Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI Terlalu Dinidi Klinik Pratama Citra Periode Mei-Juni Tahun 2024 Adelina Fitri Tanjung; Adriana Bangun; Dea Novita Sari; Winda Cristina Manurung; Erinda Pasaribu
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v1i4.427

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan sebuah proses penting yang mengedepankan kesiapan bayi dalam menyambut makanan yang akan dikonsumsinya. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini di klinik pratama citra periode mei-juni Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan data primer dengan tehnik total samppling pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan subyek penelitian 30 orang ibu yang mempunyai anak usia 0-6 bulan. Analisa data dalam bentuk distribusi frekuensi dengan persentase. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian makanan tambahan pendamping ASI terlalu dini di klinik pratama citra periode mei-juni Tahun 2024, berdasarkan Umur mayoritas pada umur 20-35 tahun sebanyak 10 orang (33,33%) dan minoritas berpengetahuan baik dan cukup berdasarkan umur <20 tahun dan 20-35 tahun masing-masing sebanyak 2 orang (6,67%), berdasarkan pekerjaan ibu yang bekerja sebanyak 8 orang (26,67%) dan minoritas berpengetahuan baik berdasarkan ibu nifas yang tidak bekerja sebanyak 1 orang (3,33%), berdasarkan pendidikan ibu pada tingkat pendidikan perguruan tinggi sebanyak 7 orang (23,33%) dan minoritas berpengetahuan kurang berdasarkan pendidikan SMA sebanyak 1 orang (3,33%). Dari penelitian ini diharapkan kepada ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan di klinik pratama citra agar lebih banyak mencari informasi dan meningkatkan lagi pengetahuan tentang pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini.
Pengaruh Metode Masase Effleurage terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Inpartu di Klinik Sartika Manurung Eka Ristin Tarigan; Adelina Fitri Tanjung
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i2.6297

Abstract

Childbirth is a natural physiological process, but it is often accompanied by intense pain, especially during the first stage, the cervical dilation phase. This pain arises from uterine contractions, cervical dilation, and fetal pressure on the pelvic structures. For primiparous mothers, this experience of childbirth is a first-time experience that can cause anxiety, tension, and even trauma if not managed properly. The research design used in this study was a quasi-experimental study with a two-group pretest-posttest. The sample size in this study was 38 participants: 19 in the intervention group and 19 in the control group, using a simple random sampling technique. The data analysis used was the t-dependent and t-independent tests. The results of the study obtained the characteristics of the intervention group respondents, most of the respondents were aged 30-35 years as many as 8 people (40.1%), parity of 2 children as many as 8 people (38.5%), and education level was high school as many as 14 people (73.7%). While in the control group most of the respondents were aged 30-35 years as many as 7 people (32.8%), parity of 2 children) as many as 9 people (40.5%), and education level was high school as many as 18 people (94.7%). The intensity of pain in the intervention group before effleurage massage was an average of 6.26 and after an average of 5.74 while in the control group before massage was an average of 6.97 and after an average of 5.83. The results of the dependent t-test of pain intensity before and after effleurage massage in the intervention group obtained a P value of 0.000 and in the control group before and after massage obtained a P value of 0.006. The results of the independent t-test can be concluded that there is a significant difference after the effleurage massage method was carried out in the intervention group, namely a P value of 0.001. From the results of this study, it is known that there is an effect of the effleurage massage method on reducing the intensity of labor pain in the active phase of the first stage of labor in mothers inpartu. Therefore, it is recommended that midwives apply the effleurage massage method as an intervention to reduce pain in the care of mothers in normal labor. Keywords: ,
Edukasi Ibu Hamil Tentang Pentingnya Pemeriksaan Usg dan Pelaksanaan Pemeriksaan USG Di Klinik Sartika Manurung Eka Ristin Tarigan; Adelina Fitri Tanjung; Erinda Pasaribu; Damai Putri Sari Siahaan
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i2.447

Abstract

Pregnant women's lack of understanding of the importance of antenatal care (ANC) can negatively impact fetal development. The use of ultrasound technology during ANC examinations can provide a more accurate picture of fetal condition. Ultrasound can determine whether the fetus' size is within normal limits, the number of fetuses, the volume of amniotic fluid, the position of the placenta, and whether the fetus' weight is appropriate, larger, or smaller than the gestational age. Objective: To increase pregnant women's knowledge of the importance of ANC examinations and to evaluate fetal condition by providing free ultrasound services. Methods: To conduct outreach activities, including free ultrasound examinations. This activity involved 22 pregnant women from the community surrounding the service location. Results: After the implementation, participants' knowledge test scores increased. The outreach program ran smoothly and participants were very enthusiastic, as evidenced by the many questions asked. All participants participated in the free ultrasound examinations, which showed healthy and normal fetal condition. Conclusion: This outreach program was effective in increasing pregnant women's understanding of the importance of ANC examinations, while the free ultrasound examinations helped confirm fetal health. All participants participated enthusiastically in the activity, and the benefits were felt by all parties involved..
Gambaran Kasus Wanita Dengan Mola Hidatidosa Di RSUP H. Adam Malik Medan Periode Januari 2020 – Desember 2022 Eka Ristin Tarigan; Adriana Bangun; Adelina Fitri Tanjung; Siti Khodijah; Revina Untari
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 1 No. 4 (2023): DESEMBER : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i1.442

Abstract

Menurut WHO (Word Health Organization), kembali merencanakan strategi untuk menurunkan angka kematian ibu melalui program Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu dimana target ratio kematian ibu secara global diharapkan dapat turun hingga mencapai kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2016). Mola hidatidosa adalah kehamilan dimana setelah terjadi fertilisasi tidak berkembang menjadi embrio, tetapi terjadi proliferasi tropoblast, dan ditemukan villi korialis yang mengalami perubahan degenerasi hidropik. Prevelansi Mola hidatidosa lebih tinggi di Asia, Afrika, Amerika, latin di bandingkan dengan Negara – Negara barat insiden Mola hidatidosa sebanyak 15 kali lebih tinggi dari pada Amerika serikat, Jepang telah melaporkan bahwa terjadi 2 kali kejadian kehamilan Mola hidatidosa dari 1000 kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “ bagaimanakah gambaran kasus Mola hidatidosa di RSUP. H. Adam Malik Medan Periode JANUARI 2020 – DESEMBER 2022, penelitian ini bersifat deskriftif dengan menggunakan data sekunder dari Medical Record yang ada di RSUP H. Adam Malik Medan maka di peroleh jumlah populasi sebanyak 75 kasus yang menderita Mola hidatidosa dan yang menjadi sampel adalah seluruh populasi sebanyak 75 kasus. Pada penelitian ini yang menjadi variabel independent yaitu umur, paritas dan riwayat kehamilan sebelumnya, sedangkan yang menjadi variabel dependent yaitu Mola hidatidosa. Dari hasil penelitian di peroleh bahwa Mola hidatidosa berdasarkan umur mayoritas terjadi pada umur 20 – 35 tahun sebanyak 42 kasus (56%), berdasarkan paritas mayoritas terjadi pada multipara sebanyak 42 kasus (56%), berdasarkan riwayat kehamilan sebelumnya terjadi pada tidak pernah mengalami kehamilan mola sebelumnya sebanyak 57 kasus (76%). Berdasarkan penelitian ini di harapkan kepada petugas kessehatan untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui program kesehatan, khususnya penyuluhan tentang Mola hidatidosa.
Gambaran Pengetahuan Ibu Mengenai Status Gizi Balita di Desa Telaga Sari Tahun 2024 Adriana Bangun; Adelina Fitri Tanjung; Putri Nadila; Revina Untari; Miftah Hul Husna Hutagalung; Dea Novita Sari
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v3i3.455

Abstract

Nutritional status is a measure of success in fulfilling nutritional needs in children which is shown through the achievement of body weight for age. The nutritional status of toddlers is very significant as a starting point for physical capacity in adulthood. This descriptive study uses primary data, namely data obtained from direct field observations using a questionnaire that has been designed previously to determine maternal knowledge about nutritional status in toddlers in Telaga Sari Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency, as many as 30 people in this study. Based on research from 30 people who became respondents, the Description of Mother's Knowledge about nutritional status in toddlers in Telaga Sari Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency, the majority of 14 people (47%) have sufficient knowledge and a minority of 6 mothers who have less knowledge (20%). Based on age, the majority were 20-35 years old (23%), and the minority were 1 person (3%) aged <20 years old. Based on education, the majority were high school (27%), and the minority were elementary school (3%). Based on occupation, the majority were employed (27%), and the minority were unemployed (7%). This study is expected to encourage village midwives to provide more information through counseling and increase mothers' knowledge about the nutritional status of toddlers to prevent malnutrition.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi Pada Balita Di Desa Telaga Sari Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Adriana Bangun; Adelina Fitri Tanjung; Putri Nadila; Revina Untari; Miftah Hul Husna Hutagalung; Dea Novita Sari
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v1i4.488

Abstract

Status gizi merupakan ukuran keberhasilan untuk memenuhi nutrisi kebutuhan pada anak yang dutunjukkan melalui capaian berat badan terhadap umur. Status gizi balita sangat signifikasi sebagai titik tolak kapasitas fisik saat usia dewasa. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh dari peninjauan langsung lapangan dengan menggunakan kuesioner yang telah dirancang sebelumnya untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang status gizi pada balita di desa telaga sari kecamatan sunggal kabupaten deli serdang  sebanyak 30 orang di dalam penelitian ini . Berdasarkan penelitian dari 30 orang yang menjadi responden  Gambaran Pengetahuan Ibu tentang status gizi pada balita di desa telaga sari kecamatan sunggal kabupaten deli serdang mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 14 orang (47%) dan minoritas ibu yang berpengetahuan kurang 6 orang (20%). Berdasarkan umur mayoritas umur 20 – 35 tahun sebanyak  7 orang (23%) dan minoritas pada usia <20  tahun sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan pendidikan mayoritas SMA sebanyak 8 orang (27%) dan minoritas pendidikan  SD sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan pekerjaan Mayoritas yang bekerja sebanyak 8 orang (27%) dan minoritas yang tidak bekerja sebanyak 2 orang (7%). Dari penelitian ini diharapkan kepada bidan desa agar banyak  memberikan informasi melalui penyuluhan dan meningkatkan lagi pengetahuan ibu tentang status gizi pada balita sehingga anak tidak mengalami kekurangan gizi.
Hubungan Lama Penggunaan Smartphone dan Stres dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Sejati Suryani; Adelina Fitri Tanjung; Eka Ristin Tarigan
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i2.197

Abstract

Insomnia is a sleep disorder experienced by a person that causes sleep needs to not be met in quantity or quality. The aim of the research was to analyze the relationship between duration of smartphone use and stress with the incidence of insomnia in midwifery students at the Mitra Sejati College of Health Sciences. This study used a quantitative research design with a cross sectional study design. The population in this study were all 74 midwifery students at Mitra Sejati College of Health Sciences. The sampling technique in this research was total sampling. The results of the bivariate analysis based on the results of chi square test showed that there was a significant relationship between duration of smarthphone use and the incidence of insomnia (p=0.023<0.05) and there was a relationship between stress and the incidence of insomnia (p=0.004<0.05). It is recommended for students to reduce excessive use of smartphones, especially at night so as not to interfere with lecture activities, and to keep themselves busy with other activities such as sports, reading books, and othe active campus activities.