. TPLF as a representative party of the Tigray ethnic group attacked the government until it received a counterattack that further prolonged the conflict situation. The conflict then sparked international attention, including China. China played a role in bridging the conflict resolution indirectly. This study aims to review the efforts made by China in helping to bridge the conflict resolution. The method used uses a descriptive qualitative approach. The study found that China fully used a quasi-mediation diplomacy strategy in an effort to resolve the conflict. China's efforts are reflected through personal identity and the results of the interactions that were established. China promotes the principle of non-intervention and regional resolution, even providing humanitarian assistance and sustainable development. China is not directly involved in maintaining national interests, both materially and socially, in the form of applicable relations and norms.
Diplomasi Lingkungan Indonesia Melalui AATHP untuk Mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2020-2024 Larasati, Abigail; Novriest Umbu Walangara Nau; Indra Wisnu Wibisono
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.73134

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menjadi isu lingkungan lintas batas utama di kawasan Asia Tenggara, menimbulkan dampak signifikan bagi negara-negara tetangga. Penelitian ini menganalisis peran diplomasi lingkungan Indonesia melalui implementasi ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) dalam mengatasi kebakaran dan lahan pada periode 2020- 2024. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui studi literatur, dokumen resmi, dan laporan lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah memperkuat kebijakan nasional, meningkatkan sistem monitoring, dan mempercepat koordinasi regional dalam penanganan kebakaran hutan. Meski demikian, tantangan masih terjadi dalam bidang kapasitas institusional dan koordinasi lintas sektor. Simpulan penelitian ini menegaskan peran positif diplomasi lingkungan Indonesia melalui AATHP dalam pengurangan dampak kebakaran hutan dan lahan, dengan kebutuhan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas implementasi di tingkat nasional dan regional. Kata Kunci: Diplomasi Lingkungan; AATHP; Kebakaran Hutan; Indonesia; ASEAN.
Indonesia's Strategy to Build Geopolitical Identity as a Middle Maritime Power in the Indo-Pacific Through the World Maritime Axis (PMD) Policy in the Era of the Joko Widodo Administration (2014-2019) Rikko Yan Lado Ae; Roberto Octavianus Cornelis Seba; Indra Wisnu Wibisono
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 3 (2026): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i3.3119

Abstract

This study analyzes Indonesia's strategy in building a geopolitical identity as a middle maritime power in the Indo-Pacific region through the Global Maritime Fulcrum (GMF) policy during the Joko Widodo administration (2014–2019). The background of this study is based on the increasing geopolitical dynamics of the Indo-Pacific as the epicenter of great power rivalry, which demands Indonesia to strengthen its strategic position and identity as an archipelagic nation. This study uses a descriptive qualitative approach based on literature studies with reference to Middle Power Theory as a theoretical framework, as well as the concepts of maritime geopolitics, the Indo-Pacific, and maritime diplomacy as conceptual frameworks. The study shows that the GAM does not only function as a maritime sector development policy, but also as a grand strategy in shaping Indonesia's identity as a middle maritime power.