Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Bermain Peran terhadap Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Ita Chairun Nissa; Kurniawan, Ade
Jurnal Kiprah Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kiprah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/kiprah.v8i2.2079

Abstract

Dua tantangan utama yang dihadapi oleh mahasiswa calon guru matematika adalah mampu berpikir dan bekerja seperti matematikawan dan memiliki keterampilan komunikasi, interaksi, dan kerjasama yang baik. Implikasi dari tantangan-tantangan ini adalah pentingnya untuk memiliki pendekatan pembelajaran yang dapat mendukung keduanya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pembelajaran berbasis masalah dengan bermain peran terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini adalah suatu quasi- experimental research dengan non-equivalent control group posttest only design. Populasi sebanyak 42 mahasiswa dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen diperlakukan dengan pembelajaran berbasis masalah dengan bermain peran sedangkan kelompok kontrol hanya diperlakukan dengan pembelajaran berbasis masalah saja. Analisa data penelitian ini antara lain; (1) pengujian validitas tes menurut ahli, (2) pengujian reliabilitas tes dengan pearson correlation coefficient, (3) pengujian normalitas data melalui interpretasi skewness dan kurtosis, (4) pengujian homogenitas data dengan F-test, dan (5) pengujian hipotesis dengan t-test. Semua pengujian data dilakukan menggunakan analysis toolpak pada Microsoft Excel. Hasil pengujian hipotesis dengan t-test menunjukkan bahwa thitung = 7.64 > ttabel = 1.68 yang artinya Ho ditolak pada α = 0.05. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dengan bermain peran efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah; Bermain Peran; Hasil Belajar
EXPLORING STUDENT MATHEMATICAL ENGAGEMENT USING ADAPTED WATSON’ ANALYTICAL TOOL Baiq Rika Ayu Febrilia; Ita Chairun Nissa
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 1, FEBRUARY 2019
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.114 KB) | DOI: 10.21831/cp.v38i1.21478

Abstract

This research was conducted with the aim of describing the engagement of junior high school students in the mathematics learning process measured using an adapted Watson analytical tool. This research is a qualitative study that analyzes video transcripts of a junior high school teacher in West Nusa Tenggara, East Indonesia who are carrying out mathematical teaching on probability.  In this study, the teacher carried out mathematics teaching designed by researchers using the ELPSA (Experience, Language, Pictorial, Symbolic, and Application) framework. The learning process was recorded through a video and then transcribed so that it is easily analyzed. The results showed that the dimensions of student mathematical engagement that emerged during the mathematics learning process were dominated by activities comparing/classifying and justifying/reasoning. These results also have a positive impact that by using the adapted of Watson analytical tool to analyze the learning process of mathematics can help teachers to gain deeper insight into students' mathematical engagement. This technique can be used as a reference by the teacher to further analyze so that better teaching actions can be planned.
Eksplorasi Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Program Linier Grafik dan Soal Cerita Ita Chairun Nissa
ARITHMETIC: Academic Journal of Math Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ja.v3i1.2707

Abstract

Linear program has a scope of material that emphasizes the method of determining the optimum value (maximum or minimum). Linear programming problems are generally presented through word problems that involve linear inequalities and straight line graphs, each of which requires different strategies and knowledge. This research was conducted to determine differences in the ability of students who solve linear program problems through word problems and graphical approach. Research subjects were 26 students at 11th grade in SMAN 7 Mataram. The research method used was mixed methods with sequential explanatory design. Quantitative data obtained through tests and qualitative data obtained through interviews. Data analysis with two-tail comparative statistical tests produced tstatistic = 3.63 > tcritical one-tail = 2.05 at α=0.05 which means that H0 is rejected. Then it can be concluded that there were significant differences in the ability of students who solved linear program problems through word problems and graphical approach. The results of this study can be used as a reference for the importance of providing students with consistent, continuous and varied problem solving experiences in their level of difficulty.
Penerapan Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Kelas VII SMP N 2 Praya Barat Ahmad sofyan; Ita Chairun Nissa; Sabrun Sabrun
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 3, No 2: Oktober 2020
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v3i2.100

Abstract

Abstrak : Masalah dalam Penelitian ini adalah Rendahnya hasil belajar Matematika siswa, hal ini di Sebabkan oleh model pembelajaran yang digunakan guru masih belum dapat melibatkan siswa secara langsung untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran Proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pokok persegi dan persegi panjang tahun ajaran 2019/ 2020,dengan subyek peneliti siswa kelas VII yang berjumlah 13 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian ini dilakukan dua siklus pembelajaran, setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan,observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil belajar siswa meningkat pada siklus. Pada siklus I aktivitas belajar siswa berkategori cukup aktif dan pada siklus ke II Aktivitas belajar siswa berkategori aktif.Sedangkan ketuntasan klasikal siswa pada siklus I mencapai 25% dan pada siklus II sudah dikatakn tuntas dengan presentase ketuntasan Klasikal 76,92%. Penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP N 2 Praya Barat Lombok Tengah.Kata Kunci: Problem Based Learning,  Hasil Belajar
Aktualisasi Pengetahuan Konten Pedagogi Guru Melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Ita Chairun Nissa
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.644 KB) | DOI: 10.33394/jk.v1i2.418

Abstract

What does it take to become a good teacher? This question if it was compared to the Act No. 14Year 2005 on Teachers and Lecturers, then what is needed is four competencies that pedagogical competence,personal competence, social competence, and professional competence. The fourth of these competencies,actually can be built from simple things related to teachers' daily tasks. One of them is the task of designing aLesson Plan. This task becomes mandatory duty for teachers before executing an instruction in the classroom.However, many teachers who do not wholeheartedly and is regarded as a liability solely educationaladministration. If we did so, many important lessons for teachers of design a Lesson Plan in developingPedagogical Content Knowledge which is the basic building block of all four professional competence ofteachers. Pedagogical Content Knowledge is knowledge of what and why the material was taught to students aswell as how to teach it. Perhaps this seems trivial and often done daily by teachers, but whether we haveactually done significantly ?. This article reveals how Pedagogical Content Knowledge can be built through theactivity of designing a Lesson Plans.
Mengukur Pengetahuan Konten Pedagogik Guru Matematika: Suatu Kajian Literatur Ita Chairun Nissa
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.389 KB) | DOI: 10.33394/jk.v4i1.902

Abstract

Mengajar adalah proses yang kompleks dan multidimensi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman mendalam diberbagai bidang serta kemampuan untuk mensintesis, mengintegrasikan, dan menerapkan pengetahuan itu dalam berbagai situasi, kelompok dan individu yang beragam. Pengetahuan itu dikenal dengan istilah pengetahuan konten pedagogik yang merupakan integrasi pengetahuan konten dan pengetahuan pedagogik yang digunakan untuk menafsirkan materi pelajaran dan menentukan strategi untuk membuatnya mudah dipahami oleh siswa. Mengukur pengetahuan konten pedagogik bukanlah hal yang mudah, karena proses itu merupakan internal konstruk yang tidak dapat diamati secara langsung. Berbagai pendekatan telah digunakan dengan instrumen yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu memberikan informasi yang kuat. Artikel ini akan membahas beberapa pendekatan dan instrumen yang pernah dikembangkan para peneliti untuk mengukur pengetahuan konten pedagogik.
Pelatihan Perancangan Perangkat Pembelajaran Daring dan Luring sebagai Pendukung Belajar Dari Rumah Ita Chairun Nissa; Masjudin Masjudin; Ali Sukanta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: November 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v6i2.562

Abstract

Belajar Dari Rumah merupakan bentuk pembelajaran di masa darurat penyebaran Covid-19 yang diamanatkan oleh Kemendikbud untuk dilaksanakan oleh seluruh jenjang sekolah di Indonesia. Pelatihan ini dilaksanakan untuk mendukung hal tersebut dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru merancang perangkat pembelajaran khususnya rencana pembelajaran daring, rencana pembelajaran luring dan kombinasi keduanya. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka di sekolah selama dua hari dengan peserta sebanyak 14 orang guru. Pelatihan hari pertama fokus untuk menyampaikan materi sehingga menggunakan metode ceramah dan diskusi sedangkan hari kedua fokus pada penyajian hasil kerja guru sehingga menggunakan metode presentasi dan tanya-jawab. Selama pelatihan berlangsung, pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen lembar pemeriksaan rencana pembelajaran dan kuesioner evaluasi pelatihan. Data dari kedua instrumen tersebut kemudian dianalisa secara statistik deskrikptif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam merancang RPP berada pada kriteria “Baik” dengan persentase ketercapaian sebesar 85,57% evaluasi pelatihan juga berada pada kriteria “Baik” dengan persentase ketercapaian sebesar 89,14%.  Online and Offline Learning Tools Design Training to Support Learning From Home Abstract  Learning from Home is a form of learning in the emergency period of the spread of Covid-19 which is mandated by the Ministry of Education and Culture to be carried out by all levels of schools in Indonesia. This training is carried out to support this and aims to improve the ability of teachers to design learning tools, especially online learning plans, offline learning plans, and a combination of both. The training was held face-to-face at the school for two days with 14 teachers participating. The first day of training focused on delivering material using the lecture and discussion method, while the second day focused on presenting the teacher's work using the presentation and question-and-answer method. During the training, data were collected using the learning plan examination sheet instrument and the training evaluation questionnaire. The data from the two instruments were then analyzed descriptively statistically. The results of the training show that the teacher's ability to design lesson plans is in the "Good" criteria with an achievement percentage of 85.57%. The training evaluation is also in the "Good" criteria with an achievement percentage of 89.14%.  
ANALISIS KETERLIBATAN DAN RESPON MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM DI MASA PANDEMI COVID-19 Baiq Rika Ayu Febrilia; Ita Chairun Nissa; Pujilestari Pujilestari; Dwi Utami Setyawati
FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 6, No 2 (2020): FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/fbc.6.2.175-184

Abstract

Seluruh negara di dunia termasuk Indonesia terkena dampak virus berbahaya bernama Covid-19. Untuk memberhentikan rantai penyebaran virus ini, pemerintah memberikan kebijakan untuk melakukan aktivitas dari rumah masing-masing. Akibat dari kebijakan ini, mahasiswa haruslah melakukan pembelajaran secara daring. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keterlibatan dan respon mahasiswa dalam pembelajaran daring menggunakan Google Classroom di Masa Pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek mahasiswa semester VI Prodi Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Mandalika berjumlah sepuluh orang. Adapun proses pengumpulan data melalui dua macam angket yaitu angket keterlibatan dan respon mahasiswa yang diperkuat dengan hasil wawancara, Untuk analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif berdasarkan skor pengisian angket dan hasil wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring selama masa Covid-19 cukup baik ditandai dengan partisipasi mahasiswa yang cukup tinggi dalam bertanya, menjawab pertanyaan dosen, mengumpulkan tugas sesuai deadline, aktif dalam forum diskusi antar mahasiswa maupun dengan dosen serta munculnya berbagai sikap positif yang ada pada diri mahasiswa. Pelaksanaan perkuliahan dengan menggunakan Google Classroom mendapat respon yang positif serta keterlibatan penuh dari mahasiswa karena memberikan atmosfer baru dalam perkuliahan mereka, memudahkan mereka dalam mengakses bahan perkuliahan kapan dan di mana saja. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kekurangan atas pelaksanaan pembelajaran daring.
Pelatihan Rich Task Pada Mgmp Matematika SMP Lombok Barat Ita Chairun Nissa; I Ketut Sukarma; Sanapiah Sanapiah; Ade Kurniawan; Sabrun Sabrun
Abdi Masyarakat Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdi.v2i1.1333

Abstract

The West Lombok Mathematics’ Teacher Community needs to be improved because of the government's demands on the quality of teaching mathematics in schools. Having good mathematical knowledge and being able to solve real-life problems is an important key for teachers to be able to develop innovative mathematics teaching. But in fact, teacher training that emphasizes aspects of mathematical content is still not widely implemented. This is an important reason for this training. The training is carried out in one day through video screening and rich task modeling. The assessment of this training is measured using a closed questionnaire that asks the teacher's attitude towards statements related to the training material, training methods, the ability of the speakers, and the motivation of the trainees. The training that was carried out succeeded in getting a positive response that most of the teachers gave a very agreeing attitude. The teachers also feel motivated and have good expectations for applying the knowledge and skills gained from training into teaching mathematics in the classroom
Pengaruh Pemberian Soal Matematika Jenis Open-Ended Problems Terhadap Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Program Linier Ita Chairun Nissa; Puji Lestari; Dian Kumala
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 7, No 2: December 2019
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.193 KB) | DOI: 10.33394/j-ps.v7i2.1910

Abstract

[Title: The Effect of Open-Ended Problems on Mathematics Problem toward Students' Ability in Solving Linear Program Problems]. The purpose of this study is to determine whether the provision of linear program mathematical problems in the form of open-ended problems can affect students' problem-solving abilities. This research is an experiment with one sample group, 28 students of class XI IPA-2 in SMA Negeri 7 Mataram. Data was collected through tests and interviews that were statistically analyzed both descriptive and inferential. The validity of mathematical problems is based on expert judgment while the reliability is tested using product-moment correlation. Pre-test and post-test data have been tested both homogeneous and normally distributed. The homogeneity test uses the F-test statistics and the normality test uses the interpretation of skewness and kurtosis. The influence test is performed using one-party t-test statistics. Student problem-solving performance was assessed using a holistic rubric. All data is processed using data analysis tools on Microsoft Excel. This experiment showed success by obtaining an average test score of students when the pre-test was 39.58 which then increased when the post-test became 79.76. This increase was statistically significant as evidenced by the one-party t-test where tcount = 37.33> ttable = 1.67 at α = 0.05, which means that Ha was accepted. So it can be concluded that there is an effect of the treatment given a mathematical problem in the form of open-ended problems to the ability of students to solve linear program problems.