Tappi, Verdi Payung
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Dan Kontribusi Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten Jayapura Tappi, Verdi Payung
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 16 No 2 (2024): JEB Vol 16 No 2 Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.969 KB) | DOI: 10.55049/999pz144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui besarnya pengaruh retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Jayapura; Berapa besar kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Jayapura; dan Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan retribusi daerah di Kabupaten Jayapura. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif yaitu dalam menganalisis menggunakan angka-angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kedua variabel menunjukkan hubungan yang positif; 2) Bahwa rata-rata kotribusi retribusi daerah selama 5 tahun terakhir sebesar 11,80 % per tahun sedangkan kontribusi paling tinggi terjadi pada tahun tahun 2018 sebesar 20,30 % sedangkan terendah terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 5,11%. 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi daerah di Kabupaten Jayapura antar lain rendahnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya membayar retribusi, pelaksanaan pemungutan retribusi daerah yang belum baik dan belum sesuai dengan kondisi lapangan, belum lengkapnya data base objek retribusi daerah, belum lengkapnya data tentang retribusi daerah membuat penerimaan retribusi daerah belum maksimal, bantuan Pusat, dengan banyaknya bantuan dan subsidi ini mengurangi usaha daerah dalam pemungutan retribusi daerah, dan lebih mengandalkan kemampuan negosiasi, kurangmya pemahaman masyarakat tentang objek retribusi daerah serta penarikan retribusi yang terjadi di wilayah Kabupaten Jayapura belum berjalan maksimal, sebab masih banyak daerah yang belum ditarik retribusinya padahal merupakan potensi sumber retribusi, misalnya retribusi kendaraan umum yang masuk wilayah kabupaten Jayapura tidak pernah membayar retribusi, seharusnya ada pos penarikan retribusi dibatas Kabupaten dengan Kota Jayapura.
ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN JAYAPURA Tappi, Verdi Payung
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2021): JEB Vol 12 No 1 Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/r1c2qq17

Abstract

Tujuan Penelitian yaitu 1) untuk mengetahui besarnya pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung pajak hotel terhadap pendapatan asli daerah melalui pajak daerah di Kabupaten Jayapura;2) untuk mengetahui besarnya pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah melalui pajak daerah di Kabupaten Jayapura. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengaruh pajak daerah (Y2) terhadap pendapatan asli daerah (Y3) adalah 1,05 dengan tingkat signifikansi 0,102 atau lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak signifikan artinya bahwa ada hubungan antara pajak daerah dengan pendapatan asli daerah tapi tidak signifikan, hal ini searah dengan hepotesis dalam penelitian ini; 2) pengaruh tidak langsung masing-masing variabel, dimana pengaruh pajak hotel (X1) terhadap pendapatan alsi daerah (Y3) melalui pajak daerah (Y1) sebesar 3,77 artinya apabila jumlah penerimaan pajak hotel naik maka pendapatan asli daerah (Y2) juga naik. Sedangkan pengaruh pajak restoran (X2) terhadap pendapatan asli daerah (Y2) melalui melalui pajak daerah (Y1) sebesar 2,90 artinya apabila pajak restoran (X2) naik maka pendapatan asli daerah (Y2) juga mengalami kenaikan; 3) Pengaruh total adalah pengaruh secara keseluruhan antara pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung pada masing-masing variabel eksogen yaitu pajak hotel (X1), pajak restoran (X2) melalui pajak daerah (Y1) terhadap pendapatan asli daerah (Y2), untuk melihat pengaruh total masing-masing variabel eksogen terhadap masing-masing fungsi pajak daerah (Y1) serta pendapatan asli daerah (Y2)
Analisis Pajak Daerah Kota Jayapura Periode 2011 - 2015 Tappi, Verdi Payung
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 10 No 2 (2020): JEB Vol 10 No 2 Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/zfj2s978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi dari pajak bumi dan bangunan terhadap pajak daerah di Kota Jayapura dan untuk mengetahui besarnya pengaruh kontribusi pajak bumi dan Bangunan terhadap pajak daerah di Kota Jayapura. Berdasarkan hasil penelitian dijelaskan bahwa kontribusi pajak bumi dan bangunan terhadap pajak daerah berfluktuatif dan kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2011 dengan jumlah kontribusi sebesar 37,40 persen, kemudian disusul pada tahun 2013 dengan kontribusi sebesar 25,68 persen, tahun 2012 sebesar 19,11 persen, tahun 2014 sebesar 15,63 persen dan tahun 2015 sebesar 14,54 persen dan ini merupakan kontribusi terkecil selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Walaupun kantribusi yang disumbangkan oleh pajak bumi dan bangunan terhadap pajak daerah dengan berpedoman pada nilai rata-rata kontribusi sebesar 22,47 persen per tahunnya dimana hasil pencapaian ini sudah sangat baik artinya bahwa dari satu item objek pajak daerah dapat memberikan kontibusi sebesar 22,47 persen. Berdasarkan hasil penelitian diketahui koefisien korelasi (r) sebesar 0,076 atau 7,60 persen hal ini menunjukkan adanya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen tetapi hubungannya tidak kuat, sedangkan untuk koefisien determinan (r2) sebesar 0,006 atau 0,6 persen hal ini menunjukkan adanya pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen dimana pengaruhnya yang ditimbulkan hanya sedikit artinya bahwa pengaruh pajak bumi dan bangunan belum menampakkan suatu hasil yang menggembirakan ini sebagai akibat dari nilai pajak bumi dan bangunan sebenarnya dari dulu sudah ada sebagai salah satu sumber penerimaan daerah melalui dana perimbangan yang tertuang dalam dana bagi hasil sehingga nilainya pada saat ada pemisahan yang mengacuh pada UU Nomor 28 tahun 2009 belum nampak pengaruh yang ditimbulkan
ANALISIS PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI PROVINSI PAPUA Tappi, Verdi Payung
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 8 No 1 (2017): JEB Vol 8 No 1 Juli 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/jw0bac28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh pajak kendaraan roda dua terhadap pajak kendaraan bermotor dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Papua, Tahun 2013-2017. Hasil pembahasan bahwa hubungan variable independen (pajak kendaraan bermotor roda dua) dengan variable dependen (pajak kendaraan bermotor) menunjukkan hubungan yang positif serta signifikan hal ini ditunjukkan oleh besarnya nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,697 atau sebesar 69,70 persen sedangkan pengaruh variable independen (pajak kendaraan bermotor roda dua) pengaruhnya ditunjukkan oleh koefisien determinan (r2) sebesar 0,694 atau 69,40 persen, hal ini disebabkan karena dalam data penelitian ini penerimaan pajak kendaraan roda dua sangat memberikan andil yang baik dalam penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Papua, atau pajak kendaraan roda dua memberikan pengaruhnya sebesar 69,40 persen terhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor sedangkan sisa sebesar 30,60 persen dipengaruhi oleh faktor lain diluar model yang digunakan, persamaan regresi sebagai berikut: Y = -1,509 + 6,940X persamaan garis regresi tersebut mempunyai pengertian bahwa konstanta dengan nilai-1,509 ini menunjukkan bahwa Jika variable independen (pajak kendaraan bermotor roda dua) adalah konstan atau sama dengan nol (0) atau tidak mengalami perubahan, maka penerimaan pajak kendaraan bermotor akan menurun sebesar Rp. 1,509.Selain faktor pendukung peningkatan penerimaan pajak kendaraan roda dua adapula faktor penghambat antara lain : adanya mutasi kendaraan bermotor roda dua keluar daerah pada setiap tahun yang jumlah dan nilai pajaknya cukup banyak, adanya kendaraan roda dua yang belum daftar ulang (BDU) terjadi dalam setiap tahunnya, tingkat pertumbuhan daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor roda dua tidak terlalu meningkat, kurangnya kepatuhan wajib pajak, dalam melakukan pemenuhan membayar pajak terkadang wajib pajak sangat sulit untuk melakukannya dan penghindaran tarif pajak progresif.
Pengaruh Kompetensi SDM Dan Budaya Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada DPRD Kota Jayapura Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Moderasi Aritonang, Perista Grace Riris Binsyoi; Thane , Stevanus; Jouwe, Musa Yan; Tappi, Verdi Payung
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 17 No 2 (2025): JEB Vol 17 No 2 Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/yp4rgb73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai pada DPRD Kota Jayapura, serta peran komitmen organisasi sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif melalui pengolahan data menggunakan metode SEM-PLS. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai sekretariat DPRD Kota Jayapura yang berjumlah 63 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi SDM dan budaya kerja secara signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Demikian pula, kompetensi dan budaya kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, dan komitmen organisasi juga berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Selain itu, komitmen organisasi terbukti memediasi hubungan antara kompetensi dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai, meskipun dengan pengaruh mediasi yang tergolong rendah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi dan budaya kerja yang kuat untuk meningkatkan komitmen dan kinerja pegawai secara keseluruhan.