Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN FILSAFAT ILMU DENGAN ILMU-ILMU LAIN Angrian Permana; Rani Puspa; Anti Wulan Agustini
Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman Kuningan Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan
Publisher : Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Titik keberangkatan adanya filsafat adalah kegiatan manusia, khususnya apa-apa yang terjadi dan dialami oleh manusia. Dalam arti luas, titik berangkat filsafat adalah pengetahuan tentang kenyataan yang mendahului filosofis itu sendiri. Ilmu sosial dan alam adalah sebuah ilmu yang berkembang dari ilmu filsafat. Ilmu itu sendiri telah berkembang kembali menjadi ilmu-ilmu yang lebih sempit. Ilmu sosial dan alam merupakan ilmu yang didapatkan dari pemikiran para filosofi yang terus berkembang dan berkembang. Hanya saja ilmu alam yang sifat perkembanganya lambat, bahkan statis. Tidak ada kebenaran yang hakiki kecuali kbenaran dari Tuhan Yang Maha Esa. Dunia ini segalanya akan berubah, yang tidak boleh berubah hanya wahyu Tuhan, yaitu Al-Qur’an. Kata kunci: filsafat, filsafat ilmu, ilmu sosial, ilmu alam, agama
DISTRIBUSI KEKAYAAN DALAM EKONOMI SYARIAH Anti Wulan Agustini
Tazkiya Vol 18 No 02 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi kekayaan menjadi pusat perhatian ekonomi Islam untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Beberapa istrumen keuangan yang digunakan diantaranya zakat, sedekah, infak dan wakaf. Selain itu, dulu sumber harta negara juga didapatkan dari peperangan yang diakui sebagai harta rampasan perang (anfal, ghanimah dan fa‟i). karenanya, harta rampasan perang ini pun tidak lepas dari perhatian untuk siapa saja pembagian distribusinya. Kebijakan distribusi harta ini tidak lain adalah untuk mewujudkan pemerataan pendapatan public. Distribusi kekayaan dalam islam keadilan dalam pendistribusian ini tercermin dari larangan dalam al-Qur’an (QS. Al-Hasyr [59]: 7), agar supaya harta kekayaan tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja, tetapi diharapkan dapat memberi kontribusi kepada kesejahteraan masyarakat sebagai suatu keseluruhan. Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi Islam, penumpukan kekayaan oleh sekelompok orang harus dihindarkan dan langkah-langkah dilakukan secara otomatis untuk memindahkan aliran kekayaan kepada masyarakat yang lemah. dalamnya, sebagaimana tercermin dari nilai dasar (value based) yang terangkum dalam empat aksioma yaitu kesatuan/Tauhid (unity), keseimbangan (equilibrium), kehendak bebas (free will) dan tanggung jawab (responsibility).
PENGARUH SEGMENTASI PASAR TERHADAP PENJUALAN BATIK MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM(Studi Batik Banten Bhayangkara Serang) Asep Munir Hidayat; Wulan Agustini , Anti
Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan
Publisher : Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik Banten Bhayangkara Serang merupakan industri batik yang penjualannya menggunakan segmentasi psikografis. Menyasar kalangan menengah ke atas, penjualan batik mengalami peningkatan yang cukup signifikan, padahal segmen ini mempunyai risiko di atas risiko normal. Dari latar belakang diatas penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1) Apakah terdapat pengaruh segmentasi pasar terhadap penjualan? 2) Seberapa besar pengaruh segmentasi pasar terhadap penjualan? Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh segmentasi pasar terhadap penjualan. 2). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh segmentasi pasar terhadap penjualan batik Banten Bhayangkara Serang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Dalam penelitian ini penulis melakukan teknik pengumpulan data dengan beberapa cara seperti menggunakan data primer. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 36 responden batik Banten dengan jumlah kuesioner 72 lembar yang terdiri dari variabel X dan variabel Y masing-masing sebanyak 36 lembar. Dari hasil penelitian dan perhitungan penulis dapat menyimpulkan bahwa variabel segmentasi pasar (x) mempunyai koefisien korelasi sebesar 0,623. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang KUAT antara segmentasi pasar dengan penjualan karena berada pada rentang 0,60-0,799. Sedangkan arah hubungannya positif karena nilai r positif artinya semakin baik segmentasi pasar maka penjualan akan meningkat dari periode/tahun sebelumnya. R Square (R2) menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,388 artinya 38,8% variabel Y (Penjualan) dapat dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel X (segmentasi pasar). Dengan demikian, sisanya sebesar 61,2% tidak dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel segmentasi pasar (X)
DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA GURU ASN DI SMAN 1 CIRUAS Mulya Permana, Dandi; Munir Hidayat, Asep; Wulan Agustini , Anti
Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan
Publisher : Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Negeri 1 Ciruas yang letaknya di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, masih banyaknya guru ASN yang datang terlambat dengan beberapa alasan yaitu perjalanan yang jauh ataupun terjebak kemacetan, ada juga beberapa guru ASN yang memang datang terlambat menjadi suatu kebiasaan, dampak dari pada ketidak disiplian itu berpengaruh terhadap kinerja seorang guru ASN dan juga menjadi sebuah contoh yang kurang baik bagi para siswa yang datang lebih awal di banding gurunya yang terlambat, dan kurangnya motivasi juga menjadi sebuah alasan mengapa masih ada beberapa guru ASN yang tidak disiplin, ketika kurangnya motivasi dan juga kurangnya rasa disiplin dapat mengakibatkan menurunnya kinerja seorang guru ASN pada saat melakukan kewajibannya dalam mengajar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui disiplin kerja dan motivasi kerja pengaruhnya terhadap kinerja guru ASN di SMA N 1 CiruasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui disiplin kerja dan motivasi kerja pengaruhnya terhadap kinerja guru ASN di SMA N 1 CiruasPenelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dari responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan guru ASN SMA N 1 Ciruas 43 sampel populasi . Sampel yang digunakan ialah sampel jenuh dimana semua populasi dijadikan sampel, maka jumlah sampel sebanyak 43. Metode analisis menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Data diuji dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 27.Hasil perhitungan analisis linear berganda Y = 27.938 + -1.000 (X1) – 0.738 (X2) + e. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa disipin dengan nilai signifikasi 0,000<0,05, dan motivasi kerja dengan nilai signifikasi signifikasi 0,000<0,05. Kemudian hasil penentuan uji f dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05.Kesimpulan yang diperoleh menunjukan bahwa secara parsial disiplin berpengaruh signifikan terhadap kinerja dan motivasi kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru ASN. Kemudian, secara simultan disiplin dan motivasi kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
PENGARUH BUDAYA KERJA DAN MOTIVASI KERJA TEHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. TIKI JALUR NUGRAHA EKAKURIR Wulan Agustini, Anti; Puspa, Rani; Auliya, Miftah
Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan
Publisher : Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan budaya kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) cabang Tirtayasa.  Jenis penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) cabang Tirtayasa sebanyak 34 karyawan, adapun pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh sehingga sampel yang digunakan sebanyak 34 responden.  Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel budaya kerja dan variabel motivasi kerja secara masing-masing memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dan secara simultan atau bersama-sama variabel budaya kerja dan motiasi kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan.
Relationship Between Inflation and Financial Stability: A Case Study of ASEAN Nations Farida, Gina; Kenedi, Kenedi; Agustini, Anti Wulan
Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS) Vol 7 No 1 (2025): August 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/ekuitas.v7i1.8147

Abstract

Inflation is a key macroeconomic indicator that plays a critical role in shaping the direction and stability of financial systems, especially in the ASEAN region, where countries exhibit diverse levels of economic development. Persistent inflationary pressures may lead to systemic risks in the financial sector through rising non-performing loans and declining investor confidence. This study investigates the impact of inflation on financial stability in ASEAN countries, while controlling for exchange rate fluctuations. Utilizing annual panel data from 2000 to 2021, the study employs the Panel Autoregressive Distributed Lag (Panel ARDL) approach. Financial stability is proxied by the banking sector’s Z-score index, with inflation as the primary independent variable and the exchange rate included as a control variable. Prior to estimation, panel unit root, cross-sectional dependence, and cointegration tests are conducted to ensure model robustness. The long-run estimation results show that inflation has a significant negative effect on financial stability (coefficient = -0.206173, p = 0.0256), while the exchange rate is insignificant (p = 0.7967). In the short run, inflation exhibits a temporary positive effect (coefficient = 0.118962, p = 0.0784), whereas the exchange rate remains insignificant. The error correction term (ECT) is negative and significant (coefficient = -0.616539, p = 0.0190), indicating that 61.65% of short-term disequilibrium is corrected toward long-run equilibrium within one period. These findings underscore the critical importance of inflation control as a strategic policy tool to preserve long-term financial stability in ASEAN, alongside consistent macroprudential measures to mitigate external shocks, including exchange rate volatility.
The Influence of Digital Money, Financial Inclusion, and Investment on Economic Growth in Indonesia Amsilah, Amsilah; Kenedi, Kenedi; Agustini, Anti Wulan
Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS) Vol 7 No 1 (2025): August 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/ekuitas.v7i1.8150

Abstract

The rapid growth of digital finance has reshaped economic activities in emerging markets, including Indonesia. As financial technology evolves, understanding its influence on economic development becomes increasingly important. This study aims to examine the impact of digital money, financial inclusion, and investment on economic growth in Indonesia from 2009 to 2023. A quantitative approach was employed using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model to analyze annual time series data. The results reveal that in the long run, all three variables digital money, financial inclusion, and investment significantly and positively influence economic growth. Investment had the largest impact, followed by financial inclusion and digital money. In the short run, digital money and investment remain significant, while financial inclusion shows a lagged negative effect. The error correction term is significant and negative, confirming a stable long-run relationship. The findings underscore the importance of promoting investment and strengthening digital and financial infrastructure to enhance both immediate and sustained economic performance in Indonesia’s digital economy.
Tertiary Education, Investment, and Labor Force Participation as Determinants of Indonesia’s Economic Growth: Evidence from ARDL Analysis, 1990–2023 Anisa, Aan; Kenedi, Kenedi; Agustini, Anti Wulan
Journal of Business and Economics Research (JBE) Vol 6 No 3 (2025): October 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jbe.v6i3.8217

Abstract

The relationship between higher education and economic growth has been widely discussed, yet evidence from emerging economies such as Indonesia remains inconclusive, particularly when considering the interplay of education, investment, and labor market dynamics. This study seeks to address this gap by analyzing Indonesia’s economic performance from 1990 to 2023 using annual time-series data sourced from the World Bank. Employing the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) approach, the analysis reveals that tertiary education enrollment exerts a significant positive contribution to economic expansion (coefficient = 0.0118, p < 0.01), while investment demonstrates a robust growth-enhancing effect (coefficient = 0.3859, p < 0.01). By contrast, labor force participation shows a negative association (coefficient = –0.0164, p < 0.05), reflecting structural inefficiencies in the labor market. In the short horizon, investment delivers immediate and significant benefits (coefficient = 0.4016, p < 0.01), whereas changes in labor force participation appear statistically negligible. The error correction term (–0.4622, p < 0.01) further indicates a moderate pace of adjustment, with nearly 46% of disequilibria resolved annually. These results highlight the need for policies that strengthen higher education quality, sustain a favorable investment climate, and reform labor markets, thereby ensuring that Indonesia moves toward inclusive and sustainable development.
Pengaruh Harga Emas, Suku Bunga dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Indonesia Budiman, Dedi; Munir Hidayat, Asep; Tejaarief, Billy; Kenedi, Kenedi; Wulan Agustini, Anti
Journal of Business and Economics Research (JBE) Vol 6 No 3 (2025): October 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jbe.v6i3.8261

Abstract

The main problem in the Indonesian capital market is the high volatility of the Jakarta Composite Index (JCI), which is often influenced by both external and internal factors, making it difficult for investors to make investment decisions. This uncertainty raises questions about the extent to which macroeconomic variables, particularly gold prices, interest rates, and the rupiah exchange rate, affect the movement of the JCI. The Jakarta Composite Index (JCI) is the primary indicator reflecting the performance of the Indonesian stock market. Its movement is heavily influenced by various macroeconomic variables, including gold prices, interest rates, and the rupiah exchange rate. Gold serves as a safe-haven asset favored during periods of market instability, while interest rates and exchange rates reflect monetary conditions and domestic purchasing power. This study aims to analyze the effect of gold prices, interest rates, and the rupiah exchange rate on the Jakarta Composite Index (JCI) in Indonesia. The method used is a quantitative approach with quarterly time series data from 2014 to 2024. The analysis was conducted using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model with the assistance of EViews 12 software. The estimation results of the ARDL model show that in the short run, gold prices, interest rates, and the rupiah exchange rate do not have a significant effect on the JCI, as the t-statistic values of each variable are smaller than the t-table at a 5% significance level. However, in the long run, gold prices and the rupiah exchange rate have a significant effect on the JCI with t-statistic values of 2.984417 and 2.634944, respectively, which exceed the t-table. This indicates that movements in gold prices as a safe-haven asset and fluctuations in the exchange rate contribute to JCI dynamics in the long run. Conversely, interest rates show no significant effect in either the short run or the long run. These findings emphasize the importance of considering certain macroeconomic variables in the long run as a basis for investment decision-making in the Indonesian capital market. Therefore, stable and predictable macroeconomic policies are essential to create a healthy investment climate in Indonesia.
Pengaruh Kemiskinan, Pengangguran dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Darsono, Darsono; Munir Hidayat, Asep; Tejaarief, Billy; Kenedi, Kenedi; Wulan Agustini, Anti
Journal of Business and Economics Research (JBE) Vol 6 No 3 (2025): October 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jbe.v6i3.8262

Abstract

One of the main problems of Indonesia’s economy is the relatively low economic growth, which is often hampered by high levels of poverty, unemployment, and inflation. These conditions pose challenges in maintaining stability while promoting sustainable development. Economic growth is an important indicator in assessing the performance of a country’s development, which is influenced by various macroeconomic factors. This study aims to analyze the effect of poverty, unemployment, and inflation on Indonesia’s economic growth, both in the short run and long run. In addition, this research also identifies the adjustment mechanism through the error correction approach and analyzes the causal relationship among variables. The method used is secondary data analysis with a quantitative correlational approach. The model applied is the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) based on time series data for the period 2014–2024, processed using EViews 12. The results show that in the long run, inflation has a negative and significant effect on economic growth, with a coefficient value of –0.421 and t-statistic 3.12 > t-table 2.06 at a 5% significance level. Unemployment also has a negative but insignificant effect with a coefficient of –0.178 (t-statistic 1.44 < t-table), while poverty shows no significant effect with a coefficient of –0.095 (t-statistic 1.12 < t-table). In the short run, no significant effect of the three variables on economic growth is found. The error correction term (ECT) value of –0.639 is significant at the 5% level, indicating an adjustment process toward long-run equilibrium. The Granger causality analysis also indicates a bidirectional relationship between inflation and economic growth. These findings emphasize that inflation is a key variable that must be controlled to maintain economic stability and foster long-term growth. Meanwhile, poverty alleviation and unemployment reduction policies need to be strengthened in order to have a more tangible impact on achieving sustainable economic growth.