Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Power of Quotes: Bagaimana Kata-Kata Positif Memengaruhi Kesehatan Jiwa dan Emosi Fitriani, Alya; Surawan, Surawan
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v3i4.1145

Abstract

Masalah kesehatan jiwa dan emosi semakin meningkat di era modern yang penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kutipan positif dapat memengaruhi kesehatan jiwa dan emosi individu melalui pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan beberapa individu menggunakan lima pertanyaan esai terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kutipan positif mampu meningkatkan emosi positif, mendorong refleksi diri dan perubahan pola pikir (reframing), serta menguatkan regulasi emosi. Penggunaan kutipan positif sebagai bentuk intervensi sederhana menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kutipan positif memiliki potensi sebagai alat preventif dan promotif kesehatan jiwa yang mudah diakses dan relevan dengan budaya digital masa kini.
Pro Social Behavior dalam Animasi Upin & Ipin Membangun Pendidikan Karakter yang Selaras dengan Nilai-Nilai Islam Hady Ningsih, Salsabila; Fitriani, Alya; Surawan, Surawan
Cakrawala: Journal of Religious Studies and Global Society Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/cakrawala.v2i2.293

Abstract

Character education is a form of human activity in which there is an educational action intended for the next generation, which in spreading it in this era can use the media. In this modern era, media has a great influence on the way children learn when imitating social behavior. One effective way is to use animation that can help children understand and model good behavior in an interesting and easy-to-understand way. One animation that can help children imitate social behavior is Upin & Ipin, which contains various prosocial behaviors. This makes Upin & Ipin cartoons a potential medium in conveying character education messages that are in line with Islamic values. The method used in this research is library research. The results showed a discussion by taking three episodes of Upin & Ipin animation, namely: Rumah Rasa Sayang, Ijat Sudah Berani Naik Sepeda and Gerobok Rezeki, where these three episodes contain pro-social behavior values in building childrens character education that is in line with Islamic values. The conclusion is that character education can be built through children's animated shows such as Upin & Ipin which contain various pro-social behaviors that are easy for children to imitate and understand.
EDUKASI LALAT SEBAGAI VEKTOR PENYAKIT UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN LINGKUNGAN PADA SISWA SD NEGERI 44 SUNGAI LAREH Yuniarti , Elsa; Putri, Azzahra Zulia; Fitriani, Alya; Marcelina, Julia Ray; Febriani, Nuri
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) merupakan vektor mekanik yang mampu membawa dan menyebarkan berbagai mikroorganisme patogen, termasuk Bacillus cereus yang sering ditemukan pada tubuh lalat dan dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan pada manusia. Lingkungan yang kurang bersih, makanan yang tidak tertutup, serta perilaku hidup tidak higienis berkontribusi terhadap meningkatnya populasi lalat dan risiko penularan penyakit, terutama pada anak usia sekolah dasar yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa kelas V SD Negeri 44 Sungai Lareh mengenai lalat sebagai vektor penyakit setelah dilakukan kegiatan edukasi kesehatan. Penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas V sebanyak 40 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan yang dianalisis melalui metode skoring, kemudian dikategorikan ke dalam tingkat pengetahuan tinggi, sedang, dan rendah. Kegiatan edukasi dilaksanakan melalui penyampaian materi secara langsung menggunakan metode ceramah dan diskusi, serta dilanjutkan dengan pengisian kuesioner untuk mengevaluasi pemahaman siswa. Hasil menunjukkan bahwa 72% siswa berada pada kategori pengetahuan tinggi, 20% pada kategori sedang, dan 8% pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi memberikan dampak positif yang terukur terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai peran lalat sebagai vektor penyakit dan upaya pencegahannya. Edukasi kesehatan berbasis sekolah terbukti efektif sebagai strategi preventif dalam mendukung pencegahan penyakit berbasis lingkungan di lingkungan sekolah.
TINJAUAN LITERATUR MENGENAI TANTANGAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN DI INDONESIA PADA ERA DIGITAL Ninawati, Ninawati; Wahidiyah, Dinda Nurul; Arya, Arya; Fitriani, Alya; Fitriana, Dina
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7673

Abstract

Rendahnya kualitas pendidikan merupakan isu global yang menghadirkan tantangan multidimensi di Indonesia, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, terutama dalam konteks Era Digital. Studi tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif tantangan dan strategi pendidikan di Indonesia dalam menghadapi transformasi digital guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan melakukan tinjauan literatur ekstensif terhadap 12 artikel yang bersumber dari database ternama (Science Direct, Scopus, Google Scholar, dan Publish or Perish), studi ini mengidentifikasi tiga isu utama: (1) Kesenjangan digital (infrastruktur dan akses di daerah terpencil), (2) Rendahnya kompetensi digital guru dalam integrasi teknologi kreatif, dan (3) Dampak etika digital (seperti cyberbullying dan plagiarisme) pada peserta didik. Sebagai respons, studi ini merumuskan serangkaian strategi kunci yang terbukti efektif, meliputi: peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, pengembangan kurikulum adaptif yang mencakup literasi dan karakter digital, serta pengintegrasian kearifan lokal dalam pendidikan digital untuk memperkuat identitas budaya. Keberhasilan transformasi ini ditekankan sangat bergantung pada dukungan kebijakan pemerintah dalam pemerataan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.