Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Media Sosial dalam Membangun Hubungan Internasional Naswa, Nazirah; Jannah, Zikra Miftahul; Ayubin, Edwards; Saputra, Irsya Diryansyah; Fadilah, Vhiona Rizkia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 7 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Media sosial tidak hanya digunakan untuk berbagi informasi, tetapi juga untuk membangun dan memelihara hubungan interpersonal. Artikel ini membahas tentang peran media sosial dalam membangun hubungan interpersonal, termasuk kelebihan dan kekurangan penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat memperkuat hubungan interpersonal dengan memungkinkan orang untuk terhubung dengan teman, keluarga, dan kenalan yang jauh, serta bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki minat yang sama. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan media sosial juga dapat memiliki dampak negatif, seperti ketergantungan dan kesalahpahaman. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan media sosial secara bijak dan seimbang untuk membangun hubungan interpersonal yang lebih kuat dan lebih bermakna.
Persepsi Audiens Kasus Berita Penambangan Ilegal di Gunung Salak pada Akun Instagram Media Massa Digital Azzahra, Denalia; Pramitha, Ade; Hamidah, Azzah; Sarah, Siti; Saputra, Irsya Diryansyah; Rizki, Haikal; Wijaya, Angga Sentosa; Kusumadinata, Ali
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/capx9660

Abstract

Penelitian ini digunakan untuk menganalisis pengaruh persepsi audiens terhadap pemberitaan penambangan ilegal di Gunung Salak pada Instagram (@metro_bogor). Dengan tujuan pertama ialah untuk menganalisis hubungan antara frekuensi penggunaan Instagram dengan persepsi kualitas pemberitaan akun Instagram Metro Bogor di kalangan audiens. Tujuan kedua dirancang untuk menguji tingkat kepedulian terhadap isu penambangan ilegal di Gunung Salak berdasarkan latar belakang pendidikan responden. Selanjutnya, tujuan ketiga penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh intensitas paparan berita dari akun Instagram Metro Bogor terhadap tingkat pemahaman audiens mengenai kompleksitas masalah penambangan ilegal. Terakhir, tujuan keempat adalah untuk menganalisis perbedaan tingkat keterpengaruhan opini oleh pemberitaan tersebut berdasarkan kelompok usia responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei deskriptif guna menganalisis  46 responden terhadap dampak persepsi audiens dengan pemberitaan di media sosial. Sehingga korelasi yang didapatkan yakni melalui faktor pendidikan (latar belakang) dan intensitas penggunaan aplikasi Instagram. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa keterlibatan emosional (r = 0,75) dan kredibilitas media (r = 0,68) merupakan faktor dominan yang signifikan membentuk persepsi audiens. Sementara itu, literasi digital, frekuensi penggunaan Instagram, dan usia terbukti tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi komunikasi di platform media sosial perlu mengutamakan storytelling yang emosional dan kredibel untuk efektivitas penyampaian pesan lingkungan. 
Repersentasi Sosial dalam Lirik Lagu Gelap Gempita: Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Band Sukatani Pramitha, Ade; Sarah, Siti; Azahra, Denalia; Hamidah, Azzah; Saputra, Irsya Diryansyah; Rizky, Muhammad Haikal; Wijaya, Angga Sentosa; Kusumadinata, Ali Alamsyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kritik sosial yang terkandung dalam lirik lagu “Gelap Gempita” karya Band Sukatani dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Metode kualitatif deskriptif diterapkan untuk menganalisis tanda-tanda linguistik dalam lirik guna mengidentifikasi hubungan penanda dan petanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut membangun relasi oposisi biner antara “Kita” (rakyat) dan “Mereka” (penguasa), di mana simbol-simbol seperti "kekuasaan," "kedzaliman," dan "bendera" merepresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa “Gelap Gempita” bukan hanya produk hiburan, melainkan medium ekspresi budaya yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial dan merefleksikan realitas masyarakat Indonesia.