Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Aplikasi SPPS Dalam Mendukung Analisis Data Bagi Mahasiswa PPKN FKIP Universitas Nias Semester 6: Pengabdian Anugerah Tatema Harefa; Syukur Kasieli Hulu; Amstrong Harefa; Berkat Persada Lase; Adrianus Bawamenewi; Fatiani Lase; Hendrikus Otniel Nasozaro Harefa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1993

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mengolah data statistik kuantitatif yang menjadi bagian penting dalam penyusunan tugas akhir. Mahasiswa program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas Nias Semester 6 perlu dibekali keterampilan teknis dalam menggunakan perangkat lunak statistik, salah satunya aplikasi SPSS, agar mampu melakukan analisis data secara tepat dan ilmiah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam penggunaan SPSS melalui pelatihan langsung yang aplikatif. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas lima tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, serta penyusunan laporan. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan pendekatan interaktif, studi kasus, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep dasar statistik, mengoperasikan SPSS, serta menginterpretasi hasil analisis secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya budaya belajar kolaboratif dan meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menyusun penelitian berbasis data. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan SPSS merupakan strategi yang efektif dan relevan dalam mendukung proses akademik mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tantangan literasi data di era digital.
Analisis Tingkat Penguasaan Guru terhadap Metode Pembelajaran yang Diterapkan pada Kurikulum Merdeka di Sma Negeri 3 Mandrehe Iman Kristiyani Gulo; Berkat Persada Lase; Hendrikus Otniel Nasozaro Harefa; Anugerah Tatema Harefa
Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/arjuna.v4i4.2999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman guru tentang implementasi metode pengajaran dalam Kurikulum Merdeka, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru dalam menguasai metode tersebut, dan meneliti strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut di SMA Negeri 3 Mandrehe. Pendekatan penelitian kualitatif deskriptif diadopsi. Partisipan penelitian meliputi kepala sekolah, satu guru Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn), dan tiga siswa dari SMA Negeri 3 Mandrehe. Pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen, sedangkan analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik tentang metode pengajaran dalam Kurikulum Merdeka, dengan pergeseran yang jelas menuju pembelajaran berpusat pada siswa—dibuktikan dengan penggunaan metode pembelajaran aktif seperti diskusi, pembelajaran berbasis proyek, presentasi, dan sesi tanya jawab, semuanya didukung oleh pelatihan, kegiatan Forum Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan supervisi. Namun, kesenjangan pemahaman masih ada di antara guru, khususnya mengenai perencanaan pembelajaran, pembelajaran diferensiasi, penilaian, dan kemampuan teknologi. Hambatan yang teridentifikasi meliputi variasi kesiapan dan pengalaman guru, keterbatasan fasilitas dan waktu, serta faktor-faktor yang berkaitan dengan siswa seperti rendahnya kepercayaan diri dan keterbatasan kemandirian belajar. Guru mengatasi tantangan ini melalui pengembangan kompetensi berkelanjutan, kolaborasi dalam komunitas pembelajaran, dan adaptasi metode pengajaran terhadap kebutuhan siswa menggunakan pendekatan interaktif dan kontekstual. Oleh karena itu, dukungan sekolah yang berkelanjutan dan peningkatan kompetensi guru yang terus-menerus sangat penting untuk memastikan implementasi Kurikulum Merdeka yang optimal, efektif, dan berkelanjutan.