Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Legalitas Badan Usaha Sebagai Strategi Peningkatan Kapasitas Umkm Lansia di Kampung Inspirasi, Kabupaten Bandung Maruf, Irma Rahmawati; Septianita, Hesti; Tedjabuwana, Rosa; Noor, Nadiya Salsabila; Anggraeni, Ira; Bekawira; Annisa, Mega; Azka, Muhammad; Satriawan, Arif
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/xkzk4a52

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup di Indonesia berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia), sehingga menuntut strategi pembangunan yang inklusif agar kelompok ini tetap dapat berkontribusi secara produktif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, khususnya melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah upaya transformasi regulasi UMKM, pemahaman terhadap bentuk badan usaha menjadi semakin penting. Namun demikian, rendahnya literasi hukum di kalangan pelaku UMKM lansia masih menjadi kendala utama dalam proses legalisasi usaha yang berkelanjutan. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diselenggarakan di Kampung Inspisari, Kota Bandung, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan literasi hukum para pelaku UMKM lansia. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, simulasi peran, dan evaluasi partisipatif untuk memastikan pemahaman menyeluruh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan metode Pendidikan hukum klinik efektif dalam peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai karakteristik hukum dari masing-masing bentuk badan usaha serta urgensi legalitas dalam mendukung akses pembiayaan dan perlindungan hukum. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kebutuhan terhadap edukasi legalitas yang sesuai dengan konteks komunitas.
Regulatory Framework, Contractual Structures, and Legal Challenges of Conventional and Sharia Equity Crowdfunding (ECS) for MSME Financing in Indonesia: Comparative Analysis with Malaysia MD NOR, Mohd Zakhiri; Noor, Nadiya Salsabila; Maruf, Irma Rachmawati
International Journal of Latin Notary Vol. 6 No. 1 (2025): Internasional Journal of Latin Notary, September 2025
Publisher : Magister Kenotariatan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61968/journal.v6i1.194

Abstract

This study examines the regulatory framework, contractual structures, and legal challenges of conventional and sharia equity crowdfunding as alternative financing mechanisms for Micro, Small, and Medium Enterprises in Indonesia, with comparative insights from Malaysia. The research employs a normative legal methodology analyzing primary legal instruments including Indonesian Finance Authority Regulation, and related regulations, supplemented by empirical literature examining crowdfunding implementation in both jurisdictions. The findings reveal that Indonesia operates a dual regulatory framework combining securities regulations with Islamic jurisprudential guidance, while Malaysia pioneered ECS licensing in 2015 with ongoing debates regarding Sharia governance depth. Conventional equity crowdfunding employs standard share subscription agreements under corporate law, whereas sharia equity crowdfunding utilizes Islamic contracts including musharakah, mudharabah, qardh hasan, and ijarah to ensure compliance with prohibitions against riba, gharar, and maysir. The study identifies three significant legal issues: regulatory gaps particularly concerning sharia share offering provisions and Sharia Supervisory Board responsibilities, cybercrime vulnerabilities affecting unregistered platforms comprising approximately ninety percent of sharia operators, and money laundering risks through electronic payment mechanisms. The research further demonstrates that religious investors significantly influence crowdfunding success, with Islamic campaigns attracting 37.1 percent higher funding based on empirical evidence from comparable markets. The study concludes that effective sharia crowdfunding development requires statutory-level legislation, enhanced Indonesian Finance Authority Regulation supervision of unregistered platforms, mandatory cybersecurity standards, comprehensive Sharia governance frameworks with separate review, audit and risk functions, and targeted financial literacy programs. These recommendations aim to bridge the gap between sharia principles and positive law while expanding MSME access to equity-based financing aligned with maqasid al-Shariah objectives.