Dony Osmond
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karya Tari Bisik Dalam Hijau Dari Konflik Perebutan Air Sawah Di Nagari Paninggahan Dewi Safitri; Dony Osmond; Wahida Wahyuni; Idun Ariastuti
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 7 (2025): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i7.541

Abstract

Karya tari “Bisik dalam Hijau” terinspirasi dari konflik perebutan air sawah di Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok. Karya ini mengambarkan ketamakan manusia dalam menguasai sumber daya air, yang menjadi pemicu ketimpangan dan perpecahan di Tengah kehidupan masyarakat petani. Ketamakan di interpretasikan dalam bentuk simbol Gerak yang mengambarkan ketamakan, pola lantai, serta dinamika tubuh yang mewakili tindakan perebutan baik dilakukan secara terang- terangan maupun secara diam-diam. Proses penciptaan dilakukan dalam penciptaan melalui eksplorasi, improvisasi, komposisi dan observasi. Karya di bentuk tiga bagian, tumbuhnya rasa ingin memiliki, ragam bentuk ketamakan dan dampak ketamakan di kehidupan sosial.” Bisik dalam Hijau” tidak hanya menampilkan bentuk pertujukan tari, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya keadilan, kebersamaan, dan kesadaran sosial dalam mengelolah sumber daya alam.
PELATIHAN RANDAI DAN TARI TRADISI DI JORONG SUNGAI JAMBU, KEC. PARIANGAN, KAB. TANAH DATAR Nurmalena Nurmalena; Arnailis Arnailis; Dony Osmond; Yunaidi Yunaidi; Martis Martis
Batoboh Vol 11, No 1 (2026): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Seni Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v11i1.31117

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda Jorong Sungai Jambu dalam bidang seni pertunjukan, khususnya Randai dan tari tradisi Minangkabau. Pelatihan dilatarbelakangi oleh menurunnya minat serta keterampilan generasi muda terhadap seni tradisi, yang berdampak pada berkurangnya pewarisan nilai budaya lokal. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, identifikasi kebutuhan, pelatihan teknik gerak dan vokal, pendampingan kelompok, serta evaluasi hasil pelatihan. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan peserta berjumlah 25 orang. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta mengenai struktur pertunjukan Randai, teknik galombang, langkah silek, serta dasar-dasar koreografi tari tradisi. Peserta juga mampu menampilkan satu repertoar Randai dan satu tari tradisi pada akhir program. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam pelestarian seni tradisi dan membangun kembali antusiasme generasi muda terhadap identitas budaya mereka.Â