Sari, Rifta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Mikroskopis, Standarisasi dan Profil Kandungan Kimia secara LC-ESI-MS dari Ekstrak Etil Asetat Curculigo latifolia Sari, Rifta; Rahmasari, Ratika; Nur, Syamsu; Elya, Berna
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.736

Abstract

Curculigo latifolia merupakan tanaman obat yang memiliki potensi farmakologis signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik mikroskopis, melakukan standarisasi simplisia, dan menganalisis profil metabolit ekstrak etil asetat daun C. latifolia ini menggunakan LC-ESI-MS. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan pembuatan simplisia dari masing-masing bagian tanaman C. latifolia yaitu akar, pelepah dan daun dan selanjutnya dilakukan analisis mikroskopis dengan menggunakan mikroskop binokule dengan pembesaran 400x. Simplisia bagian daun diekstrak secara bertingkat yang dimulai dengan n-heksan dan dilanjutkan etil asetat dan etanol 70%. Ekstrak etil asetat bagian daun distandarisasi dan diidentifikasi metabolit sekundernya dengan metode LC-MS/MS. Hasil Pengamatan mikroskopis menunjukkan adanya struktur trikoma, kristal kalsium oksalat dalam berbagai bentuk, dan berkas pembuluh pada daun, pelapah, dan akar, yang mendukung fungsi fisiologis tanaman. Standarisasi simplisia mengungkapkan bahwa kadar air (6,32±0,66%), kadar abu total (0,32±0,04%), bobot jenis (1,01±0,00), dan susut pengeringan (6,71±0,52%) telah memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia. Analisis LC-ESI-MS mengidentifikasi sepuluh senyawa bioaktif, yaitu valeroidine, afzelin, (-)-caryophyllene oxide, triptolide, epi-tulipinolide, testosterone acetate, 11-hydroxyetiocholanolone, 3-deoxyestradiol, 13-hydroxy-alpha-tocopherol, dan 3beta-hydroxy-4beta-methyl-5alpha-cholest-7-ene-4alpha-carboxylic acid. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah untuk pengembangan C. latifolia sebagai bahan obat herbal modern yang berkualitas serta menjadi model bagi studi komprehensif terhadap tumbuhan obat lainnya.
PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI PADA ASPERGILOSIS PULMONAL Sari, Rifta; Arfan, Ahmad; Karuniawati, Anis; Haryanto, Budi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54309

Abstract

Aspergilosis pulmonal merupakan infeksi jamur oportunistik yang disebabkan oleh Aspergillus spp. dan memiliki spektrum klinis luas, mulai dari bentuk alergi, kronik, hingga invasif yang mengancam jiwa. Peningkatan jumlah pasien imunokompromais, penyakit paru kronis, serta penggunaan kortikosteroid jangka panjang berkontribusi terhadap meningkatnya insidensi aspergilosis paru. Diagnosis penyakit ini masih menjadi tantangan karena gejala klinis dan temuan radiologis sering tidak spesifik serta menyerupai penyakit paru lain, seperti tuberkulosis dan keganasan paru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pemeriksaan mikrobiologi pada aspergilosis pulmonal, meliputi pemeriksaan mikroskopis langsung, kultur jamur, identifikasi spesies, uji kepekaan antijamur, pemeriksaan serologi, serta deteksi molekuler. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif naratif terhadap literatur ilmiah nasional dan internasional sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemeriksaan mikrobiologi memegang peranan penting dalam menunjang diagnosis aspergilosis pulmonal, namun harus diinterpretasikan bersama data klinis dan radiologis untuk membedakan kolonisasi, kontaminasi, dan infeksi aktif. Cairan bronchoalveolar lavage (BAL) merupakan spesimen terbaik untuk berbagai metode diagnostik. Kombinasi pemeriksaan kultur, serologi, dan biomarker jamur seperti galaktomanan dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan membantu penatalaksanaan yang tepat.