Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Socialization of the Use of Semantic Scholar in Improving the Quality of Student Research: Pengabdian Firman Sinaga; Liestyowati; Komang Shanty Muni Parwati; Komang Trigita Juliastri; I Gusti Made Riko Hendrajana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1966

Abstract

The following are the steps he took with one hundred and fifty students at the Institute of Tourism and International Business and Telkom Unversity. The result in this article show that The socialization in this article aims to teach students how to use the Semantic Scholar application to improve the quality of their article. One indicator of quality article can be seen from quality references. Semantic Scholar is an AI that offers a myriad of quality references to improve article quality. Some of the advantages of Semantic Scholar include the following: 1. Article Efficiency: With its unique ability to identify context and relationships, Semantic Scholar can save article time. Auhtors no longer need to sort through hundreds of articles just to find relevant ones. 2. Faster Innovation: With easier access to relevant article, innovation can happen more quickly. This can have a positive impact on various industries and disciplines. 3. Article Empowerment: Semantic Scholar empowers auhtors to explore various disciplines and gain a better understanding of their fields. 4. Open Access: One important aspect of Semantic Scholar is open access. This means that most of the content you find in it is freely accessible. This is a major step in democratizing access to knowledge. Based on this, auhtors believe that this socialization can gradually improve the quality of student article.
Workshop Penyusunan Proposal Hibah DPPM Bagi Dosen Perguruan Tinggi: Pengabdian Ali Yusron; Jumriah; Liestyowati; Irwin; Dessy Andamisari; Dina Mayadiana Suwarma6
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2173

Abstract

Workshop penyusunan proposal hibah DPPM bagi dosen perguruan tinggi dilaksanakan sebagai respons terhadap masih rendahnya kemampuan sebagian besar dosen, khususnya dosen pemula, dalam menyusun proposal pengabdian kepada masyarakat yang layak dan kompetitif. Permasalahan ini berdampak pada rendahnya partisipasi dan keberhasilan dosen dalam mengakses hibah pengabdian, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kinerja institusi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen melalui pelatihan teknis penyusunan proposal hibah berbasis output dan berbasis luaran yang sesuai dengan pedoman dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan pelatihan partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, praktik penyusunan proposal, serta pendampingan oleh narasumber. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terkait sistematika penulisan proposal, kemampuan menyusun draft proposal yang terstruktur, serta menumbuhkan motivasi untuk mengikuti program hibah pengabdian. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan semacam ini sangat penting untuk membangun ekosistem akademik yang produktif serta memperluas akses dosen terhadap peluang pendanaan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu terus dilakukan secara berkelanjutan dengan model pendampingan jangka panjang.
Simple Digital-Based Financial Bookkeeping Training to Improve the Quality of Village Cash Reports Rika Lidyah; Liestyowati; Tita Safitriawati; Parlindungan Dongoran; Asramid Yasin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4226

Abstract

Penyaluran Dana Desa secara besar-besaran menuntut akuntabilitas dan transparansi yang tinggi dalam pengelolaan keuangan di tingkat desa. Mitra layanan, Pemerintah Desa [Nama Desa Negara Bagian/Lokasi Mitra], menghadapi tantangan signifikan terkait kualitas pelaporan keuangan, yang seringkali ditandai dengan perbedaan data antara catatan kas harian dan laporan bulanan, keterlambatan dalam penyusunan laporan, dan kerentanan terhadap kesalahan pencatatan manual. Masalah-masalah ini menghambat proses audit, verifikasi oleh Badan Konsultatif Desa (BPD), dan berdampak pada kecepatan penyerapan anggaran untuk kegiatan pembangunan desa. Solusi yang ditawarkan adalah Pelatihan Pembukuan Keuangan Berbasis Digital Sederhana menggunakan [Aplikasi/Platform Sederhana Negara Bagian, misalnya: Microsoft Excel atau Aplikasi Keuangan Sederhana] yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaporan desa. Metode implementasinya meliputi penilaian kebutuhan, pelatihan praktik intensif, pendampingan praktis, dan evaluasi dampak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman tim manajemen keuangan desa (bendahara dan sekretaris) mengenai prinsip-prinsip akuntansi dasar dan, yang lebih penting, peningkatan kecepatan (efisiensi waktu) dan akurasi (meminimalkan kesalahan manusia) dalam menyusun Laporan Realisasi Anggaran Kas Desa. Keberhasilan program ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas Laporan Kas Desa, mendukung Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di tingkat lokal, dan memastikan bahwa Dana Desa dapat dimanfaatkan secara optimal dan akuntabel.
The Pros and Cons of Determining National Disaster Status for The Sumatra Floods: Legal and Social Perspectives Muis; Rabith Madah Khulaili Harsya; Liestyowati; Andi Lulu Isvany; Ainun Nazriah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1638

Abstract

The determination of national disaster status in Indonesia is often the subject of heated debate between humanitarian urgency and considerations of economic and political stability. This article analyzes the pros and cons of declaring a national disaster status in response to flooding on Sumatra Island through legal and social perspectives. Using qualitative methods with a juridical-normative and sociological approach, this study evaluates the implementation of Law Number 24 of 2007 concerning Disaster Management. The research findings indicate that legally, the determination of national disaster status provides unlimited access to fiscal resources and centralized command, but socially, it can create regional dependency and stigmatization, impacting the investment climate. This article concludes that more rigid quantitative indicators are needed in regulations to minimize the politicization of disaster status.
An Analysis of The Relationship Between Digital-Based Financial Report Transparency and Willingness to Pay (WTP) For Environmental Fees in The Post-Pandemic Era Neti Erlina; Muhamad Irfan Florid; Liestyowati; Hendra Kasman; Mohamad Yusuf Golam
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1703

Abstract

In the aftermath of the global pandemic, public trust in institutional spending has become a critical determinant of civic participation in environmental sustainability. This study investigates the relationship between digital-based financial report transparency and the Willingness to Pay (WTP) for environmental fees among urban citizens. As digital transformation accelerates, the accessibility and clarity of financial disclosures serve as a bridge between governmental accountability and public contribution. Utilizing a quantitative approach, this research examines how real-time digital reporting mitigates perceived corruption and enhances the perceived value of environmental protection initiatives. The findings suggest that transparency does not merely fulfill a legal obligation but acts as a psychological catalyst that significantly increases WTP. When citizens can verify that their contributions are allocated efficiently through digital platforms, their resistance to additional environmental levies decreases. This research provides a framework for policymakers to leverage digital accounting tools as a strategy for sustainable environmental financing in the post-pandemic era.