Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KASUS: PENGGUNAAN BAHAN DAN SUMBER AJAR BIOLOGI DI MAN 2 MODEL MEDAN SEBAGAI TRANSFORMASI PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI INTEGRASI BAHAN AJAR DIGITAL BERBASIS PJBL Sihombing, Nurhanifah Br.; Siburian, Sri Yuliani Rezeki; Klarindha, Winda; Saragih, Azra Nabila; Gaol, Lumban; Arwita, Widya; Mukra, Rizal
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.44830

Abstract

Bahan ajar adalah materi atau sumber pembelajaran yang disusun dengan cara yang terstruktur dan menyeluruh, mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran, dan digunakan oleh guru pada kegiatan belajar mengajar bersama siswa. Penelitian ini berfokus pada integrasi materi ajar digital dalam model pembelajran berbasis proyek (Projeck Based Learning/PJBL) guna meningkatkan efektivitas pembelajaran biologi di MAN 2 Model Medan. Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif dan menggunakan kuesioner dan wawancara dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi ajar digital, seperti presentasi interaktif, video pembelajaran, dan e-book, dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep biologi dan membuat proses belajar lebih menarik dan interaktif. Guru yang menerapkan PjBL dengan materi ajar digital menemukan bahwa siswa menjadi lebih aktif dan kreatif, dan mereka belajar lebih banyak bekerja sama dan berpikir kritis. Kesimpulan dari penelitian ini mengonfirmasi bahwa penggunaan materi ajar digital dalam pendekatan PjBL berkontribusi pada peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Oleh sebab itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran biologi perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan siswa abad ke-21.
Pengalaman Siswa SMA dalam Memaknai Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Biologi: Sebuah Kajian Fenomenologis Hasruddin, Hasruddin; Sueng, Yuliani; Saragih, Azra Nabila; Wulandari, Ayu; Dionesa, Joyce Basana; Sarimuti, Dea
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman siswa SMA dalam memaknai faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar Biologi, baik dari aspek internal maupun eksternal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis, yang berfokus pada pemahaman makna subjektif dari pengalaman belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan, yang dipilih secara purposive berdasarkan variasi tingkat minat belajar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti motivasi, rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan kemampuan memahami materi menjadi penentu utama dalam membangun minat belajar Biologi. Sementara itu, faktor eksternal yang paling berpengaruh adalah peran guru, terutama dalam hal metode, sikap, dan kemampuan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dukungan keluarga, lingkungan belajar, serta fasilitas sekolah turut memberi pengaruh, meskipun tidak selalu dirasakan secara langsung oleh seluruh siswa. Interaksi antara faktor internal dan eksternal dimaknai siswa sebagai hubungan yang saling melengkapi dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat belajar Biologi terbentuk melalui sinergi antara dorongan individu dan dukungan lingkungan belajar. Guru memiliki peran sentral dalam menumbuhkan minat tersebut melalui strategi pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan berorientasi pada pengalaman nyata siswa.