Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

Upaya Percepatan Penurunan Stunting (Gizi Buruk dan Pola Asuh ) Pada Balita yang Beresiko Stunting Turisna, Yunida; Julia Mahdalena Siahaan; Ernawati Barus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah ketidakmampuan anak di bawah usia 5 tahun untuk tumbuh karena kekurangan gizi kronis, terutama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Pengetahuan ibu yang kurang, pola asuh yang salah, sanitasi dan hygiene yang buruk dan rendahnya pelayanan kesehatan dianggap sebagai penyebab stunting. Kekurangan energi dan protein dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan balita. Perilaku ibu dalam mengasuh balitanya memiliki kaitan yang erat dengan kejadian stunting pada balita. Ibu dengan pola asuh yang baik akan cenderung memiliki anak dengan status gizi yang baik, begitu juga sebaliknya ibu dengan pola asuh gizi yang kurang cenderung memiliki anak dengan status gizi yang kurang. Pola asuh makan yang baik dicerminkan dengan semakin baiknya asupan makan yang diberikan kepada balita. Asupan makan yang dinilai secara kualitatif digambarkan melalui keragaman konsumsi pangan. Keragaman pangan mencerminkan tingkat kecukupan gizi seseorang. Rendahnya pola asuh menyebabkan buruknya status gizi balita. Setiap ibu perlu belajar menyediakan berbagai jenis makanan dan tidak harus makanan yang mahal tetapi makanan yang mengandung zat gizi yang cukup. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah : Untuk terbentuknya pengetahuan di kalangan masyarakat dan di wilayah kota Medan, dan menurunkan angka stunting yang tinggi menjadi rendah di tahun 2024, meningkatnya kegiatan dan pencegahan stunting dikalangan masyarakat.
RAHIM SEHAT, KELUARGA HEBAT, YUK IVA TEST! Sidabukke, Ida Ria R; Yunida Turisna Simanjuntak; Julia Mahdalena Siahaan; Pinkan Soraya; Serly Pangaribuan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6139

Abstract

Keluarga Hebat berlandaskan pada ketahanan, adaptasi, dan kesejahteraan, selaras dengan BKKBN yang menekankan keluarga sejahtera, sehat, mandiri, harmonis, dan bertakwa melalui Delapan Fungsi Keluarga (Keagamaan, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi & Pendidikan, Ekonomi, Pembinaan Lingkungan). WHO juga menegaskan peran keluarga sebagai unit dasar masyarakat dalam mencapai kesehatan dan kesejahteraan individu, mencakup kesehatan ibu & anak, pengendalian penyakit, kesehatan jiwa, serta perilaku dan lingkungan sehat. Reproduksi Sehat didefinisikan sebagai kondisi sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh terkait sistem dan proses reproduksi. Permenkes Nomor 2 Tahun 2025 mengatur upaya kesehatan reproduksi sepanjang siklus hidup, termasuk kesehatan seksual dan pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS). WHO menekankan pendekatan siklus hidup, meliputi kesehatan maternal, KB, IMS, kesehatan remaja, kanker organ reproduksi, infertilitas, dan kekerasan berbasis gender. Kanker serviks, kasus kanker tertinggi kedua di Indonesia dan penyebab kematian utama perempuan global, sangat berkaitan dengan Human Papilloma Virus (HPV), virus menular seksual utama. Data menunjukkan prevalensi IMS dan masalah reproduksi wanita yang tinggi. Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan melalui IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat), metode yang terjangkau dan direkomendasikan WHO, terutama di negara berkembang. Meskipun efektif dan memungkinkan strategi 'screen-and-treat', kesadaran masyarakat akan pentingnya IVA Test masih rendah.
PERSIAPAN BERSALIN NORMAL SELAMA HAMIL DENGAN YOGA, PILATES HIPNOTERAPI (YOPILANO) DI DESA BANGUN SARI KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG Nainggolan, Christina R; Julia Mahdalena Siahaan; Elsarika Damanik; Pinkan Soraya; Serly Pangaribuan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6780

Abstract

Latar Belakang: Yopilano (Yoga Pilates dan Hipnoterapi ) merupakan satu kegiatan yang dirancang untuk ibu hamil dengan mengatur pose, tehnik pernafasan, secara tiori latihan yoga pilates dan hipnoterapi dapat melenturkan otot jalan lahir, mengatur pernafasan dan membuat ibu lebih rileks, bersalin normal merupakan satu proses alami jika ibu dipersiapkan secara fisik maupun phisik dimana saat ini akibat kurangnya pemahaman dan persiapan ibu selama hamil , sehingga banyak kasus rujukan yang mengakibatkan tingginya angka melahirkan dengan tindakan operasi, seksiosesaria. Permasalahan yang sering timbul saat bersalin adalah prilaku ibu kurang sehingga saat bersalin ingin cepat bersalin, tidak kooperatif dan tidak tahan nyeri cepat putus asa, hal ini berkaitan dengan tidak adanya persiapan fisik dan psikhis sehingga saat bersalin mempunyai masalah. Tujuan: Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pada ibu hamil tentang Yopilano di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang . Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan penyuluhan kesehatan kepada 24 ibu hamil trimester II-III di Kantor Lurah Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Data dikumpul melalui kuesioner pre-post, observasi praktik Yopilano, wawancara karakteristik responden (usia, pendidikan, pekerjaan, riwayat persalinan), dan analisis distribusi frekuensi deskriptif menggunakan tabel persentase untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta persalinan normal. Hasil: Dari 24 ibu hamil yang mengikuti penyuluhan Yopilano, 70,8% (17 responden) berhasil bersalin normal, sementara 29,2% (7 responden) tidak normal. Kesimpulan: Penyuluhan Yopilano pada 24 ibu hamil trimester II-III meningkatkan kesiapan fisik-psikhis, mengurangi stres-kecemasan, dan memungkinkan 70,8% bersalin normal tanpa komplikasi signifikan; ibu dapat berlatih mandiri dibantu kader untuk persalinan alami, bayi bugar, dan ASI eksklusif optimal.