Syarifah, Sherina Zakiyah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Pendidikan Agama Islam di SMK Mahaputra Cerdas Utama Syarifah, Sherina Zakiyah; Robiah, Siti Robiah; Khadijah, Ifah; Dyah Aryani, Wiwik
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2022

Abstract

This study aims to explore the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in Islamic Religious Education (PAI) instruction at SMK Mahaputra Cerdas Utama. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The results indicate that the application of PBL is carried out in a structured and contextual manner by presenting real-life problems that are closely related to students’ daily lives. This model not only enhances students’ religious understanding but also contributes to the development of positive character traits such as responsibility, empathy, and discipline. Despite facing some technical challenges, PBL has proven to offer a more engaging and meaningful learning experience.
Implementasi Peran Guru Sebagai Pendidik dan Fasilitator dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Harahap, Fitri E; Syarifah, Sherina Zakiyah; Sukandar, Ahmad
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1613

Abstract

Mutu pembelajaran merupakan indikator utama keberhasilan pendidikan yang ditentukan oleh peran guru sebagai pendidik dan fasilitator. Namun, implementasi optimal kedua peran tersebut secara seimbang masih menghadapi tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi peran guru sebagai pendidik dan fasilitator serta menganalisis pengaruhnya terhadap mutu pembelajaran. Metode: Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif dilakukan di SMP Plus Al-Musthafa Ciherang. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap lima guru selama delapan minggu, wawancara dengan 30 siswa dan kepala sekolah, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil: Implementasi peran pendidik terwujud melalui penanaman nilai karakter, keteladanan (80% konsisten), dan pemberian motivasi yang meningkatkan minat belajar dari 3,4 menjadi 4,2. Peran fasilitator ditunjukkan melalui penyediaan media pembelajaran variatif dan penerapan metode aktif yang meningkatkan partisipasi siswa dari 45% menjadi 78%. Kesimpulan: Integrasi optimal kedua peran guru meningkatkan hasil belajar sebesar 4,2 poin dan keaktifan siswa rata-rata 29,6%, membuktikan kontribusi signifikan terhadap mutu pembelajaran holistik.
Implementasi Bimbingan dan Konseling Islami dalam Meningkatkan Moral Siswa di SMA Nurul Ilmi Harahap, Fitri E; Syarifah, Sherina Zakiyah; Ayi Najmul Hidayat; Teti Ratnawulan
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Bimbingan dan Konseling Islami (BKI) dalam meningkatkan moral siswa di SMA Nurul Ilmi. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan akan pendekatan pendidikan moral yang lebih integratif, menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru BK, kepala sekolah, dan siswa yang terlibat dalam layanan BKI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BKI dilakukan melalui layanan bimbingan klasikal, konseling individu, mentoring keagamaan, serta pembinaan akhlak Islami. Strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, kejujuran, dan empati sosial siswa. Faktor pendukung utama mencakup dukungan kelembagaan, budaya sekolah religius, dan hubungan personal guru–siswa, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan tenaga konselor dan fasilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BKI merupakan pendekatan efektif dan kontekstual dalam pembentukan moral dan karakter Islami di sekolah menengah.
Optimalisasi Sistem Informasi Manajemen guna Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam di Pesantren Al-Basyariyah Muhammad Jafar Sidiq; Syarifah, Sherina Zakiyah; Fitri E Harahap
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v14i2.4166

Abstract

Perkembangan eksponensial era digital dan kemunculan Society 5.0 menuntut lembaga pendidikan Islam untuk bertransformasi secara fundamental dalam mengelola sistem tata kelola pendidikan agar berjalan efektif dan efisien. Transformasi sistemik ini sangat esensial untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam secara komprehensif. Salah satu pendekatan strategis dan krusial untuk mencapai modernisasi tersebut adalah melalui implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara analitis peran dan dampak Sistem Informasi Manajemen dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan Islam di Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara ketat melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi sistematis. Data yang terhimpun dianalisis menggunakan model interaktif yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil empiris mengungkapkan bahwa SIM memegang peran yang sangat krusial dalam mengotomatisasi pengelolaan data akademik, merampingkan administrasi santri, dan berfungsi sebagai Decision Support System (DSS) bagi pimpinan pesantren, yang secara signifikan meningkatkan transparansi manajerial dan akuntabilitas operasional. Meskipun demikian, masa transisi digital ini terhambat oleh berbagai kendala sistemik, termasuk kesenjangan digital (digital divide), keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, dan belum memadainya infrastruktur teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi penerapan SIM menuntut adanya peningkatan kapasitas berkelanjutan, kepemimpinan visioner, dan infrastruktur yang tangguh untuk menjamin peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.