Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisa Manajemen Baja Tulangan dengan Metode Just in Time (Studi Kasus: Gedung Office Proyek Pembangunan Kawasan Sains dan Teknologi(KST) Badan Riset dan Inovasi Nasional, Babarsari, Yogyakarta) Zidan Rizky Firmansyah; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen pengadaan baja tulangan dalam proyek konstruksi gedung perkantoran di Kawasan Sains dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional, Babarsari, Yogyakarta. Baja tulangan, sebagai material kritis dalam konstruksi beton, kerap menghadapi permasalahan kompleks seperti keterlambatan pengiriman, penyimpanan berlebih, dan pergerakan material yang tidak efisien. Dalam konteks ini, Metode Just in Time (JIT) diidentifikasi sebagai pendekatan strategis untuk mengatasi tantangan manajemen material konstruksi, dengan prinsip utama mengoptimalkan pengiriman material tepat pada saat dibutuhkan, mengurangi pemborosan, menghindari penumpukan berlebih, dan menjaga kualitas material. Hasil penelitian menunjukkan keunggulan signifikan metode JIT dibandingkan metode konvensional. Metode JIT berhasil menurunkan volume kedatangan material sebesar tujuh puluh persen, dengan frekuensi pengiriman yang lebih tinggi dan jumlah material per kedatangan yang lebih konsisten. Pengurangan fasilitas stockyard dari dua lokasi menjadi satu lokasi turut mendukung efisiensi ruang dan manajemen material. Analisis traveling distance menggunakan Autodesk Revit mengungkapkan penurunan jarak perpindahan sebesar sebelas persen, yang menunjukkan bahwa metode JIT tidak sekadar mengoptimalkan manajemen material, tetapi juga secara signifikan mengurangi jarak perpindahan pekerja dan material di lokasi proyek. Optimasi tata letak (site layout) menjadi komponen kunci dalam implementasi metode JIT. Perencanaan layout yang efisien memfasilitasi alur kerja yang lebih lancar, memaksimalkan penggunaan ruang, dan mengurangi pergerakan yang tidak perlu. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa implementasi metode Just in Time dalam pengadaan baja tulangan, diperkuat dengan optimalisasi tata letak, terbukti mampu meningkatkan efisiensi manajemen material. Metode ini tidak hanya menyederhanakan proses logistik, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi material, memberikan fleksibilitas pengadaan yang lebih baik, dan pada akhirnya mengoptimalkan produktivitas proyek konstruksi. Kata Kunci: Manajemen Pengadaan, Baja Tulangan, Just in Time, Proyek Konstruksi, Optimasi Tata Letak
Pengaruh Penggunaan Recycled Coarse Aggregate (RCA) yang telah Diperbaiki oleh Bakteri Micrococcus Luteus dengan Penambahan Kadar Glukosa terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Non-Destructive Test Jamili, Dzulhaq; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, S.T., M.T., IPM.; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Recycled Coarse Aggregate (RCA) yang dimodifikasi dengan bakteri Micrococcus Luteus dan variasi kadar glukosa (0,1%, 0,2%, 0,3%) terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Kualitas RCA cenderung lebih rendah dibandingkan Natural Coarse Aggregate (NCA) akibat keberadaan sisa mortar. Proses modifikasi RCA dilakukan melalui deposisi kalsium karbonat yang berfungsi mengisi pori dan retakan pada agregat. Pengujian beton dilakukan menggunakan metode Non-Destructive Test (NDT), meliputi hammer test untuk mengukur kuat tekan dan ultrasonic pulse velocity (UPV) untuk menentukan modulus elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi RCA dengan bakteri mampu meningkatkan berat jenis, menurunkan penyerapan air, serta memperbaiki kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Temuan ini memberikan alternatif inovatif dalam pemanfaatan RCA untuk memproduksi beton berkualitas tinggi, mendukung pengelolaan limbah konstruksi yang berkelanjutan, dan mengurangi dampak lingkungan negatif. Kata Kunci: recycled coarse aggregate, bakteri micrococcus luteus, glukosa, kuat tekan, modulus elastisitas, Non-Destructive Test.
Analisis Perbandingan Konfigurasi Jembatan Rangka Baja Tipe K-Truss dengan Konfigurasi Rangka Jembatan Gabungan Tipe Warren Truss dan K-Truss Firmansah, Rifki Adji; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.; Ir. Siti Nurlina, MT., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan komponen strategis dalam sistem infrastruktur transportasi yang berperan penting dalam menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi. Efisiensi desain, khususnya dalam konfigurasi rangka (truss), menjadi aspek fundamental dalam mengoptimalkan kekuatan struktur sekaligus menekan biaya konstruksi dan penggunaan material. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap kinerja struktur jembatan rangka baja dengan konfigurasi K-Truss konvensional dan konfigurasi gabungan Warren Truss–K-Truss. Fokus analisis meliputi aspek lendutan, efisiensi struktur berdasarkan nilai Demand Capacity Ratio (DCR), serta kebutuhan total berat material baja. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan mengacu pada SNI 1725:2016, mencakup pembebanan berupa beban mati dan beban lajur tipe “D”. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi gabungan menghasilkan lendutan sebesar 4,00 mm, lebih besar dibandingkan konfigurasi K-Truss sebesar 3,25 mm, dengan selisih 23,08%. Rata-rata nilai DCR untuk elemen tekan dan tarik pada konfigurasi gabungan masing-masing sebesar 21,5% dan 8,8%, sedangkan pada konfigurasi K-Truss sebesar 11,9% dan 8,2%. Dari segi penggunaan material, konfigurasi gabungan memiliki total berat 241,43 ton, lebih ringan 25,61% dibandingkan K-Truss yang memiliki berat 303,24 ton. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa konfigurasi gabungan Warren Truss dan K-Truss mampu memberikan efisiensi material yang lebih tinggi tanpa mengorbankan kinerja struktural secara signifikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan desain jembatan yang lebih optimal dan aplikatif, baik dalam konteks akademik maupun implementasi teknis di lapangan. Kata kunci : Jembatan Rangka Baja, Warren Truss, K-Truss, Efisiensi Struktur, Demand Capacity Ratio, SAP200
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene dengan Coating Pasta Semen terhadap Tegangan dan Regangan pada Balok Beton Bertulang Benjamin Reynard Limbong; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan material konstruksi yang ramah lingkungan terus meningkat seiring dengan perkembangan infrastruktur. Salah satu inovasi yang diteliti adalah pemanfaatan limbah Expanded Polystyrene (EPS) sebagai substitusi agregat kasar dalam pembuatan beton ringan. EPS memiliki sifat ringan, namun kurang optimal dalam berikatan dengan pasta semen. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pelapisan EPS menggunakan pasta semen untuk meningkatkan daya ikatnya. Penelitian ini menggunakan tiga variasi, yaitu beton dengan agregat kasar alami (NCA), beton dengan 25% EPS, dan beton dengan 75% EPS. Seluruh benda uji berupa balok beton bertulang diuji pada umur 28 hari. Pengujian meliputi tegangan dan regangan untuk mengevaluasi karakteristik mekanis yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPS berlapis pasta semen dapat dipertimbangkan sebagai alternatif agregat kasar dalam beton ringan, dengan tetap memperhatikan performa struktural yang dihasilkan.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene dengan Coating Pasta Semen terhadap Lendutan dan Pola Retak pada Balok Beton Bertulang Akmal Ghani Maulana; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beton konvensional yang masif menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan akibat konsumsi agregat alam yang tinggi dan ketersediaannya yang semakin menipis. Salah satu solusi alternatif adalah memanfaatkan limbah Expanded Polystyrene (EPS) atau Styrofoam sebagai substitusi agregat alam, yang juga berpotensi menghasilkan beton ringan. Namun, penambahan EPS dapat mengurangi kekuatan beton. Untuk mengatasi hal ini, pelapisan EPS dengan pasta semen diusulkan sebagai metode untuk meningkatkan kekuatannya. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh variasi persentase EPS terhadap lendutan dan pola retak pada balok beton bertulang. Tiga variasi benda uji digunakan: 25% EPS, 75% EPS, dan NCA (agregat alam). Hasil pengujian menunjukkan bahwa benda uji dengan EPS memiliki beban ultimit yang lebih rendah dibandingkan benda uji NCA. Selain itu, lendutan terbesar terjadi pada benda uji 75% EPS. Dalam hal pola retak, benda uji NCA menunjukkan satu garis retak, sedangkan benda uji lainnya menunjukkan dua dan tiga garis retak, meskipun seluruhnya merupakan retak lentur.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystrene dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Arnol Siahaan; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan infrastruktur yang cepat meningkatkan kebutuhan beton, yang berujung pada eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Untuk meminimalkan dampak lingkungan, limbah expanded polystyrene (EPS) dipertimbangkan sebagai pengganti agregat kasar dalam pembuatan beton ringan. Di perairan Indonesia, sebagian besar limbah terdiri dari EPS yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Penggunaan EPS dalam beton dapat mengurangi berat beton dan limbah lingkungan, namun cenderung menurunkan kekuatan beton. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan EPS yang dilapisi pasta semen untuk mengetahui seberapa signifikan EPS yang dilapisi pasta semen akan memengaruhi kekuatan beton. Terdapat tiga variasi benda uji, yaitu beton dengan 25% EPS, 75% EPS dan beton kontrol yang menggunakan agregat kasar alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan EPS yang dilapisi pasta semen memiliki kekuatan lentur yang lebih rendah dibandingkan beton dengan agregat alami. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan compression testing machine dan extensometer sebagai metode pengujian. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Kuat Lentur, Beton ringan