Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INOVASI PEMBELAJARAN DENGAN TEKNOLOGI INTERAKTIF WORDWALL DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Shobirin, Syahril; Septiany Rahayu, Fanny; Ajibi, Mohamad
Educational Journal of Bhayangkara Vol. 5 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/z9ygya23

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa di sekolah dasar sering menjadi kendala dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan Wordwall sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan minat belajar siswa. Wordwall menyediakan aktivitas menarik, seperti kuis, permainan, dan latihan soal, yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas tinggi di SDN 1 Arjawinangun. Data diperoleh melalui observasi untuk mencatat keterlibatan siswa, wawancara untuk memahami pengalaman siswa dan guru, serta dokumentasi berupa foto dan hasil pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wordwall berhasil meningkatkan minat belajar siswa. Aktivitas interaktifmembuat pembelajaran lebih menyenangkan, meningkatkan partisipasi siswa, serta membantu mereka memahami materi dengan lebih baik. Respon siswa sangat positif, mereka merasa belajar menjadi lebih menarik dan tidak membosankan. Guru juga mencatat Wordwall mempermudah evaluasi dan memberikan umpan balik secara cepat.
Bermain Peran sebagai Strategi Efektif dalam Mencegah Perilaku Bullying di Sekolah Dasar Shobirin, Syahril; Rahayu, Fanny Septiany; Safitri, Liviana; Octavianti, Rahma Putri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.10978

Abstract

Bullying di sekolah dasar dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial dan emosional anak. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan bermain peran, yang membantu siswa memahami bullying, membangun empati, dan meningkatkan keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode bermain peran dalam mencegah bullying di SDN 1 Arjawinangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan siswa kelas IV dan V, guru, serta orang tua. Analisis dilakukan dengan metode analisis tematik untuk melihat perubahan pemahaman dan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan bermain peran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain peran membantu siswa mengenali bullying dan dampaknya, meningkatkan empati, serta mengurangi perilaku agresif di sekolah. Guru dan orang tua juga melihat perubahan positif dalam interaksi siswa, baik di sekolah maupun di rumah. Kesimpulan bermain peran adalah metode efektif untuk mencegah bullying dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan mendukung. Diperlukan dukungan dari guru, orang tua, dan pihak sekolah agar metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Effectiveness of the Deep Dialogue Critical Thinking Model on Elementary Students’ Social Studies Understanding Shobirin, Syahril; Hanikah; Fadly, Aris
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2251

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of the Deep Dialogue Critical Thinking (DDCT) learning model in improving fifth-grade students’ understanding of Social Studies on the theme My Proud Region at SD Negeri Galunggung. The research employed a quantitative approach with a one-group pretest–posttest experimental design. The sample consisted of 24 students selected through cluster random sampling. The instrument, an essay test, was validated by experts and tested for reliability, yielding a Cronbach’s Alpha of 0.86. Data were analyzed using paired-sample t-tests and N-Gain analysis. The findings revealed a significant improvement in students’ understanding, with the average pretest score rising from 53.75 to 86.67 in the posttest, and an N-Gain score of 0.75 in the high category. These results indicate that DDCT effectively enhances higher-order thinking skills, fosters active participation, and helps students connect Social Studies concepts to real-life contexts. The model also aligns with the goals of the Merdeka Curriculum in developing 21st-century competencies. Nevertheless, this study has limitations, particularly the absence of a control group and its focus on a single school context, which restricts the generalizability of the findings. Further research using controlled experimental designs and involving more diverse school settings is recommended to strengthen these results.
PENERAPAN PROGAM BE A HERO DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SISWA TERHADAP BULLYING, KEKERASAN SEKSUAL, DAN INTOLERANSI DI SEKOLAH DASAR Shobirin, Syahril; Tolhani, Muhamad; Berliana Nurindah, Putri; Ayuzuana Azhahra, Rahma; Khasanah, Mar’atul
Educational Journal of Bhayangkara Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/9zgkhn50

Abstract

Bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi di sekolah dasar menjadi masalah yang memengaruhi perkembangan siswa. Program Be a HERO (Helping, Empathy, Respect, and Open-mindedness) dirancang untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu-isu ini melalui sosialisasi dan permainan edukatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Program dilaksanakan di SDN 1 Arjawinangun dengan melibatkan siswa kelas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang dampak negatif bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi. Sosialisasi berbasis video membantu siswa mengenali isu-isu tersebut, sementara permainan edukatif berbasis wordwall membuat siswa lebih aktif dan terlibat. Siswa juga menunjukkan perubahan sikap positif, seperti meningkatnya empati, rasa hormat, dan keterbukaan. Program ini efektif meningkatkan kesadaran siswa dan dapat menjadi model pendidikan karakter di sekolah dasar. Disarankan agar program serupa diterapkan di sekolah lain untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini dan menciptakan lingkungan belajar yang aman.