Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strengthening Ethical Responsibility in the Prosecutor's Office: A Comparative Study of Positive Law and Islamic Legal Principles Sugiarto, Windhu; Suparto Wijoyo; Mitra Uktutias, Sendy Ayu; Julian, Antoni
AL-ISTINBATH : Jurnal Hukum Islam Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jhi.v10i2.13123

Abstract

This study explores how ethical responsibility forms the foundation of Organizational Citizenship Behavior (OCB) within law enforcement institutions, using the Prosecutor's Office as a case study. Employing a qualitative approach, it integrates normative and sociological analyses through the dual perspectives of positive law and Islamic ethical principles. The findings indicate that ethical responsibility encompassing integrity, honesty, and a commitment to justice is essential in motivating prosecutors to go beyond formal obligations by engaging in OCB practices such as loyalty, collegial support, and personal initiative. From the standpoint of positive law, OCB enhances institutional effectiveness, while from the perspective of Islamic law, it reflects work ethics rooted in maqāṣid al-sharī‘ah, particularly in promoting justice and public welfare. The study concludes that reinforcing ethical values grounded in both positive law and Islamic teachings can improve professionalism and accountability within the Prosecutor’s Office, contributing to broader legal bureaucratic reform in Indonesia. The academic contribution of this research lies in its integration of universal ethical values and Sharia principles into the study of organizational behavior in the legal sector—an area traditionally dominated by administrative and legalistic paradigms. As such, the study offers a more contextualized and transdisciplinary ethical-normative approach to legal reform.
Optimizing Digital Literacy and Legal Awareness among Early Childhood Education Teachers as a Risk Mitigation Strategy in Educational Digitalization Programs Sugiarto, Windhu
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i1.23418

Abstract

The rapid implementation of digitalization programs in Indonesia's Early Childhood Education (PAUD) sector has created critical governance challenges, particularly regarding legal compliance and financial accountability among educators. Thousands of PAUD principals and teachers across East Java are now directly responsible for managing digital program funds and data systems, yet many lack sufficient understanding of their legal obligations and the accountability mechanisms that govern their activities. This community service activity was conducted by the Legal Information Section (Seksi Penerangan Hukum) of the East Java High Prosecutor's Office (Kejaksaan Tinggi Jawa Timur / Kejati Jatim) on November 7, 2025, at the Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) of East Java Province, Surabaya. The activity aimed to optimize the digital literacy and legal awareness of PAUD educators as a proactive risk mitigation strategy within the context of educational digitalization programs. Employing a participatory legal education approach, the program involved interactive lectures, open question-and-answer sessions, and practical case-based discussions facilitated by Windhu Sugiarto, S.H., M.H., CSSL. Hundreds of PAUD principals and teachers from across East Java participated. Results demonstrate a high level of participant engagement and active interest in legal compliance, reflecting significant unmet demand for prosecutor-led legal education in the education sector. This activity establishes a replicable model of institutional collaboration between the justice system and the education community, with implications for strengthening integrity, preventing fund misuse, and building sustainable legal culture in PAUD governance across Indonesia.Implementasi pesat program digitalisasi di sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia telah menimbulkan tantangan tata kelola yang krusial, khususnya terkait kepatuhan hukum dan akuntabilitas keuangan di kalangan pendidik, di mana ribuan kepala sekolah dan guru PAUD di seluruh Jawa Timur kini secara langsung bertanggung jawab dalam mengelola dana program digital serta sistem data, namun banyak di antara mereka belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai kewajiban hukum dan mekanisme akuntabilitas yang mengatur aktivitas tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) pada 7 November 2025 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, dengan tujuan mengoptimalkan literasi digital dan kesadaran hukum para pendidik PAUD sebagai strategi mitigasi risiko yang bersifat proaktif dalam konteks program digitalisasi pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan pendidikan hukum partisipatif, program ini melibatkan ceramah interaktif, sesi tanya jawab terbuka, serta diskusi berbasis kasus praktis yang difasilitasi oleh Windhu Sugiarto, S.H., M.H., CSSL, dan diikuti oleh ratusan kepala sekolah serta guru PAUD dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keterlibatan peserta yang tinggi serta minat aktif terhadap isu kepatuhan hukum, yang mencerminkan adanya kebutuhan besar yang belum terpenuhi terhadap edukasi hukum yang dipimpin oleh aparat kejaksaan di sektor pendidikan, sekaligus menghasilkan model kolaborasi institusional yang dapat direplikasi antara sistem peradilan dan komunitas pendidikan, dengan implikasi pada penguatan integritas, pencegahan penyalahgunaan dana, serta pembangunan budaya hukum yang berkelanjutan dalam tata kelola PAUD di Indonesia.
Individual Readiness for Change in Public Sector Organizations: A Systematic Review Rahmah, Dian Dwi Nur; Sugiarto, Windhu; Puspo Wiroko, Endro; Hardiansyah, Hardiansyah; Tondang, Edoardo
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i2.26037

Abstract

Organizational change has become an inevitable phenomenon in the public sector, driven by rapid technological advancement, administrative reform, and increasing public demands for efficient and transparent services, requiring not only structural adjustments but also strong individual readiness to ensure successful transformation. This study aims to examine individual readiness for organizational change in public sector organizations by focusing on psychological, organizational, and technological factors that influence such readiness. The research employs a systematic literature review method, analyzing peer-reviewed journal articles published between 2020–2026 in English, covering psychological dimensions such as self-efficacy, intrinsic motivation, and resilience; organizational aspects including leadership, culture, and support; and technological elements such as digital competence and literacy. The findings reveal that individual readiness is shaped by the interaction between internal and external factors, where psychological aspects like self-efficacy, perception of change, intrinsic motivation, coping capacity, and adaptability play a critical role, while supportive leadership, effective communication, adaptive organizational culture, and institutional support further strengthen readiness; moreover, the growing integration of digital technologies increases the demand for technical skills, cognitive preparedness, and behavioral acceptance. The study implies that comprehensive change management strategies are essential, emphasizing the strengthening of psychological factors, enhancement of organizational support systems, and development of technological competencies through continuous training, participatory communication, and the cultivation of an adaptive organizational culture to support effective and sustainable public sector transformation.Perubahan organisasi telah menjadi fenomena yang tidak terhindarkan di sektor publik, didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi, reformasi administrasi, serta meningkatnya tuntutan masyarakat akan layanan yang efisien dan transparan, sehingga memerlukan tidak hanya penyesuaian struktural tetapi juga kesiapan individu yang kuat untuk memastikan keberhasilan proses transformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan individu dalam menghadapi perubahan organisasi di sektor publik dengan menitikberatkan pada faktor psikologis, organisasional, dan teknologi yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis artikel jurnal terindeks yang diterbitkan pada tahun 2020–2026 dalam bahasa Inggris, yang mencakup dimensi psikologis seperti self-efficacy, motivasi intrinsik, dan resiliensi; aspek organisasional seperti kepemimpinan, budaya, dan dukungan; serta elemen teknologi seperti kompetensi dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan individu dibentuk oleh interaksi antara faktor internal dan eksternal, di mana aspek psikologis seperti self-efficacy, persepsi terhadap perubahan, motivasi intrinsik, kapasitas coping, dan kemampuan adaptasi memegang peran penting, sementara kepemimpinan yang suportif, komunikasi yang efektif, budaya organisasi yang adaptif, serta dukungan institusional semakin memperkuat kesiapan tersebut; selain itu, meningkatnya integrasi teknologi digital juga memperbesar tuntutan terhadap keterampilan teknis, kesiapan kognitif, dan penerimaan perilaku individu. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya strategi manajemen perubahan yang komprehensif, dengan menekankan penguatan faktor psikologis, peningkatan sistem dukungan organisasi, serta pengembangan kompetensi teknologi melalui pelatihan berkelanjutan, komunikasi partisipatif, dan pembentukan budaya organisasi yang adaptif guna mendukung transformasi sektor publik yang efektif dan berkelanjutan.