Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pentingnya kesehatan mental dalam menjaga harmoni keluarga Maelana, Herman Wahyu Dwi; Wijayanti, Irine Diana Sari; Siyamto, Yudi; Ngatipan; Fathoni, Muhammad Isnaini
Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas Vol. 2 No. 1 (2025): Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/tintamas.v2i1.1537

Abstract

The mental health of each family member has a significant impact on family well-being. This community service aims to raise public awareness about the importance of mental health in supporting family well-being through a counseling session held at Pendopo Padukuhan Gonjen RT 08, Tamantirto, Kasihan, Bantul. The methods used include lectures and interactive discussions, attended by 30 participants, comprising heads of families and their family members. The results of the counseling session indicated that many participants were previously unaware of the impact of mental health issues such as stress and anxiety on family relationships. Through the lecture, participants gained knowledge about the signs of mental health problems and learned ways to manage stress and enhance emotional well-being. The discussion allowed participants to engage actively, share their experiences, and gain a deeper understanding of the role of mental health in maintaining a harmonious family life. This community service activity highlights the importance of enhancing mental health literacy to promote family well-being and address the psychological challenges that impact family dynamics.
STUDI KONSTRUKSI ILMU PENGETAHUAN (SCIENCE) NIDHAL GUESSOUM Ngatipan
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 1 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v6i1.22775

Abstract

Al quran bukanlah kitab ilmu pengetahuan, melainkan kitab yang berisi tentang tanda (ayat). Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa di dalam Al quran memuat filsafat ilmu pengetahuan. Kebenaran Al quran bersifat absolut, sedangkan kebenaran ilmu pengetahuan bersifat relatif. Sebagian kalangan beranggapan bahwa informasi dari ilmu pengetahuan yang seakan bertentangan dengan hasil interpretasi atas ayat Al quran atau teks hadis dianggap salah atau sesat, karena bertentangan dengan hasil intrepretasi atas ayat tertentu -terkecualikan ayat yang terkait hal-hal transenden yang sudah final- , padahal status kebenaran keduanya setara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research) terkait konstruksi ilmu pengetahuan menurut pendekatan yang berbeda oleh Nidhal Guessoum. Menurut hasil kajian ini, dapat disampakan bahwa persinggungan antara ilmu pengetahuan dan Al quran berbentuk dinamika dialektis, saling memberi dan terbuka satu sama lain, sehingga jika mincul kontradiksi antara keduanya tidak mesti bermakna salah.
Religious Influencer dan Transformasi Otoritas Keagamaan Remaja Muslim di Yogyakarta Ngatipan; Martasandy, Billy; Lubis, Masruroh; Burhan, Agus; Hidayati, Permata Ika
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1811

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola akses dan pembentukan pengetahuan keagamaan di kalangan remaja Muslim, termasuk melalui kemunculan religious influencer sebagai sumber rujukan baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran religious influencer serta transformasi otoritas keagamaan di kalangan remaja Muslim di Daerah Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap remaja Muslim pengguna media sosial, guru pendidikan agama, pengelola komunitas dakwah digital, dan akademisi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi salah satu sumber utama rujukan keagamaan bagi remaja. Pergeseran otoritas keagamaan tampak dari meningkatnya kepercayaan terhadap religious influencer yang membangun kredibilitas melalui komunikasi yang sederhana, interaktif, relevan, dan dekat dengan pengalaman generasi muda. Namun demikian, ulama dan lembaga keagamaan tradisional tetap dipandang sebagai sumber legitimasi dan verifikasi atas informasi keagamaan yang diperoleh di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi otoritas keagamaan tidak berlangsung sebagai penggantian sepihak, melainkan melalui proses adaptasi dan koeksistensi antara otoritas tradisional dan otoritas digital dalam membentuk praktik keberagamaan remaja Muslim.