Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN K-MEANS DAN DBSCAN DALAM PENGELOMPOKAN DATA TRAVEL REVIEW RATINGS MENGGUNAKAN EVALUASI SILHOUETTE INDEX DAN DAVIES-BOULDIN INDEX Nezza Anggraini Yolandari; Lastri Elisabet Butarbutar; Gloria Citra Hasiana Rajagukguk; M. Fikri Zulfi; Arnita; Fanny Ramadhani
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i3.6884

Abstract

Dalam era digital, data ulasan wisatawan menjadi sumber informasi penting untuk analisis preferensi dan pengambilan keputusan di sektor pariwisata. Teknik Clustering menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk mengidentifikasi pola tersembunyi dalam data ulasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa dua algoritma clustering, yaitu K-Means dan DBSCAN, dalam mengelompokkan data Travel Review Ratings. K-Means menggunakan Elbow Method untuk menentukan jumlah klaster optimal, sedangkan DBSCAN mengandalkan kepadatan data dengan parameter epsilon dan minPts. Evaluasi hasil klasterisasi dilakukan menggunakan metrik Silhouette Index (SI) dan Davies-Bouldin Index (DBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DBSCAN menghasilkan performa yang lebih baik dibandingkan K-Means dengan nilai SI sebesar 0,27204 dan DBI sebesar 0,83869. DBSCAN dinilai lebih efektif dalam mengidentifikasi struktur klaster yang tidak beraturan serta menangani outlier, sehingga lebih cocok digunakan untuk dataset ulasan wisata yang kompleks.
IMPLEMENTASI VPN DIATAS ROUTING OSPF DALAM MEMBANGUN SIMULASI JARINGAN MAN Nezza Anggraini Yolandari; Delvita Aulia Artika; Bunga Dwi Febrianti; Dedy Kiswanto
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol. 11 No. 2 (2025): JUTIK : Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, Edisi Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jutik.v11i2.3773

Abstract

This study aims to compare the effectiveness of the Virtual Private Network (VPN) Ipsec and GRE tunnel protocols in establishing site-to-site VPN connections on a Metropolitan Area Network (MAN) optimized with Open Shortest Path First (OSPF) routing. Using Cisco packet tracer software, simulations were conducted involving seven routers as representations of different locations, connected via VPN connections. The simulation results show that although Ipsec offers significant security through data encryption, its limitations in multicast delivery pose challenges in OSPF communications. In contrast, GRE tunnel supports multicast route delivery required for OSPF, making it a more efficient choice in this context. This study provides insight into the advantages and disadvantages of each protocol for implementing a secure and efficient network.
SIMULASI HASHING PASSWORD MENGGUNAKAN ARGON2 DAN SCRYPT SERTA PENGEMBANGAN FITUR LOGGING JARINGAN REAL-TIME BERBASIS WEBSITE Nezza Anggraini Yolandari; Kiswanto, Dedy; Davina, Sherly; Sitepu, Ahmad Denil
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i1.8183

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem keamanan berbasis website dengan mengintegrasikan algoritma hashing Argon2 dan Scrypt serta sistem logging jaringan real-time menggunakan WebSocket (Ratchet PHP). Tujuan utama penelitian ini adalah mensimulasikan keamanan penyimpanan password sekaligus memantau aktivitas jaringan secara langsung untuk mendeteksi anomali. Metode yang digunakan adalah eksperimen melalui simulasi login, hashing, serta deteksi serangan ARP Poisoning pada lingkungan lokal (localhost). Hasil pengujian menunjukkan bahwa Argon2 memiliki waktu hashing lebih cepat dengan tingkat keamanan tinggi, sedangkan Scrypt menawarkan efisiensi memori yang baik. Sistem berhasil mendeteksi serangan ARP Poisoning dalam waktu kurang dari satu detik dan melakukan pemblokiran IP secara otomatis. Kesimpulannya, integrasi hashing dan logging real-time ini efektif meningkatkan keamanan jaringan berbasis website. Ke depannya, sistem dapat dikembangkan ke dalam lingkungan cloud atau IoT untuk perluasan fungsi monitoring.