Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Implementasi Praktik Baik Perikanan Tangkap Berkelanjutan di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Tri Wiji Nurani; Prihatin Ika Wahyuningrum; Rianti Dyah Hapsari; Nurani Khoerunnisa; Elvanri Anggi Widianti; Eko Sri Wiyono; Iin Solihin; Muhammad Dahri Iskanda; Sugeng Hari Wisudo
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.1.98-111

Abstract

Fish Landing Bases Pasir, Karangduwur, and Argopeni are centers of fishing activities in Ayah District Kebumen Regency. Most fisher have limited knowledge related to the sustainability of fish resources, environmentally friendly fishing technology, good fish handling, and business management. Community service activities for Lecturers Returning to Kampung IPB are carried out to increase the capabilities of fishers in Kebumen Regency through the implementation of good practices in sustainable capture fisheries. Activities are carried out in three stages, namely: 1) Exploration of issues and problems; 2) Program implementation; and 3) Follow-up. The results of the activity show that the deepening of issues and problems becomes the basis for focusing on the preparation of implementation materials. Dissemination and discussions have been effective in increasing stakeholders' understanding of good practices in sustainable capture fisheries. As a follow-up activity, fishermen's capabilities need to be continuously improved in terms of catching lobsters that are already fit for catching, doing good fish handling for export commodity fish starting from the catching process to marketing distribution, processing abundant fish during the fish season, as well as effective business and financial management to address to the presence of seasonal fish.
DINAMIKA MUSIM PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DAN TONGKOL DI PERAIRAN PALABUHANRATU Nurani, Tri Wiji; Prihatin Ika Wahyuningrum; Muhammad Iqbal; Nurani Khoerunnisa; Gilar Budi Pratama; Elvanri Anggi Widianti
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 12 No. 2 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v12i2.37112

Abstract

The monthly fluctuation of fish catch is closely related to the presence of fish or the fishing season. Information about the fishing season is important to improve the efficiency and effectiveness of fishing carried out by fishermen. Skipjack and longtail tuna are important catches landed by fishermen in Palabuhanratu fishing port, with fishing grounds in the waters around Palabuhanratu. This study aims to describe the dynamics of the catch and the effort to catch skipjack tuna and longtail tuna that land their fish in the Palabuhanratu fishing port and determine the fishing season. The data used is the Palabuhanratu fishing port fisheries statistical data for the 2015-2019 period. Data analysis used catch per unit effort (CPUE) analysis and moving average method. The results showed that the CPUE value of skipjack tuna fluctuates tends to increase by 0,009 tons per trip in 2016 and reaches the highest in 2017 which is around 3,068 tons per trip. The CPUE value of longtail tuna tends to increase from 0,021 tons per trip in 2015 to 0,266 tons per trip in 2019. The skipjack tuna fishing season in Palabuhanratu Waters occurs in March, July to November, while the longtail tuna fishing season occurs from July to November. Keywords: Longtail tuna, fishing season index, moving average model, Palabuhanratu, skipjack tuna
Pertumbuhan Karang Pocillopora verucossa dan Stylophora pistillata Menggunakan Substrat Semen: Analisis Morfologi dan Data Lingkungan Wijayanti, Lady; Unbekna, Sara; Djumanto, Djumanto; Y Setiawan, Riza; Khoerunnisa, Nurani; I C Utama, Mochhamad; A Nugraha, Tito; Djalil, Mukhlisnah; R Firdaus, Mochamad
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 7 No 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v7i2.4187

Abstract

Arsitek kecil berupa terumbu karang yang memberikan warna-warni di bawah laut ternyata dapat mendukung 25% kehidupan di laut. Namun, para ilmuan memprediksi bahwa 60% terumbu karang dunia akan mati sepenuhnya pada tahun 2050 jika kerusakan terus berlanjut. Salah satu cara menanggulanginya adalah dengan transplantasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dan laju pertumbuhan dari karang Pocillopora verrucosa dan Stylophora pistillata yang ditransplantasi menggunakan media semen. Pengambilan data dilakukan setiap minggu selama 3 bulan (Oktober 2016 – Januari 2017) di Pantai Serangan, Bali. Penelitian dilakukan dengan mengukur lebar, tinggi, jumlah cabang, dan parameter lingkungan. Pertumbuhan diukur dengan jangka sorong (ketelitian 0,05 mm). Parameter lingkungan perairan yang diukur adalah suhu air, pH air, dan salinitas. Hasil peneltian menunjukkan pertumbuhan lebar, tinggi, cabang meningkat hingga mencapai masing-masing 5,89 mm; 10,28 mm; 8 cabang/fragmen (P.verucossa), dan 8,84 mm; 13,01 mm; 16 cabang/fragmen (S. pistillata). Pertumbuhan dan laju pertubuhan menunjukkan bahwa S. pistillata lebih cepat dari pada P.verucossa, dan pertumbuhan lebar lebih cepat dari pada tinggi untuk kedua jenis karang. Laju pertumbuhan lebar dan tinggi kedua jenis karang pada awal pengamatan mengalami penurunan yang signifikan, hal ini berbanding lurus dengan suhu (32,33°C) dan salinitas (35,33 ppt) sebagai nilai tertinggi yang didapatkan pada minggu awal penelitian. Pemilihan jenis karang yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan akan memberikan keberhasilan transplantasi karang.
Komposisi dan Diversitas Hasil Tangkapan Pancing Ulur di Pulau Panggang Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Khoerunnisa, Nurani; Ayu Sri Wijayanti, Lady; Budi Pratama, Gilar; Dzulpikah Darojat, Hanif
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 7 No 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v7i2.4192

Abstract

Nelayan di Pulau Panggang dan Kepulauan Seribu sering melakukan operasi penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap pancing ulur. Penangkapan ikan dengan pancing ulur dinilai efektif dalam menangkap ikan karena ramah lingkungan. Namun demikian, penelitian yang menyatakan seberapa selektifnya alat tangkap ini dengan menunjukkan komposisi dan indeks keanekaragaman hasil tangkapan alat tangkap pancing ulur masih sedikit. Kurangnya penelitian ini mengakibatkan kekurangan data sebagai dasar untuk pengambilan kebijakan pengelolaan sumber daya. Tujuan penelitian adalah menghitung komposisi spesies hasil tangkapan dan keanekaragaman hasil tangkapan pancing ulur di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menghitung komposisi jenis tangkapan dan keanekaragaman hasil tangkapan alat tangkap pancing ulur dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Alat tangkap pancing ulur di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu berhasil menangkap 10 jenis ikan pelagis dan demersal, yaitu tenggiri (Scomberomorus commerson), layaran (Istiophorus sp), tongkol (Auxis thazard), lemadang (Coryphaena hippurus), cendro (Tylosurus crocodilus), cucut (Rhizoprionodon acutus), dan ikan gabus (Channa striata). Sementara itu, ikan demersal yang cenderung hidup di dasar laut terdiri dari ikan kakap (Lutjanus argentimaculatus), lencam (Lethrinus sp), dan ikan kerapu (Ephinepelus sp). Jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah ikan tenggiri (33%), sedangkan ikan budun merupakan jenis ikan yang paling sedikit tertangkap (1%). Indeks keanekaragaman menghasilkan nilai H' = 1,96, artinya keanekaragaman hasil tangkapan pancing ulur di Pulau Panggang termasuk dalam kategori sedang. Nilai ini menunjukkan bahwa keanekaragaman alat tangkap tergolong tinggi, tetapi selektivitasnya tergolong rendah.
Keanekaragaman Hasil Tangkapan Hand Line di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Gilar Budi Pratama; Nurani Khoerunnisa; Rian Hidayat
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan laut Maluku yang merupakan bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715 memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan potensi perikanan yang dimanfaatkan masyarakat melalui aktivitas penangkapan ikan, dominan menggunakan alat tangkap hand line. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keanekaragaman hasil tangkapan alat tangkap hand line di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, berdasarkan data statistik tahun 2023. Analisis dilakukan menggunakan metode deskriptif dan perhitungan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hand line mampu menangkap 34 jenis ikan dengan total produksi mencapai 1.570,42 ton. Nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,61 mengindikasikan keanekaragaman sedang, mencerminkan keragaman spesies yang cukup baik namun selektivitas alat tangkap masih perlu diperhatikan. Tingkat keanekaragaman ini menunjukkan potensi diversifikasi usaha perikanan yang mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat sekaligus pengelolaan sumber daya laut secara bertanggung jawab.
Korelasi Antara Volume dan Nilai Produksi Untuk Optimalisasi Usaha Penangkapan Ikan Pulau Panggang Khoerunnisa, Nurani; Wijayanti, Siti Oftafia; Rema, Dareen Nadya
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fisheries sector on Panggang Island contributes significantly to the local economy, but efforts to optimally increase fish production still face challenges. Fish production is one of the main factors in determining the economic value of fisheries, so it is essential to know the extent of the relationship between fish production volume and production value. This study aims to analyze this relationship using the Pearson correlation analysis approach, which measures the closeness of the linear relationship between the two variables. The results show that the volume of fisheries production has a very close and positive relationship with production value. The correlation coefficient value of fishing units on Panggang Island is above 0.9, namely fishing rods (0.98), traps (0.99), and nets (0.99), which indicates that increasing production volume directly affects increasing production value. Strategies for optimizing fisheries production include using efficient and environmentally friendly fishing technology, business planning based on feasibility analysis, managing fishing activities according to the season, expanding market access, and strengthening the supply chain. These findings form the basis for strategic decision-making in increasing the productivity and sustainability of the fisheries sector on Panggang Island.
Edukasi Dampak dan Pencegahan Ghost Fishing kepada Nelayan di Pelabuhan Perikanan Cikidang Pangandaran Dewanti, Lantun Paradhita; Khoerunnisa, Nurani; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Apriliani, Izza Mahdiana; Khan, Alexander M. A.
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.61314

Abstract

Pelabuhan Perikanan Cikidang yang terletak di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran, merupakan pusat aktivitas perikanan tangkap dengan berbagai jenis alat tangkap seperti jaring insang hanyut, trammel net, rawai dasar, dan liong bun. Namun, penggunaan alat tangkap ini sering menimbulkan masalah, seperti hilangnya alat tangkap di laut yang berpotensi menyebabkan ghost fishing. Ghost fishing berdampak serius pada ekosistem laut, termasuk kerusakan habitat, penurunan populasi ikan, serta kerugian ekonomi akibat menurunnya hasil tangkapan. Alat tangkap yang ditinggalkan, hilang, dan dibuang (Abandoned, Lost, and Discarded Fishing Gear/ALDFG) bahkan telah diakui sebagai masalah global dengan dampak ekologis dan sosial ekonomi yang signifikan. Pemahaman nelayan di Pelabuhan Perikanan Cikidang mengenai ghost fishing masih minim. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran nelayan tentang dampak dan pencegahan ghost fishing. Pengabdian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi yang bertujuan mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem laut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap edukasi bagi masyarakat nelayan di Pelabuhan Perikanan Cikidang tentang kelestarian sumber daya perikanan.
Mengurangi Jejak Sampah Laut melalui Aksi Bersih Pantai: Inisiatif Lokal di Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap Wijayanti, Lady Ayu Sri; Khoerunnisa, Nurani; Akbarsyah, Nora; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Pasaribu, Buntora; Firdaus, Mochamad Ramdhan
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60374

Abstract

Aksi bersih pantai merupakan salah satu upaya strategis untuk mengurangi dampak sampah laut yang mengancam ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat. Program ini dilaksanakan di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai destinasi wisata penting. Program ini juga bertujuan untuk menciptakan sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, guna memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan dalam program kegiatan ini adalah observasi, deskriptif, dan partisipatif. Subjek penelitian pada pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Pengelola Pantai Teluk Penyu, para penggiat wisata di sekitar Pantai Teluk Penyu, para mahasiswa dan civitas akademik Prodi Perikanan Laut Tropis, PSDKU Unpad, Pangandaran. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini berhasil mengumpulkan 16,651 kilogram sampah dalam satu hari. Selain kegiatan pembersihan, edukasi tentang pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan dampak positif berupa pengurangan volume sampah di pesisir, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan, dan penguatan sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah laut terpadu yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya untuk mengatasi tantangan pencemaran laut secara efektif.
STRATEGI PENINGKATAN AKTIVITAS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN KEBUMEN: Strategy to Increase Capture Fisheries Activity in Kebumen District Tri Wiji Nurani; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Hapsari, Rianti Dyah; Khoerunnisa, Nurani; Wiyono, Eko Sri; Solihin, Iin; Iskandar, Mokhamad Dahri; Wisudo, Sugeng Hari
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 14 No. 2 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v14i2.45008

Abstract

Kabupaten Kebumen memiliki potensi sumberdaya ikan yang besar dengan posisi wilayah perairan yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. Kondisi saat ini, aktivitas perikanan sudah berlangsung dengan baik dengan adanya 7 tempat pendaratan ikan dan 1 pelabuhan perikanan pantai. Nelayan masih mengalami kendala dengan keterbatasan prasarana di pelabuhan, sarana kapal/perahu yang masih berukuran kecil, cuaca dan gelombang besar pada saat musim barat, keberadaan ikan yang bersifat musiman, dan belum memiliki kemampuan untuk dapat mendeteksi keberadaan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kegiatan yang telah dilakukan saat ini; (2) menentukan faktor kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal; (3) menyusun strategi peningkatan aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ikan utama di Kabupaten Kebumen yaitu lobster, layur, dan bawal putih. Ketiga komoditi ini merupakan komoditi ekspor. Secara umum produksi dan nilai produksi dari ketiga komoditi tersebut terus mengalami peningkatan pada periode pada 2017-2021. Strategi untuk peningkatan aktivitas perikanan yaitu pengembangan teknologi dengan menggunakan kapal yang lebih besar, peningkatan sumberdaya manusia, diversifikasi pengolahan produk, dan peningkatan kapabilitas nelayan terkait dengan pengelolaan keuangan dan pemasaran.
Penggunaan Tepung Ulva (Ulva Lactuca) dan Tepung Ekstrak Enzim Kasar Papain sebagai Bahan Baku Tambahan bagi Pakan Benih Ikan Lele (Clarias Sp.) Utama, Mochhamad Ikhsan Cahya; Khoerunnisa, Nurani; Wijayanti, Lady Ayu Sri
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung Ulva (Ulva lactuca) dan tepung Ekstrak Enzim Kasar Papain sebagai feed additive pada pakan benih ikan lele (Clarias sp.) terhadap kinerja pertumbuhan, FCR, dan tingkat kelangsungan hidup. Parameter yang dianalisis meliputi Laju Pertumbuhan Harian (LPH), Specific Growth Rate (SGR) berdasarkan bobot (SGR W) dan panjang (SGR L), Feed Conversion Ratio (FCR), serta Survival Rate (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung Ulva dan tepung ekstrak enzim kasar papain memberikan peningkatan signifikan dibandingkan kontrol. Nilai LPH masing-masing adalah 1,58% (kontrol), 2,59% (tepung Ulva), dan 2,55% (tepung EEK Papain). SGR W tercatat sebesar 0,20 (kontrol), 0,30 (tepung Ulva), dan 0,31 (tepung EEK Papain), sedangkan SGR L sebesar 0,08 (kontrol), 0,13 (tepung Ulva), dan 0,12 (tepung EEK Papain). FCR juga menunjukkan perbaikan dengan nilai 1,36 (kontrol), 0,82 (tepung Ulva), dan 0,84 (tepung EEK Papain). Namun, SR mengalami variasi dengan hasil 80% (kontrol), 30% (tepung Ulva), dan 70% (tepung EEK Papain). Dari hasil tersebut, tepung Ulva dan tepung eksrak enzim kasar papain terbukti memiliki potensi sebagai feed additive dalam meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan lele. Namun, penurunan SR terutama pada perlakuan tepung Ulva memerlukan kajian lebih lanjut untuk memahami penyebabnya.