Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA Ahmad Muzaki; Sri Yuliyanti; Ade Kurniawan; Mawarni
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 2 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v2i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan serta keefektifan dari media pembelajaran berbasis GeoGebra dalam meningkatkan motivasi belajar dan representasi matematis siswa di SMA Negeri 1 Lembar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI MIPA 3 yaitu 31 siswa dengan jumlah sampel berjumlah 6 siswa. Data penelitian diperoleh menggunakan angket validasi media pembelajaran, validasi instrumen tes, respon guru dan siswa, serta tes representasi matematis siswa berupa soal pre test dan post test. Berdasarkan hasil penelitian, validasi media 92% dan 82% termasuk ke dalam kategori sangat valid sedangkan untuk validasi instrumen tes mendapatkan 96% yang mana termasuk ke dalam kategori sangat valid juga. Hasil kepraktisan sendiri dengan diberikan lembar respon kepada 1 guru yang mana berada pada interval dapat diartikan masuk ke dalam kriteria sangat baik. Lembar respon juga diberikan kepada 6 siswa yang mana 4 diantaranya berada pada interval dapat diartikan masuk ke dalam kriteria sangat baik sedangkan 2 subjek lainnya berada pada interval dapat diartikan masuk ke dalam kriteria baik. Untuk melihat keefektifan media dapat dilihat dari jawaban pre test dan post test subjek yaitu pada awalnya subjek salah dalam menggambar grafik maka saat pmerian soal post test subjek telah mampu menggambar grafik dengan benar (representasi grafik), lalu telah mampu menggunakan rumus yang benar untuk mencari nilai gradien, dan persamaan garis singgung (representasi ekspresi), terakhir subjek mampu menuliskan apa yang diketahui dan tidak diketahui dari soal yang telah disajikan (representasi tertulis)
Transpotition Didactic Design in Mathematics Learning: A Hermeneutic Phenomenology Ahmad Muzaki; Masjudin Masjudin; Pujilestari Pujilestari; Ita Chairun Nissa; Sri Yuliyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1951

Abstract

Abstrak Meskipun banyak penelitian telah mengeksplorasi pentingnya pecahan dalam kurikulum sekolah dasar, penelitian mengenai topik ini di tingkat sekolah menengah pertama masih terbatas, terutama dalam mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan merancang pendekatan alternatif untuk mengatasi tantangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi hermeneutik. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Narmada Lombok Barat yang terdiri dari 29 siswa kelas VIII. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang didukung dengan beberapa alat seperti tes operasi pecahan, pedoman wawancara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa rendahnya kemampuan siswa dalam mengoperasikan bilangan bulat, khususnya perkalian dan pembagian, merupakan faktor utama kesulitan belajar. Rancangan didaktis terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama meliputi beberapa kegiatan yaitu Ayo Tebak dan Ayo Baca. Tahap kedua meliputi kegiatan-kegiatan seperti Mari Mencari, Mari Berdiskusi, dan Mari Menyimpulkan. Tahap ketiga terdiri dari kegiatan Ayo Latihan dan Refleksi Diri. Tahapan ini dikembangkan untuk memperkuat pemahaman terhadap prasyarat tersebut melalui kegiatan yang melibatkan penentuan kelipatan persekutuan terkecil dan faktor persekutuan terbesar. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan agar guru matematika mengadopsi berbagai situasi didaktik berbasis masalah dalam pembelajaran pecahan. Abstract Although numerous studies have explored the role of fractions in the elementary school curriculum, research at the junior high school level remains limited, especially in identifying factors contributing to students' learning difficulties and developing alternative instructional approaches to address these challenges. This study aimed to examine both aspects. A hermeneutic phenomenology method was employed, with participants consisting of 29 eighth-grade students from SMPN 1 Narmada in West Lombok. The researcher acted as the primary instrument, supported by tools such as fraction operation tests and in-depth interview guidelines. The findings indicated that students’ difficulties stemmed primarily from their weak understanding of integer operations, particularly multiplication and division. To address this, a three-stage didactic design was implemented. The first stage included activities like "Let’s Guess" and "Let’s Read." The second stage incorporated "Let’s Search," "Let’s Discuss," and "Let’s Conclude." The final stage consisted of "Let’s Practice" and "Self-Reflection." These stages were designed to strengthen prerequisite knowledge through exercises on determining the least common multiple and greatest common factor. The study recommends that mathematics teachers integrate problem-based didactic strategies into fraction instruction.