Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The influence of technological skills and geographical conditions on elementary school teachers’ readiness for implementing DL Persada, Yuris Indria Persada; Oktarianto, M. Luthfi; Wibowo, Sigit; Ai, Kirana
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 9 No 2 (2025): June
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v9i2.12787

Abstract

This study examines the influence of technological skills and geographical conditions on the pedagogical readiness of elementary school teachers in Situbondo, Indonesia, to implement deep learning approaches. Using an explanatory quantitative design, data were collected from 30 teachers across three geographic zones through a validated Likert-scale questionnaire. The analysis revealed that both variables jointly had a significant effect on pedagogical readiness (R² = 0.424; p < 0.05), although only technological skills had a significant partial influence. This suggests that teachers with better digital competence tend to be more prepared, regardless of infrastructural challenges. The findings highlight the importance of TPACK-based training and digital pedagogical support, particularly in under-resourced areas. Recommendations include strengthening teacher capacity through targeted professional development and providing contextual offline learning materials. This research contributes to understanding how technology readiness can promote equitable learning opportunities in geographically diverse regions.
Penerapan Media Manipulatif dalam Pengajaran Matematika untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas pada MI Anbaul Ulum, Pakis Malang Sucahyo, Iqbal Rizki; Ai, Kirana; Syaifudin, Muhammad; 'Aini, Eka Putri Nur; Ayu, Marisa Rahma; Ardianto, Raditya Bagus; Isnaini, Khusnia; Fatmawati, Asyifa Ayu; Rahma, Nazwa; Insani, Nailul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di MI Anbaul Ulum, Pakis Malang, dengan menerapkan media manipulatif sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami konsep abstrak, khususnya unsur-unsur bangun datar. Media manipulatif yang digunakan terdiri dari tusuk sate dan plastisin, dirancang untuk membantu siswa secara visual dan praktis memahami materi melalui kegiatan interaktif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, ceramah, dan dokumentasi untuk menganalisis efektivitas penerapan media tersebut. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 yang mempelajari materi bangun datar. Kegiatan diawali dengan persiapan berupa survei kurikulum dan materi pembelajaran, diikuti oleh penyampaian materi, praktik penggunaan media manipulatif, serta evaluasi melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Hasil menunjukkan bahwa penggunaan media manipulatif mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, dengan lebih dari 80% peserta didik mendapatkan nilai di atas 94. Selain itu, metode ini juga mendorong minat dan antusiasme siswa melalui pembelajaran yang lebih menarik dan partisipatif. Media manipulatif tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif, tetapi juga melatih keterampilan motorik siswa dalam memanipulasi objek secara langsung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media manipulatif merupakan pendekatan yang efektif untuk mendukung pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar, serta berpotensi menjadi alternatif yang dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Inovasi pendidikan berbasis keberagaman melalui implementasi pembelajaran berdiferensiasi-multikultural dengan pendekatan deep learning Persada, Yuris Indria; Widodo, Wahyu; Karim, Saifuddin; Ai, Kirana; Azzahroh, Fatimah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37873

Abstract

Abstrak Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, merupakan wilayah dengan keragaman budaya dan agama yang tinggi. Kondisi ini menuntut guru sekolah dasar untuk mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Namun, hasil identifikasi kebutuhan menunjukkan 75% guru belum pernah mengikuti pelatihan pembelajaran berdiferensiasi dan multikultural berbasis deep learning, serta 80% masih menggunakan modul ajar yang kurang mempertimbangkan keberagaman siswa. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berdiferensiasi-multikultural dengan dukungan teknologi kecerdasan artifisial dengan mitra guru di Gugus 1 Kec. Doko Kab Blitar sebanyak 50 guru. Metode yang digunakan yakni pendekatan partisipatif-kolaboratif dengan siklus plan-do-see selama enam bulan, meliputi perencanaan, pelatihan, implementasi, serta refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru dengan kenaikan rata-rata skor pretest 70 menjadi posttest 90. Selain itu, guru berhasil menghasilkan produk inovatif berupa modul tematik multikultural, e-modul, video interaktif, serta LMS sederhana berbasis Google Sites. Program juga menghasilkan terbentuknya komunitas belajar digital sebagai wadah keberlanjutan. Dengan demikian, pengabdian ini terbukti efektif mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang lebih adaptif, multikultural, dan berbasis teknologi. Kata kunci: pembelajaran berdiferensiasi; multikultural; deep learning; sekolah dasar. Abstract Doko Subdistrict, Blitar Regency, is an area characterized by high cultural and religious diversity, requiring elementary school teachers to design learning experiences that are adaptive and inclusive. However, the needs assessment revealed that 75% of teachers had never participated in training on differentiated and multicultural learning based on deep learning, and 80% were still using teaching modules that insufficiently considered student diversity. This community service program aimed to improve teachers’ competence in developing differentiated-multicultural learning tools supported by artificial intelligence technology in collaboration with 50 teachers from Gugus 1, Doko Subdistrict, Blitar Regency. The program applied a participatory-collaborative approach using a plan-do-see cycle over six months, encompassing planning, training, implementation, and reflection. The results showed a significant improvement in teachers’ competence, as indicated by an increase in the average pretest score from 70 to a posttest score of 90. In addition, the teachers successfully produced innovative learning products, including multicultural thematic modules, e-modules, interactive videos, and a simple LMS based on Google Sites. The program also resulted in the formation of a digital learning community as a sustainable platform for continued collaboration. These findings indicate that the community service program was effective in encouraging teachers to design learning that is more adaptive, multicultural, and technology-based. Keywords: differentiated learning; multicultural; deep learning; elementary school.