Sulmiawati, Sulmiawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identification of the 10 Most Common Diseases in Primary Care Facilities for the Period January 2024 - December 2024 at the Faculty of Medicine Educational Facilities Shafa Camilia Umar; Marliyanti Nur Rahmah Akib; Asrini Safitri; Suliati P. Amir; Sulmiawati, Sulmiawati
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health services are basically aimed at carrying out prevention and treatment efforts for a disease, including medical services based on the basis of individual relationships between doctors and patients who need healing for their illnesses. This study was conducted with the aim of knowing the 10 most common diseases in primary care facilities for the period January 2024 - December 2024 at the UMI medical faculty educational facility. Furthermore, this study uses a qualitative research type with a descriptive research design, using secondary data obtained from medical records, the sampling technique used in this study is the total sampling technique. And the data analysis technique uses univariate analysis techniques carried out by induction, namely by drawing general conclusions based on research that has been done at the beginning. The results of the study stated that the 10 most common diseases were obtained in all health centers that are educational facilities for the UMI medical faculty. With cases of non-communicable diseases. Non-communicable diseases include hypertension (25.91%), non-insulin DM (11.21%), diabetes mellitus (9.3%), gastritis (4.46%), myalgia (3.28%), and dermatitis (3.13%). Meanwhile, the infectious diseases listed are common cold (14.05%), acute rhinitis (13.82%), ARI (9.06%), and cough (5.76%).
LAPORAN KASUS : PERDARAHAN SUBKONJUNGTIVA BERULANG PADA WANITA MUDA AKIBAT EOSINOFILIA Febirianti, Ratna; Kusumawardhani, Sri Irmandha; Sulmiawati, Sulmiawati; Datu, Hikmah Hiromi Razak; Namirah, Hanna Aulia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55440

Abstract

Perdarahan subkonjungtiva merupakan kondisi keluarnya darah ke ruang subkonjungtiva akibat ruptur kapiler superfisial yang umumnya bersifat jinak dan sembuh spontan. Namun, kejadian berulang memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor etiologi yang mendasari, terutama bila tidak ditemukan faktor risiko klasik seperti trauma, hipertensi, atau penggunaan antikoagulan. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah proses inflamasi alergi yang dimediasi oleh eosinofil. Penelitian ini melaporkan kasus seorang perempuan berusia 27 tahun dengan perdarahan subkonjungtiva berulang pada mata kanan setiap bulan selama lima bulan, tanpa riwayat trauma, hipertensi, atau penggunaan antikoagulan. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan oftalmologis, dan pemeriksaan darah rutin, termasuk kadar eosinofil dan riwayat alergi. Hasil pemeriksaan menunjukkan eosinofilia sebesar 12,8% dan riwayat rinitis alergi sejak kecil. Pemeriksaan oftalmologi menunjukkan perdarahan subkonjungtiva dengan batas tegas, sementara struktur mata lainnya dalam batas normal. Kasus ini menunjukkan bahwa perdarahan subkonjungtiva berulang berhubungan dengan eosinofilia dan kondisi alergi kronik yang mendasari, di mana inflamasi yang dimediasi eosinofil diduga meningkatkan kerapuhan kapiler konjungtiva. Evaluasi faktor alergi dan hematologis penting dalam penatalaksanaan serta pencegahan kekambuhan perdarahan subkonjungtiva.