Rahmah, Rayhanaddinoor
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN MAPPING KEJADIAN PENYAKIT DI PUSKESMAS X KOTA BANJARBARU Azmiyannoor, Muhammad; Nyssa, Talitha Nuzul; Rahmah, Rayhanaddinoor; Cahyani, Lenny Indah; Dian Rosadi
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.8896

Abstract

Penyelenggaraan surveilans epidemiologi membutuhkan SDM yang memiliki keahlian dalam perekaman, pengumpulan, pengolahan, dan analisis data. Analisis spasial memudahkan penentuan intervensi pencegahan untuk kasus penyakit pada daerah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran faktor penghambat pelaksanaan mapping kejadian penyakit di Puskesmas X Kota Banjarbaru. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus, dan pengumpulan  data melalui wawancara mendalam (indepth interview) terhadap petugas surveilans. Hasil dari studi ini terdapat 4 faktor yang menjadi faktor penghambat pelaksanaan mapping yaitu dari faktor kebijakan, metode, sumber daya manusia, dan motivasi. Secara rinci yaitu, tidak adanya kewajiban untuk melakukan analisa spasial, tidak ada kualifikasi keterampilan khusus untuk petugas surveilans, pelatihan yang terlalu singkat dan tanpa pedoman, fasilitas analisis spasial tidak tersedia lengkap, petugas belum memiliki keahlian analisis spasial, keterbatasan waktu akibat padatnya kegiatan petugas, dan sesama petugas tidak ada saling mendukung untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan analisa spasial.
Autokorelasi Spasial ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mentaya Seberang Kabupaten Kotawaringin Timur Rifaldi, Rifaldi; Cahyani, Lenny Indah; Rahmah, Rayhanaddinoor; Chairunnisa, Aulia Rizka; Khuzaimah, Khuzaimah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i1.336

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang memicu kematian pada balita di Indonesia. Prevalensi ISPA di wilayah kerja Puskesmas Mentaya Seberang berada di ambang batas prevalensi Kabupaten Kotawaringin Timur. Pencegahan ISPA dapat dikaji melalui epidemiologi spasial menggunakan analisis autokorelasi spasial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis autokorelasi spasial ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mentaya Seberang Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode penelitian ini merupakan rancangan studi ekologi menggunakan metode spasial seperti Moran’s I, Differential Moran’s I, Local Indicator of Spasial Autocorrelation (LISA) dan Getis Ord Gi* melalui aplikasi GeoDa. Unit analisis spasial yang digunakan pada tingkat rukun tetangga (RT). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat autokorelasi spasial global ISPA pada balita, Adanya autokorelasi spasial lokal dengan 2 wilayah High-Low pada periode januari – juni sedangkan pada periode juli – desember terdapat 1 wilayah High-Low dan 1 wilayah Low-High. Tidak ditemukan hotspot dan coldspot ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mentaya Seberang.
Analisis Teori Tindakan Beralasan terhadap Intensi Imunisasi Tetanus Toksoid pada Mahasiswi Universitas X Rifaldi, Rifaldi; Saragih, Rani Merlinda; Rahmah, Rayhanaddinoor; Jayanti, Reni Saufi; Naem, Rhizsa Niematoon
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v4i1.956

Abstract

The incidence of tetanus neonatorum is one of the causes of neonatal death in Indonesia that still requires serious attention. This disease can actually be prevented from an early age through the administration of tetanus toxoid immunization to women of childbearing age (WUS), especially premarital WUS as mother-to-be. Higher levels of education in premarital WUS are known to play a role in supporting the formation of intentions to carry out tetanus toxoid immunization. The intention of tetanus toxoid immunization in this study was studied based on the theory of reasoned action, which emphasizes the role of attitudes and subjective norms in shaping behavioral intentions. The purpose of this study is to analyze the intention of tetanus toxoid immunization in University X students based on the theory of reasoned action. This study is a correlative analytical research with the design of the cross-sectional study. The sample selection technique used accidental sampling so that 33 female respondents were obtained. The data was analyzed using the Spearman rho correlation test. The results showed a moderate and significant correlation between subjective norms (ρ=0.418; p=0.015) and attitudes (ρ=0.359; p=0.040) and tetanus toxoid immunization intention. Therefore, fostering a social atmosphere and environmental support is needed to strengthen the intention of tetanus toxoid immunization in premarital WUS.