Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Faktor-faktor Ketidakpatuhan Remaja Putri Aga, Maria Sofia Anita; Wela, Yustina; Francis, Clara Yosefina; Mone, Diana Febrianti
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6978

Abstract

Faktor-faktor ketidakpatuhan remaja putri, terutama dalam konteks kepatuhan diet atau konsumsi suplemen seperti tablet tambah darah (TTD), meliputi berbagai aspek yang bersifat fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor ketidakpatuhan remaja putri kelas III SMA Negeri 1 Nita dalam mengomsumsi tablet tambah darah. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, populasi pada penelitian ini adalah remaja putri kelas III SMA Negeri 1 Nita dengan jumlah sampel sebanyak 127 siswa.Teknik sampling yang digunakan adalah kuota sampling, dan pengumpulan data menggunakan kuesioner faktor-faktor ketidakpatuhan remaja dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh usia remaja pertengahan merupakan kelompok umur dengan persentasi tertinggi tidak patuh dalam mengonsumsi TTD, Jumlah tablet terbanyak yang dikonsumsi remaja dalam satu bulan adalah 1 tablet, faktor yang menyebabkan remaja putri tidak mengomsumsi tablet tambah darah adalah Lupa sebanyak 83%, tidak memperoleh TTD (5%), Pusing (4%), takut (4%), tidak menyukai bau (4%) Faktor ketidapatuhan remaja putri dalam mengomsumsi tablet tambah darah yaitu karena Lupa sebanyak 106 (83%). tidak memperoleh TTD (5%), Pusing (4%), takut (4%), tidak menyukai bau (4%).
Implementasi Senam Hipertensi dalam Upaya Pengendalian Tekanan Darah di Komunitas Dusun Oka Reong, Antonia Rensiana; Francis, Clara Yosefina; Negara, Kade Ngura Dwi Putra; Nono, Yohana Perpepsia; Mako, Maria Lilista
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.459

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan memiliki prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Desa Detu Ena, Kabupaten Ende. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas senam hipertensi sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Dusun Oka. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup sosialisasi, pelatihan senam hipertensi, serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Sebanyak 20 partisipan penderita hipertensi terlibat dalam program pelatihan senam selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 8,7 mmHg dan diastolik sebesar 7,9 mmHg. Intervensi ini terbukti efektif dalam mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik sebagai strategi pengelolaan hipertensi. Program ini juga menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara dosen,mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, serta berpotensi direplikasi di komunitas lain dengan kondisi serupa
Pengaruh Terapi Kompres Hangat terhadap Stabilitas Termoregulasi, Respons Fisiologis, dan Durasi Penurunan Suhu pada Bayi Hipertermi: Studi Quasi-Eksperimental di Ruang Anggrek RSUD dr. T.C. Hillers Maumere Eda, Laurentina Nona; Francis, Clara Yosefina; Kuwa, Maria Kornelia Ringgi; Mane, Gabriel
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6857

Abstract

Hipertermi pada bayi merupakan kondisi klinis yang berisiko menimbulkan gangguan keseimbangan cairan, peningkatan kebutuhan metabolik, serta ketidakstabilan sistem kardiovaskular dan respirasi. Bayi memiliki mekanisme termoregulasi yang belum matang sehingga rentan mengalami fluktuasi suhu tubuh. Intervensi nonfarmakologis seperti terapi kompres hangat menjadi bagian dari praktik keperawatan berbasis bukti dalam membantu menurunkan suhu tubuh secara fisiologis melalui mekanisme vasodilatasi perifer dan peningkatan evaporasi panas. Namun, efektivitasnya terhadap stabilitas termoregulasi dan respons fisiologis bayi masih memerlukan pembuktian empiris di setting klinis lokal. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Kelompok intervensi diberikan kompres hangat dengan suhu 37–40°C selama 15–20 menit, sedangkan kelompok kontrol memperoleh perawatan standar ruangan. Variabel yang diukur meliputi suhu tubuh aksila, denyut nadi, frekuensi napas, dan durasi penurunan suhu hingga mencapai rentang normal. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Terdapat penurunan suhu tubuh yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Stabilitas termoregulasi lebih cepat tercapai pada kelompok yang diberikan kompres hangat, disertai perbaikan respons fisiologis berupa penurunan denyut nadi dan frekuensi napas menuju rentang normal. Rerata durasi penurunan suhu pada kelompok intervensi lebih singkat dibandingkan kelompok kontrol. Terapi kompres hangat berpengaruh signifikan terhadap stabilitas termoregulasi, respons fisiologis, dan percepatan durasi penurunan suhu pada bayi hipertermi. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari praktik keperawatan berbasis bukti dalam manajemen hipertermi bayi di ruang perawatan anak.