Adila, Alfina Rahma
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI REGULASI SAMPAH SEBAGAI UPAYA PERILAKU HIDUP SEHAT DI WILAYAH RING 1 IBU KOTA NUSANTARA Afiah, Nurul; G, Ike Anggraeni; Auliya, Jumi; Adila, Alfina Rahma; Fitriana, Risma; Nisa, Elma Hafizatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26621

Abstract

Abstrak: Desa Bukit Raya yang terletak di ring 1 Ibu Kota Negara (IKN) menghadapi tantangan kesehatan masyarakat akibat peningkatan populasi dan perubahan lingkungan yang signifikan. Banyaknya pendatang baru ditambah praktik pengelolaan sampah yang tidak tepat, seperti pembakaran sampah, telah menyebabkan masalah kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengawal perubahan praktik buruk pengelolaan sampah di Desa Bukit Raya. Adapapun program pendampingan yang dilakukan adalah Program BERSIH (Bersama Edukasi Regulasi Sampah untuk Hidup Sehat) melalui intervensi pembuatan video edukasi dan sosialisasi peraturan sampah dengan metode ceramah interaktif, dengan sasaran seluruh masyarakat Desa Bukit Raya sebanyak 121 Kepala Keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 46% mengenai tata tertib pembuangan sampah yang dievaluasi dari program Sosialisasi melalui metode pre-post test, selain itu, seluruh responden (57 orang) yang vote melalui akun instagram resmi desa Bukit Raya menyatakan video edukasi yang dibuat bermanfaat untuk mereka.Program BERSIH berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Desa Bukit Raya.Abstract: Bukit Raya Village, which is located in Ring 1 of the National Capital City (IKN), is facing public health challenges due to increasing population and significant environmental changes. The large number of new arrivals plus inappropriate waste management practices, such as burning waste, have caused health problems such as acute respiratory infections and diarrhea. This activity aimed to oversee changes in bad waste management practices in Bukit Raya. The assistance program carried out is BERSIH (Together with Waste Regulation Education for Healthy Living) which is implemented through interventions such as making educational videos and socializing waste regulations with interactive lecture methods, The evaluation results showed an increase in knowledge of 46% regarding waste disposal regulations which was evaluated using the pre-post test method, apart from that, There were 57 responses stating the benefits of educational videos through the official Bukit Raya Village Instagram vote. The BERSIH program has succeeded in improving awareness of the importance of environmental quality and public health in Bukit Raya Village. 
Analisis Pajanan PM10 dan PM2,5 terhadap Gangguan Pernapasan pada Pekerja Sektor Informal Industri Tahu di Kelurahan Selili Adila, Alfina Rahma; Rachmawati, Ayudhia; Masithah, Masithah; Elvira, Vivi Filia; Syamsir, Syamsir
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.2.105-115.2026

Abstract

Industri tahu sektor informal yang menggunakan bahan bakar kayu berpotensi menghasilkan partikulat PM10 dan PM2,5 dalam konsentrasi tinggi di lingkungan kerja. Kondisi ini menurunkan kualitas udara pada ruang produksi semi-indoor sehingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pajanan PM10 dan PM2,5 terhadap gangguan pernapasan pada pekerja industri tahu di Kelurahan Selili. Metode yang digunakan adalah Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) melalui pengukuran konsentrasi particulate matter menggunakan alat Dust Detector, serta wawancara menggunakan kuesioner St. George’s Respiratory Questionnaire (SGRQ) untuk menilai gangguan pernapasan. Selain itu, dilakukan perhitungan intake, Risk Quotient (RQ), dan analisis manajemen risiko. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi PM10 sebesar 1,054 mg/m³ dan PM2,5 sebesar 0,333 mg/m³ pada 21 titik. Seluruh responden memiliki nilai RQ > 1 dengan rata-rata RQ PM10 sebesar 9,190 dan PM2,5 sebesar 2,258, yang menunjukkan pajanan melebihi batas aman. Kesimpulan penelitian ini adalah pajanan PM10 dan PM2,5 berada pada tingkat berisiko dan berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan. Disarankan pengendalian melalui penambahan ventilasi (exhaust fan), penggunaan masker N95, serta bahan bakar lebih ramah lingkungan, disertai edukasi dan pengawasan rutin untuk meningkatkan keselamatan kerja.