Inviolita, Andriana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dukungan Sosial Terhadap Upaya Penerimaan Diri Anak Tunawicara Lutfi Nur Afifah; Inviolita, Andriana; Rahma, Elfia; Masfia, Irma; Fahmy, Zulfa
Nathiqiyyah Vol 7 No 1 (2024): Nathiqiyyah - Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/nathiqiyyah.v7i1.1036

Abstract

Tunawicara merupakan gangguan bicara yang menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi dengan baik. Anak tuna wicara mungkin mengalami kesulitan dalam menerima dirinya karena merasa berbeda dari teman sebaya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah pengaruh sosial mempengaruhi pendapatan diri pada anak tuna wicara serta faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara dan dokumentasi sebagai penguat data. Hasil yang diperoleh subjek memperoleh dukungan sosial dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun para terapis yang membantu proses penerimaan diri pada subjek. Dalam hal ini dukungan sosial memiliki peranan penting terhadap upaya peningkatan penerimaan diri anak tuna wicara, sehingga anak mampu beradaptasi dengan kondisi dirinya.
Resiliensi Mantan Pecandu NAPZA yang Mengabdi sebagai Konselor Adiksi di PKBI Kota Semarang Inviolita, Andriana; Sessiani, Lucky Ade
Psycho Idea Vol. 23 No. 2 (2025): Psycho Idea
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psychoidea.v23i2.27019

Abstract

Penyalahgunaan napza masih menjadi masalah yang sangat serius di Indonesia, termasuk tingkat angka kekambuhan yang tinggi pada mantan pengguna napza. Padahal, sebagian dari mereka mampu bangkit dan bahkan mengabdikan diri sebagai konselor adiksi. Penelitian ini penting untuk memahami faktor-faktor resiliensi yang memungkinkan perubahan positif tersebut. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara terhadap dua mantan pecandu yang kini menjadi konselor di PKBI Kota Semarang. Analisis mengacu pada tiga faktor resiliensi menurut Grotberg: I Have, I Am, dan I Can. Hasil menunjukkan bahwa keduanya memiliki dukungan sosial yang kuat, optimisme, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan masalah dan mengelola emosi. Resiliensi ini terbukti menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan dan motivasi mereka membantu orang lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi bukan hanya membantu individu bertahan, tetapi juga tumbuh dan memberi makna baru bagi hidupnya.